Perkembangan kawasan yang pesat dan peningkatan luas permukaan kedap air di lingkungan kampus dapat secara signifikan mengubah respons hujan–limpasan serta meningkatkan beban hidraulik pada sistim drainase yang telah ada. Penelitian ini mengevaluasi respons hidrologi dan kinerja hidraulik sistim drainase di Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) Tembalang, Semarang, dengan penekanan pada identifikasi lokasi drainase kritis berdasarkan kejadian hujan rancangan kala ulang 5 tahun. Daerah tangkapan kampus seluas 300 ha dianalisis menggunakan data hujan maksimum tahunan dari Stasiun Hujan Pucanggading periode Tahun 1994 sampai dengan Tahun 2025. Analisis frekuensi dilakukan menggunakan distribusi Log Pearson III berdasarkan hasil uji kesesuaian distribusi. Transformasi hujan–limpasan dan simulasi jaringan drainase dilakukan menggunakan Storm Water Management Model (SWMM). Kapasitas pengaliran saluran drainase selanjutnya dievaluasi menggunakan persamaan Manning dan dibandingkan dengan debit puncak hasil simulasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan rancangan kala ulang 5 tahun sebesar 142 mm. Simulasi SWMM menghasilkan debit puncak PPLH 0,13 m3/dt, FEB 3,88 m3/dt, Jurang Blimbing 0,08 m3/dt, Peternakan 0,12 m3/dt, Tugu Arah LPPU 1,51 m3/dt. Penampang saluran pada PPLH dan FEB sudah mendekati kapasitas yang memadahi walaupun belum bisa menampung debit rancangan dengan baik, sedangkan pada Jurang Blimbing, Peternakan, dan Tugu arah LPPU mengalami defisit kapasitas yang cukup signifikan. Mengingat pesatnya pembangunan gedung pada Kampus UNDIP Tembalang, keterbatasan lahan resapan, tingginya hujan maksimum, maka untuk menunjang sistim drainase yang berkelanjutan, implikasi teknis yang diarahkan pada penerapan rainwater harvesting, kolam retensi, sumur resapan, dan pemanfaatan pavement berpori untuk mereduksi puncak debit dan memperkecil limpasan permukaan.
Copyrights © 2026