Tujuan: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut membangun kecakapan teknis sekaligus etika profesi yang bersumber dari nilai keagamaan. Namun, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) biasanya berhenti pada pengetahuan konseptual sehingga muncul kesenjangan antara mengetahui (knowing) dan bertindak (doing), terutama pada Fikih Ibadah. Penelitian ini bertujuan mengkaji cara integrasi berkelanjutan (sustained integration) bekerja dalam pembelajaran Fikih Ibadah, dari ruang kelas hingga perilaku etis peserta didik. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal di SMK Nuruz Zaman. Informan kunci terdiri atas empat guru PAI dan kepala sekolah, dilengkapi perspektif peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan tiga fase yang saling mengikat: (1) sinkronisasi pedagogis, yakni pemaduan pengetahuan hukum ibadah dengan praktik langsung dan penetapan praktik sebagai indikator ketuntasan belajar; (2) penguatan nilai melalui pembiasaan keagamaan terstruktur berupa salat duha berjamaah dan tadarus Al-Qur'an yang dikawal oleh seluruh warga sekolah; dan (3) manifestasi perilaku etis yang tampak pada budaya santun, sikap hormat, dan kebiasaan bersalaman (salim) kepada guru. Ketiga fase ini dibaca melalui perspektif nilai Aswaja an-Nahdliyah, yakni tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang), yang hidup secara kultural di lingkungan pesantren dan sekolah berbasis komunitas Nahdliyin, meskipun sekolah yang diteliti tidak berada di bawah naungan struktural NU. Implikasi: Temuan ini berimplikasi pada perancangan kurikulum PAI berperspektif Aswaja an-Nahdliyah yang memosisikan sekolah sebagai ekosistem pembelajaran terpadu. Orisinalitas: Penelitian ini menawarkan penjelasan berorientasi proses tentang bagaimana Fikih Ibadah dapat menjadi fondasi etika profesi berlandaskan nilai Aswaja an-Nahdliyah apabila pemahaman, praktik, dan pembiasaan dihubungkan secara konsisten.
Copyrights © 2026