Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, lingkungan kerja fisik, dan lingkungan kerja non fisik terhadap loyalitas kerja nelayan di UD X, baik secara parsial maupun simultan, serta menentukan variabel dominan. Penelitian dilatarbelakangi oleh menurunnya jumlah nelayan aktif melaut dari 70 sampai 74 orang per bulan pada tahun 2022 menjadi 29 sampai 45 orang per bulan pada tahun 2024, meskipun perusahaan telah menyediakan kapal dan peralatan tangkap yang memadai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif. Populasi penelitian adalah nelayan di UD X sebanyak 84 orang dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS versi 26 yang mencakup uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, uji dominan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas kerja (t = 4,675; sig. = 0,000), lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan (t = 3,133; sig. = 0,002), dan lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,954; sig. = 0,004). Secara simultan ketiga variabel berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas kerja (F = 14,496; sig. = 0,000). Lingkungan kerja fisik merupakan variabel paling dominan dengan koefisien regresi 0,269. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas mampu menjelaskan 35,2 persen variasi loyalitas kerja, sedangkan 64,8 persen dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Temuan ini mendukung Job Embeddedness Theory bahwa rendahnya kesesuaian, ikatan sosial, dan pengorbanan yang dirasakan nelayan menurunkan keterikatan mereka terhadap organisasi.
Copyrights © 2026