Masalah yang terjadi pada penderita diabetes melitus tipe II adalah volatilitas glukosa darah akibat ketidaksesuaian antara nutrisi, aktivitas fisik, dan farmakoterapi. Penderita diabetes melitus yang tidak melakukan aktivitas fisik memiliki metabolisme otot yang rendah sehingga mengakibatkan penurunan penggunaan glukosa dalam aliran darah yang dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah hingga terjadi hiperglikemia. Hiperglikemia yang tidak tertangani dapat mengakibatkan ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik dapat dicegah dengan senam kaki dan screening ulkus kaki diabetik. Metode ini menggunakan penyuluhan langsung untuk 21 lansia penderita diabetes melitus di Desa Muktiharjo Kidul. Pelaksanaan kegiatan ini memiliki tiga fase, yaitu fase persiapan, fase persiapan, dan fase evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien yang memiliki risiko rendah ulkus kaki diabetik ada 3 responden. Kemudian, pasien yang memiliki risiko sedang ulkus kaki diabetik ada 18 responden. Pasien yang memiliki risiko sedang lebih banyak jumlahnya dari pasien yang memiliki risiko rendah. Pasien yang rutin melakukan latihan kaki diabetes yang dilakukan secara konsisten selama 30-60 menit dalam jangka waktu yang lama secara signifikan meningkatkan sensitivitas kaki pasien diabetes melitus.
Copyrights © 2025