Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif tentang: 1) fungsi tenun tradisional khas Lenek, Nusa Tenggara Barat dan 2) makna penggunaan tenun tradisional khas Lenek, Nusa Tenggara Barat. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Desa Lenek, dan sumber informasi utama adalah Bapak H. Muhammad Nasar yang merupakan tokoh adat atau tetua di desa tersebut. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah Bapak Khaerudin selaku tokoh masyarakat Desa Lenek, Ibu Aini dan Ibu Nurhasyiah selaku masyarakat Desa Lenek. Proses pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara sebagai teknik penelitian, dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi dan pedoman wawancara. Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Tenun tradisional Lenek memiliki tiga peran berbeda, yaitu aktivitas sehari-hari, fungsi sosial budaya, dan fungsi ekonomi. 2) Tenun tradisional khas lenek memiliki makna pada warna tenun yang digunakan a) warna hijau digunakan untuk menggendong bayi pada acara pemotongan rambut (kuris) b) warna merah digunakan untuk mengikat perut ibu yang baru melahirkan tali sedok c) warna kuning keemasan digunakan sebagai sarung pengantin laki-laki, sarung ini digunakan pada acara pernikahan.
Copyrights © 2024