Komunikasi digital mengubah cara siswa sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI) menyampaikan pesan dan menunjukkan kesantunan. Artikel ini bertujuan menganalisis bentuk negosiasi makna, pergeseran kesantunan digital, faktor yang memengaruhinya, dan implikasinya bagi pendidikan SD/MI. Kajian ini menggunakan literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 15 artikel terbitan 2022–2025. Data dianalisis dengan content analysis dan dibandingkan antarartikel. Hasil menunjukkan bahwa pergeseran kesantunan digital lebih tepat dipahami sebagai perubahan cara kesantunan ditunjukkan daripada hilangnya nilai kesantunan. Kajian tentang TikTok mengaitkan penggunaan media sosial dengan menurunnya kesantunan, sedangkan penelitian pada pesan WhatsApp siswa SMP menemukan sapaan formal dan bahasa gaul muncul bersamaan. Pada artikel yang dianalisis, tidak ada bukti langsung tentang pesan digital siswa SD/MI, dan bukti tentang emotikon hanya berasal dari satu artikel. Negosiasi makna berfungsi sebagai kerangka analisis penulis, bukan temuan langsung penelitian terdahulu. Literasi digital, keluarga, sekolah, dan paparan media sosial muncul sebagai faktor yang memengaruhi, dengan kekuatan bukti yang berbeda. Pembelajaran kesantunan digital di SD/MI perlu menekankan mitra tutur, tujuan, dan konteks pesan serta melibatkan keluarga. Penelitian lanjutan perlu menganalisis pesan digital siswa SD/MI secara langsung.
Copyrights © 2026