Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) membutuhkan keterlibatan masyarakat dan dukungan kader kesehatan agar kegiatan promotif dan preventif dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kader kesehatan dalam pelaksanaan GERMAS serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di UPT Puskesmas Pangkalan Susu Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive sebanyak enam orang, terdiri atas satu pemegang program GERMAS, empat kader dusun, dan satu Kader Pembangunan Manusia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check, sedangkan analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader berperan sebagai penyuluh kesehatan, penggerak masyarakat, pendamping kegiatan, penghubung masyarakat dengan petugas kesehatan, serta pelaksana pencatatan dan pelaporan. Peran tersebut didukung oleh puskesmas, pemerintah desa, pelatihan dan pembinaan, sarana, kerja sama, insentif, serta motivasi kader. Hambatan meliputi rendahnya partisipasi dan kesadaran masyarakat, kesibukan, cuaca, perubahan jadwal, keterbatasan waktu, dan kendala sarana. Meskipun GERMAS tidak lagi berjalan sebagai program khusus di bawah Promosi Kesehatan, prinsip GERMAS tetap terintegrasi dalam Posyandu dan kegiatan kesehatan tingkat dusun. Penguatan pembinaan kader, koordinasi, pencatatan kegiatan, dan strategi peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan GERMAS secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026