Interaksi guru dan murid berperan penting dalam keberhasilan pendidikan, baik dalam penguasaan ilmu maupun pembentukan karakter. Namun, pendidikan kontemporer cenderung menekankan capaian kognitif sehingga dimensi moral dan spiritual dalam hubungan pedagogis kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep interaksi guru dan murid dalam perspektif Al-Qur’an serta relevansinya bagi pendidikan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu’i). Data dikaji dari ayat-ayat Al-Qur’an terkait pendidikan, kitab tafsir klasik dan modern, hadis, serta literatur akademik pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan empat prinsip utama. Pertama, guru berperan sebagai mu’allim, murabbi, dan mu’addib yang menyampaikan ilmu sekaligus membina karakter. Kedua, murid dituntut untuk rendah hati, bersungguh-sungguh, dan menghormati guru. Ketiga, komunikasi pendidikan dilakukan dengan tutur kata yang lembut (qaulan layyinan) dan membuka ruang dialog yang menghargai murid. Keempat, hubungan guru dan murid dilandasi kasih sayang serta keteladanan. Prinsip-prinsip tersebut relevan bagi pengembangan pendidikan Islam yang menyeimbangkan pencapaian akademik, pembentukan akhlak, dan kesadaran spiritual.
Copyrights © 2026