Sekolah Indonesia di luar negeri berperan menjaga mutu akademik sekaligus identitas kebangsaan peserta didik yang tumbuh dalam lingkungan multikultural. Guru Sekolah Indonesia Tokyo (SI Tokyo) membutuhkan pendampingan dalam menyusun asesmen literasi dan numerasi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) sesuai kerangka Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) serta dalam mengembangkan literasi kreatif bermuatan nilai budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam pembelajaran deep learning melalui asistensi penyusunan soal HOTS berbasis AKM dan bimbingan teknis pembuatan fiksimini berbasis nilai budaya dan wawasan kebangsaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif berupa workshop konsep, asistensi bertahap (scaffolding), konsultasi produk, dan diseminasi hasil, yang dilaksanakan secara daring pada 2–4 September 2026 dan luring pada 10–11 September 2026. Evaluasi dilakukan melalui observasi, analisis produk guru, dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang miskonsepsi penyusunan soal HOTS, mampu menyusun dan mempresentasikan soal literasi berbasis AKM, serta memperoleh bekal membimbing penulisan fiksimini. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring pendidikan Indonesia di Jepang melalui silaturahmi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo. Model pendampingan ini layak dikembangkan secara berkelanjutan bagi sekolah Indonesia di luar negeri.
Copyrights © 2026