Ketersediaan daging sapi di Kabupaten Aceh Timur diperhadapkan pada kompleksitas pertambahan jumlah penduduk, keterbatasan laju pertumbuhan populasi ternak, serta tantangan diskontinuitas data statistik BPS. Penelitian ini bertujuan menyusun pemodelan Sistem Dinamik untuk menyimulasikan dinamika populasi sapi potong, demografi kependudukan, dan memproyeksikan neraca ketersediaan daging sapi kurun waktu 2015-2040. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis simulasi komputer Vensim dengan mengintegrasikan variabel koreksi rekonsiliasi data dan fungsi integral kontinu pada data deret waktu 2015-2024, serta diuji validitasnya menggunakan indikator galat. Hasil penelitian menunjukkan model sangat presisi dengan nilai rata-rata persentase kesalahan mutlak sebesar 8,37% untuk populasi sapi dan 1,41% untuk penduduk. Laju pertumbuhan neto populasi sapi hanya mencapai 0,456% per tahun akibat sub-optimalnya efisiensi reproduksi, jauh di bawah laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25% per tahun. Pada tahun 2040, populasi sapi diproyeksikan mencapai 50.840 ekor dengan produksi karkas 847.346 kg/tahun, sedangkan kebutuhan konsumsi melonjak menjadi 879.588 kg/tahun. Kesimpulannya, Kabupaten Aceh Timur berpotensi mengalami pergeseran dari kondisi surplus menjadi defisit daging sapi sebesar 32.242 kg pada tahun 2040 sehingga memerlukan intervensi kebijakan reproduksi. Kata Kunci: Aceh Timur, Pangan, Ketersediaan Daging Sapi, Sistem Dinamik.
Copyrights © 2026