Pembelajaran materi Tartīb al-Āyāt wa as-Suwar pada mata kuliah Ulumul Qur’an masih cenderung berorientasi pada pemahaman konseptual dan belum mampu mengembangkan kemampuan analisis mahasiswa secara optimal. Mahasiswa umumnya memahami ayat dan surah secara parsial tanpa mengaitkannya dengan hubungan makna antarayat maupun antarsurah melalui kajian munāsabah. Kondisi ini menyebabkan rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dalam menganalisis struktur dan kandungan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis munāsabah pada materi Tartīb al-Āyāt wa as-Suwar serta menguji kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di IAI Darussalam Martapura. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, validasi ahli, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli kurikulum dan pembelajaran (96,43%), praktisi PAI (92,26%), serta pemerhati PAI (93,45%), sedangkan validasi ahli materi memperoleh kategori layak (60,71%). Hasil uji efektivitas menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0,023 (<0,05), yang mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan analisis mahasiswa setelah menggunakan bahan ajar yang dikembangkan. Dengan demikian, bahan ajar berbasis munāsabah dinyatakan layak dan efektif untuk meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa pada mata kuliah Ulumul Qur’an. Pengembangan ini berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kritis, sistematis, dan berorientasi pada HOTS dalam kajian Al-Qur’an.
Copyrights © 2026