Pembelajaran fikih munakahat masih cenderung teoretis dan berorientasi hafalan sehingga belum banyak melatih siswa berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Discovery Learning, kemampuan berpikir kritis siswa, serta faktor pendukung dan penghambatnya pada materi fikih munakahat di kelas XI SMAN 1 Teluk Mengkudu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari dua guru PAI dan beberapa siswa kelas XI, dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam sintaks Discovery Learning, yaitu stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization, terlaksana dengan guru sebagai fasilitator melalui video, studi kasus, diskusi kelompok, dan mind map. Kemampuan berpikir kritis siswa berkembang pada kelima indikator Ennis, meskipun penguatan guru masih diperlukan. Faktor pendukungnya ialah peran dan kesiapan guru serta keaktifan siswa, sedangkan faktor penghambatnya ialah pengelolaan waktu, keragaman kemampuan siswa, dan keterbatasan referensi serta media. Discovery Learning layak dipertimbangkan sebagai alternatif pembelajaran fikih yang melatih berpikir kritis.
Copyrights © 2026