Baterai lithium-ion pada sistem dirgantara bekerja sebagai subsistem penyimpanan energi yang harus mempertahankan ketersediaan daya, kestabilan operasi, dan keandalan selama siklus penggunaan. Dari sudut pandang fisika, penuaan baterai merupakan perubahan bertahap pada respons listrik, termal, waktu pelepasan, dan proses elektrokimia sehingga tidak selalu dapat direpresentasikan hanya melalui penurunan kapasitas. Penelitian ini mengembangkan pendekatan penilaian kesehatan multidomain menggunakan empat sel National Aeronautics and Space Administration (NASA) Ames Battery Aging, yaitu B0005, B0006, B0007, dan B0018. Tujuh besaran hasil pengukuran siklus digunakan untuk membentuk representasi kondisi baterai yang mencakup kapasitas, tegangan, temperatur, durasi pelepasan, dan resistansi transfer muatan (R_ct). Principal component analysis (PCA) digunakan untuk mereduksi ruang pengamatan, sedangkan K-means digunakan untuk mengidentifikasi beberapa rezim kondisi dengan jumlah kluster K=2–5. Selanjutnya, Multi-Domain Health Index (HI) digunakan untuk menggambarkan tingkat degradasi secara kontinu, sementara R_ct dikaji sebagai besaran elektrokimia untuk prognosis. Dua komponen utama mempertahankan lebih dari 90% variansi pada seluruh sel. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan multidomain mampu menghubungkan besaran fisis yang terukur dengan kondisi baterai secara lebih komprehensif. Kerangka ini memberikan dasar interpretasi yang menggabungkan fisika baterai, pengukuran instrumentasi, karakterisasi kondisi, dan kebutuhan pemantauan kesehatan baterai pada sistem
Copyrights © 2026