Asam salisilat merupakan bahan aktif keratolitik dan komedolitik yang digunakan dalam berbagai sediaan dermatologis topikal. Penelitian ini bertujuan menetapkan kadar asam salisilat serta membandingkan profil pelepasannya secara in vitro dari sediaan gel konvensional dan nanogel yang mengandung asam salisilat 1%. Nanogel disiapkan melalui homogenisasi dan ultrasonikasi, kemudian dikarakterisasi ukuran partikelnya secara instrumental. Penetapan kadar dilakukan menggunakan spektrofotometri UV–Vis, sedangkan pelepasan zat aktif diamati selama 360 menit melalui membran dialisis dalam alat disolusi tipe keranjang yang dimodifikasi, menggunakan dapar fosfat pH 7,4. Kadar rata-rata asam salisilat dalam gel dan nanogel berturut-turut sebesar 1,08205% dan 1,08492%, dengan ukuran partikel nanogel yang dilaporkan sebesar 51 nm. Pada menit ke-360, pelepasan kumulatif mencapai 47,664% untuk gel dan 85,078% untuk nanogel. Nilai koefisien determinasi (R²) kurva kalibrasi dalam etanol dan dapar fosfat masing-masing sebesar 0,999909 dan 0,999490. Di antara model yang dievaluasi, persamaan Higuchi memberikan R² tertinggi pada gel (0,99359) dan nanogel (0,99292). Dalam kondisi pengujian tersebut, nanogel memperlihatkan pelepasan kumulatif lebih tinggi; tetapi, ketersediaan hanya satu profil pelepasan per sediaan tidak memungkinkan penetapan signifikansi statistik atau penarikan kesimpulan mengenai keunggulan klinis
Copyrights © 2026