Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Anarkisme Epistemologi Paul K. Fayerabend dan Relevansinya dengan Berpikir Kritis dalam Pendidikan Islam Ikhsan Setiawan; Astrifidha Rahma Amalia
Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2023): Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education has an important role in building a civilization. the main priority of an education system is educating students on how to learn and think critically, but Islamic education is considered to have not been able to achieve this target. Paul K. Feyerabend was a philosopher with the great thought of anarchism epistemology, the basic principle of his thought is anything goes. He argues that there should be no need to be too rigid in using a method or theory. Because none of these methods are perfect, it could be that the methods or theories that we believe and use are not actually theories. This study uses a qualitative approach with the method used, namely library research, by collecting related literature and analyzing it. Paul Feyerabend teaches us to always be critical in understanding things and use diverse perspectives, so it is not easy to blame different understandings. The theory presented by Paul is very relevant to Islamic Education which ideally is very open to critical space and open to all ideas or ideas that differ from our opinions. So that the book of Jesus is wiser and not easy to blame other opinions.
Pendampingan Legalitas Produk UMKM Kerupuk J&R Petungsewu Duwet Tumpang Kabupaten Malang Hudriyah Mundzir; Sri Hudiarini; Muhammad Akhlis Rizza; M. Nanak Zakaria; Astrifidha Rahma Amalia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v12i1.6516

Abstract

Tim Pengabdian Politeknik Negeri Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Petungsewu, Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang dengan mitra UMKM Kerupuk J&R. Kerupuk J&R, merupakan salah satu contoh usaha yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan dalam aspek legalitas produk. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada UMKM Kerupuk J&R tentang pentingnya faktor pendukung usaha, khususnya legalitas dan manajemen usaha, melalui pendampingan dalam pengurusan legalitas agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan. Metode yang diterapkan pada pelaksanaan program kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi dua tahapan utama, yaitu tahap persiapan (pra-pendampingan) dan tahap pelaksanaan (pendampingan). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Petungsewu, Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang melibatkan pelaku UMKM yang menunjukkan antusiasme tinggi melalui partisipasi aktif. Meskipun hasil keseluruhan belum terlihat, manfaat yang dirasakan adalah peningkatan wawasan dan kesadaran tentang pentingnya legalitas produk.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING HALAL BAGI LPNU-UMKM TANI SEJAHTERA DESA DUWET KABUPATEN MALANG Hudriyah Mundzir; Sri Hudiarini; Astrifidha Rahma Amalia; M. Nanak Zakaria; Muhammad Akhlis Rizza; Rofiq Hamzah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2026
Publisher : P3M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/abdimas.v13i1.8836

Abstract

This community service project aims to assist LPNU–UMKM Tani Sejahtera in improving the quality and marketing of organic fertilizer products made from goat manure through the implementation of halal-based digital marketing. UMKM Tani Sejahtera, which is engaged in processing goat manure into organic fertilizer, faces challenges in marketing, branding, and utilizing digital platforms. The service activities were carried out in three phases: preparation, implementation, and evaluation. During the preparation phase, intensive discussions were held to identify the main issues, while the implementation phase involved training on digital marketing, branding, and optimizing the use of social media and marketplaces. Additionally, product identity design emphasizing the halal aspect was carried out. The outcome of this mentoring includes increased understanding of digital marketing and branding, as well as strengthening production and sales capacity through digital platforms. The evaluation shows an increase in the motivation and understanding of the partners in utilizing digital marketing. It is expected that this program will continue to support the sustainability of the UMKM business and encourage them to optimize existing potential, expand markets, and improve their product competitiveness in broader markets.
Digitalisasi Pengelolaan gudang dan prioritas distribusi buku melalui penerapan warehouse management system terintegrasi MCDM pada mitra distributor buku Endah Septa Sintiya; Muhamad Anang Abdullah Faqih; Luqman Affandi; Ridwan Rismanto; Dian Hanifudin Subhi; Astrifidha Rahma Amalia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 5 (2026): October (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i5.42123

Abstract

Abstrak Pengelolaan data logistik dan penentuan prioritas distribusi secara manual pada mitra gudang buku masih menghadapi kendala berupa penilaian prioritas yang subjektif dan belum terukur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan Warehouse Management System (WMS) berbasis Multi-Criteria Decision Making (MCDM) untuk mendukung pengelolaan logistik dan penentuan prioritas distribusi buku. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi permasalahan, penerapan sistem, pelatihan, dan pendampingan penggunaan WMS kepada mitra. Metode MCDM mengombinasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot kriteria dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menghasilkan prioritas distribusi berdasarkan empat kriteria, yaitu Pemenuhan Stok, Urgensi, Status Kontrak, dan Riwayat Retur. Pengujian terhadap 10 skenario pesanan menunjukkan kesesuaian rekomendasi sistem dengan keputusan manual historis sebesar 80%, yang dipahami sebagai ukuran konsistensi dengan praktik mitra, bukan akurasi model. Evaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap dua pengguna dari mitra memperoleh skor rata-rata 91,25, yang menunjukkan persepsi kemudahan penggunaan yang sangat baik pada kategori excellent. Penerapan WMS membantu mitra mengelola data logistik serta menentukan prioritas distribusi secara lebih konsisten, transparan, dan terlacak berdasarkan kriteria yang terdefinisi. Kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan kemampuan mitra dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengelolaan gudang dan distribusi buku. Kata kunci: pengelolaan gudang; prioritas distribusi buku; distributor; warehouse management system Abstract Manual logistics data management and distribution prioritization at a book warehouse partner still face challenges, namely subjective and unmeasured priority assessments. This community service program aimed to implement a Warehouse Management System (WMS) based on Multi-Criteria Decision Making (MCDM) to support logistics management and book distribution prioritization. The program was carried out through problem identification, system implementation, training, and mentoring in the use of the WMS for the partner. The MCDM method combined the Analytic Hierarchy Process (AHP) to determine criteria weights and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to generate distribution priorities based on four criteria: Stock Fulfillment, Urgency, Contract Status, and Return History. Testing on 10 order scenarios showed that the system's recommendations agreed with the partner's historical manual decisions in 80% of cases, which is interpreted as a measure of consistency with the partner's existing practice rather than model accuracy. An evaluation using the System Usability Scale (SUS) with two users from the partner yielded an average score of 91.25, indicating a very good perceived usability in the excellent category. The WMS helped the partner manage logistics data and determine distribution priorities in a more consistent, transparent, and traceable manner based on clearly defined criteria. The program also has the potential to improve the partner's ability to use digital technology to support warehouse management and book distribution. Keywords: warehouse management; book distribution prioritization; distributor; warehouse management system.