Latar belakang: Tekanan lingkungan dan tantangan pengelolaan limbah meningkatkan relevansi Green Supply Management (GSM) bagi UMKM kuliner. Di Kabupaten Gianyar, aktivitas pariwisata dan kuliner memperbesar arus bahan baku, kemasan, dan limbah organik, sementara adopsi GSM masih terkendala keterbatasan sumber daya dan dukungan rantai pasok yang belum merata. Tujuan: Penelitian ini menguji pengaruh struktural kesiapan organisasi, kolaborasi pemasok, dan dukungan regulasi terhadap niat adopsi GSM pada UMKM kuliner di Kabupaten Gianyar. Metode: Penelitian menggunakan survei eksplanatori cross-sectional terhadap 100 pemilik/pengelola UMKM kuliner yang dipilih secara purposive dengan kriteria bergerak di bidang kuliner, memiliki pemasok bahan baku tetap, dan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan. Data dianalisis dengan PLS-SEM melalui evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil: Kesiapan organisasi dan dukungan regulasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi GSM, sedangkan kolaborasi pemasok tidak signifikan. Model menjelaskan 74,1% variasi niat adopsi (R² = 0,741), dengan kontribusi terbesar berasal dari kesiapan organisasi. Kesimpulan: Niat adopsi GSM pada UMKM kuliner di daerah pariwisata lebih ditentukan oleh kesiapan internal dan dukungan regulasi daripada kolaborasi pemasok yang ada. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian simultan faktor internal dan eksternal serta identifikasi kolaborasi pemasok sebagai mata rantai yang masih perlu diperkuat secara strategis.
Copyrights © 2026