Desain program penyuluhan pertanian memerlukan evaluasi berbasis bukti untuk menentukan efektivitas media komunikasi dan metode penyuluhan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat penerimaan petani terhadap penetapan media dan metode penyuluhan dalam rancangan pemanfaatan biochar sekam padi sebagai pembenah tanah di Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pendekatan deskriptif kuantitatif diterapkan dengan melibatkan 40 petani dari tiga kelompok tani yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dengan 21 item pertanyaan dan dianalisis dengan skor persentase pada skala kontinum. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji menggunakan Korelasi Pearson Product Moment dan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian menunjukkan Media folder memperoleh 84,40% (sangat efektif) dan benda sesungguhnya 83,58% (sangat efektif). Metode demonstrasi cara mencapai tingkat penerimaan 84,60% (sangat efektif) dan kunjungan usahatani 83,90% (sangat efektif). Rata-rata gabungan penerimaan media dan metode penyuluhan mencapai 84,10%, berkategori sangat efektif. Penerapan nyata petani terhadap teknologi yang disuluhkan mencapai 15 orang dari 40 orang. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi metode visual partisipatif dengan media konkret secara efektif memfasilitasi transfer pengetahuan teknologi biochar kepada petani berlatar pendidikan rendah. Hasil penelitian memberikan panduan praktis bagi penyuluh pertanian dalam merancang program penyuluhan yang kontekstual.
Copyrights © 2026