Abstrak Pengelolaan data logistik dan penentuan prioritas distribusi secara manual pada mitra gudang buku masih menghadapi kendala berupa penilaian prioritas yang subjektif dan belum terukur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Warehouse Management System (WMS) berbasis Multi-Criteria Decision Making (MCDM) untuk mendukung pengelolaan logistik dan penentuan prioritas distribusi buku. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi permasalahan, penerapan sistem, pelatihan, dan pendampingan penggunaan WMS kepada mitra. Metode MCDM mengombinasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menghasilkan prioritas distribusi berdasarkan empat kriteria, yaitu Pemenuhan Stok, Urgensi, Status Kontrak, dan Riwayat Retur. Pengujian terhadap 10 skenario pesanan menunjukkan kesesuaian rekomendasi sistem dengan keputusan manual historis sebesar 80%, yang dipahami sebagai ukuran konsistensi dengan praktik mitra, bukan akurasi model. Evaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap dua pengguna dari mitra memperoleh skor rata-rata 91,25, yang menunjukkan persepsi kemudahan penggunaan yang sangat baik pada kategori excellent. Penerapan WMS membantu mitra mengelola data logistik serta menentukan prioritas distribusi secara lebih konsisten, transparan, dan terlacak berdasarkan kriteria yang terdefinisi. Kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan gudang dan distribusi buku. Kata kunci: pengelolaan gudang; prioritas distribusi buku; distributor; warehouse management system Abstract Manual logistics data management and distribution prioritization at a book warehouse partner still face challenges, namely subjective and unmeasured priority assessments. This community service program aimed to implement a Warehouse Management System (WMS) based on Multi-Criteria Decision Making (MCDM) to support logistics management and book distribution prioritization. The program was carried out through problem identification, system implementation, training, and mentoring in the use of the WMS for the partner. The MCDM method combined the Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine criteria weights and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to generate distribution priorities based on four criteria: Stock Fulfillment, Urgency, Contract Status, and Return History. Testing on 10 order scenarios showed that the system's recommendations agreed with the partner's historical manual decisions in 80% of cases, which is interpreted as a measure of consistency with the partner's existing practice rather than model accuracy. An evaluation using the System Usability Scale (SUS) with two users from the partner yielded an average score of 91.25, indicating a very good perceived usability in the excellent category. The WMS helped the partner manage logistics data and determine distribution priorities in a more consistent, transparent, and traceable manner based on clearly defined criteria. The program also has the potential to improve the partner's ability to use digital technology to support warehouse management and book distribution. Keywords: warehouse management; book distribution prioritization; distributor; warehouse management system.
Copyrights © 2026