Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dikotomi antara kajian fonologi Arab tradisional yang dianggap normatif dengan sains linguistik modern yang empiris, yang berisiko memarjinalkan khazanah intelektual klasik sebagai dogma statis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran fonologi Ibnu Jinnī dalam kitab Sirr Ṣinā‘at al-I‘rāb terhadap prinsip-prinsip fonetik modern menggunakan metode kualitatif jenis studi pustaka (library research) dengan teknik analisis konten komparatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Jinnī memiliki fondasi saintifik yang visioner, di mana deskripsi mekanisme suara beliau selaras dengan konsep pulmonic egressive airflow, pemetaan titik artikulasi (makhārij al-ḥurūf) yang presisi sesuai standar IPA, serta klasifikasi jahr dan hams yang akurat terhadap aktivitas pita suara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi linguistik Arab klasik memiliki validitas saintifik yang melampaui zaman dan tetap relevan sebagai basis pengembangan teori fonologi di era digital. Sinergi antara kearifan klasik dan metodologi modern ini terbukti mampu memitigasi dikotomi pemikiran sekaligus memperkaya inovasi dalam metodologi pengajaran bahasa Arab secara universal.
Copyrights © 2026