Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI MINYAK NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) DALAM SEDIAAN PELEMBAB KULIT DAN BIBIR minda sari lubis
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i1.384

Abstract

Minyak nyamplung kaya asam lemak, sehingga dapat memperbaiki barrier kulit yang rusak dan membantu meningkatkan kelembaban kulit. Kulit dan Bibir yang kering menyebabkan penampilan tidak enak dipandang dan tidak nyaman, maka diperlukan adanya produk yang mampu melindungi dan menjaga kelembaban kulit dan bibir. Tujuan penelitian untuk memformulasikan dan karakterisasi sediaan pelembab kulit dan bibir minyak nyamplung serta efektivitas kelembaban. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang  meliputi penyiapan sampel, pembuatan sediaan, stabilitas fisik yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar untuk sediaan pelembab kulit,khusus sediaan pelembab bibir dilakukan uji daya oles, pemeriksaan suhu lebur dan penentuan nilai breaking point serta pemeriksaan efektivitas kelembaban untuk semua sediaan pelembab. Minyak nyamplung dalam sediaan pelembab kulit dan bibir memiliki stabilitas fisik yang baik, memiliki susunan yang homogen, nilai pH 4,9 - 5,6, daya sebar 5,4 – 5,5, dan untuk sediaan pelembab bibir menunjukkan kemudahan sediaan dioleskan dan memberi kesan berminyak, suhu lebur berkisar  52-54,5, nilai breaking point berkisar 300-377 g. Sediaan pelembab kulit konsetrasi 17% menunjukkan peningkatan kelembaban kulit sebesar 66,4 dan pelembab bibir sebesar 67,1%. Sediaan pelembab kulit dan bibir minyak nyamplung  merupakan sediaan yang stabil dan efektif melembabkan kulit dan bibir kering.
PENCEGAHAN DINI CACINGAN PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DENGAN PRAKTEK CUCI TANGAN PAKAI SABUN YANG BAIK DAN BENAR DI PAUD ANYELIR MEDAN Minda Sari Lubis
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2017): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v1i2.219

Abstract

Pencegahan dini cacingan pada anak usia pra sekolah dengan praktek cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar di paud anyelir medan telah dilaksanakan. Kegiatan ini bertujuan: untuk mendeskripsikan aktivitas pembelajaran mencuci tangan melalui metode demonstrasi, mendeskripsikan tingkat efektivitas metode demonstrasi dalam pembelajaran mencuci tangan pada Sekolah Paud Anyelir di Medan, guru diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran mencuci tangan dan membiasakan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Anak-anak pra sekolah bagi anak-anak yang berumur 3-5 tahun agar dapat meningkatkan kemampuan mencuci tangan melalui metode demonstrasi, sekolah adalah salah satu pedoman untuk merencanakan program pembelajaran dan menjadi acuhan dalam melengkapi sarana dan prasarana pembelajaran. Pelaksanaan Pencegahan dini cacingan pada anak usia pra sekolah dengan praktek cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar di paud anyelir medan telah dilaksanakan berjalan dengan baik, indicator keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari kelompok mitra telah berhasil membuat pedoman pendidikan anak dan peranserta kelompok mitra dalam kegiatan yang dilaksanakan sangat aktif.
PKM PENYULUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK KEPADA MASYARAKAT DESA TEMBUNG Minda Sari Lubis; Debi Meilani; Rafita Yuniarti; Gabena Indrayani Dalimunthe
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2019): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v3i1.246

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang penting digunakan dalam pengobatan infeksi akibat bakteri. Tingginya penggunaan antibiotika yang tidak tepat pada masyarakat disebabkan kurangnya pengetahuan tentang antibiotika yang menyebabkan meningkatnya masalah resistensi antibiotika. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Tembung tentang penggunaan antibiotika. Pengabdian masyarakat ini merupakan Pengabdian masyarakat deskripsi, dengan metode pendekatan crosssectional, menggunakan instrumen berupa kuesioner. Total 30 responden dalam Pengabdian masyarakat ini adalah penduduk Lingkungan III, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat di Desa Tembung entang penggunaan antibiotik yang tepat. Adapun Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi dan Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotika.
PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI KULIT BUAH NAGA MERAH SERTA APLIKASINYA PADA MAKANAN Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti; Ariandi
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2020): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v4i2.512

Abstract

Kulit buah naga merah merupakan limbah hasil pertanian yang mengandung zat warna alami antosianin cukup tinggi. Antosianin merupakan zat warna yang berperan memberikan warna merah yang berpotensi menjadi pewarna alami untuk pangan dan dapat dijadikan alternatif pengganti pewarna sintetis yang lebih aman bagi kesehatan. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah kunjungan ke lokasi mitra, demontrasi pelatihan pembuatan pewarna alami, demontrasi pelatihan pembuatan hasil olahan makanan menggunakan pewarna alami, dan sosialisasi serta pemberian strategi pemasaran produk di jalan Perbatasan Dusun V Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Hasil yang diperoleh dari pengabdian ini yaitu serbuk alami dan hasil olahannya dari kulit buah naga merah. Adapun kesimpulan kegiatan ini setelah dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya pewarna sintetik, disamping itu masyarakat juga mengenal dan mengetahui tentang bahan pewarna alami yang baik untuk kesehatan, serta dapat menambah pendapatan sampingan masyarakat dengan membuat produk makanan mengunakan pewarna alami kulit buah naga merah.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Peningkatan Produktivitas Lebah Madu Trigona Batu Katak Yayuk Yuliana; Minda Sari Lubis; Vera Kristiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Volume 4 Nomor 6 Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i6.4354

Abstract

ABSTRAK Budidaya lebah madu lebih banyak dilakukan di bawah daerah penyangga hutan. Kelompok Budidaya Trigona Batu Katak yang dijalankan Bapak Kelengi Sitepu merupakan penjual sekaligus peternak di dusun Batu Katak, Desa Batu Jong-Jong. Bapak Kelengi Sitepu memproduksi madu unggulanya yaitu Trigona Batu Katak. Proses pengolahan Madu ini dimulai ketika lebah madu siap panen. Kemudian dilakukan pemerasan sari madu menggunakan alat sederhana, dan ditampung ke dalam jerigen untuk dikemas. Proses pemerasan pengemasan madu dilakukan di rumah secara manual. Kendala yang dialami oleh pengusaha madu ini adalah pengemasan yang masih sederhana belum menggunakan label dan botol yang menarik sehingga sulit untuk menembus toko. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut diatas, kami akan memberikan solusi dengan metode pelaksanaan yaitu pendampingan dan penerapan pengemasan dan label kemasan.  Hasil yang dicapai setelah pelaksanaan kegiatan tersebut adalah Dapat membuat kemasan botol madu lebih menarik sehingga memiliki daya saing dipasaran salah satunya  pada saat pandemic covid 19 ini,pihak Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung sudah memesan dan mengkonsumsi Madu Trigona Batu Katak. Kata Kunci: Kemasan, Madu, Lebah, Budidaya  ABSTRACT The cultivation of honey bees is mostly carried out in the buffer zones. The Trigona Batu Katak Cultivation Group, which is run by Mr. Kelengi Sitepu, is a seller as well as a breeder in Batu Katak hamlet, Batu Jong-Jong Village. Mr. Kelengi Sitepu produces his superior honey, namely Trigona Batu Katak. This honey processing process begins when the honey bees are ready to harvest. Then the honey juice is squeezed using a simple tool, and it is put into a jerry can for packaging. The process of squeezing the honey packaging is done at home manually. The constraints that serve honey entrepreneurs are the simple packaging, not using attractive labels and bottles, making it difficult to get through to the collection. Based on the partners' problems mentioned above, we will provide a solution with the implementation method, namely assistance and application of packaging and packaging labels. The results achieved after the implementation of this activity were being able to make honey bottle packaging more attractive so that it had competitiveness in the market, one of which was during the COVID 19 pandemic, the Mount National Park Office had ordered and consumed Trigona Batu Katak Honey. Keywords: Packaging, Honey, Bees, Cultivation
PKM Development of Herb Business Traditional Buffer Area Forest Leuser Yayuk Yuliana; Wan Dian Safina; Minda Sari Lubis
Jurma : Jurnal Program Mahasiswa Kreatif Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : LPPM UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jurma.v6i2.1583

Abstract

The Tambar Malem group, which currently consists of housewives still producing traditional Karo concoctions. This group is located in Batu Katak Hamlet, Batu Jong Jong Village. Potions- potions produced by the Medicinal Plant Cultivation Group and produce it Becomes worthy for for sale moment it still is belong simple. Plant The ingredients cultivated are turmeric, galangal, kencur, bengle, temu Kunci, lemon grass, wake-up leaves. get up and other types. Materials are collected from the garden or purchased and then washed and cleaned then processed manually using simple tools such as machetes, knives and swallow. The nutritious rhizomes and leaves are chopped on the chopping board with a machete. After it is felt that these ingredients get the desired texture as a whole the ingredients are mixed into one so that the ingredients are evenly mixed. After this process, do it drying that still relies on solar energy to dry the material. that way is one of the process of making spray. The problems faced are the method of production, still using traditional methods. In production still use simple tools and manual so the amount of production is still small. Methods of implementation using education and counseling, and training. Solutions to partner priority problems from Aspect production ie with procurement and use of equipment. The result achieved is an increase in the quality of the herb product.
EDUKASI DAN SOSIALISASI MENCUCI TANGAN DENGAN SABUN UNTUK MENCEGAH VIRUS COVID-19 KEPADA SISWA DI SEKOLAH MIS ASTOFFAINA DESA SIDOMULYO KECAMATAN BIRU-BIRU Yayuk Putri Rahayu; Minda Sari Lubis; D. Elysa Putri Mambang
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i1.1365

Abstract

Berdasarkan deklarasi World Health Organization (WHO) tentang pandemi global COVID-19 yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, maka salah satu gerakan pencegahan penularan COVID-19 adalah dengan memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun. Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus COVID-19, maka perguruan tinggi berperan serta dal am melaksanakan pengabdian kepada masyarakat tentang pentingnya edukasi dan sosialisasi mencuci tangan menggunakan sabun, dan keterampilan mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO kepada siswa di sekolah Yayasan Pendidikan Ar-Ridha, MIS Astoffaina, Desa Sidomulyo Kecamatan Biru-biru. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan tahapan: (1) Tahapan survey, kerjasama dengan mitra, dan menentukan tema kegiatan; (2) Tahapan persiapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM); (3) Tahapan sosialisasi (penyampaian materi) dengan metode ceramah edukasi tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun; dan (4) Pelatihan keterampilan cara mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO. Setelah siswa mengikuti kegiatan PKM, pengetahuan siswa tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun meningkat menjadi 64-76%, dan keterampilan siswa tentang cara mencuci tangan sesuai standar WHO meningkat menjadi 60-72%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam mencuci tangan yang benar sesuai standar WHO.
A FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN BALSEM STICK DARI LENGKUAS (Alpinia galanga (L.) Willd) DAN LADA HITAM (Piper nigrum L.) Sri Mulia Ningsih Siregar; Gabena Indrayani Dalimunthe; Minda Sari Lubis; Rafita Yuniarti
Jurnal Buana Farma Vol. 2 No. 4 (2022): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v2i4.580

Abstract

Secara umum balsem digunakan dengan cara mengoleskan menggunakan tangan hingga dapat menyebabkan rasa panas, lengket dan sulit di cuci. Salah satu solusinya adalah pembuatan balsem dalam bentuk stick yang penggunaanya lebih praktis dan nyaman digunakan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd) dan lada hitam (Piper nigrum L.) dapat diformulasikan dalam sediaan balsem stick. Penelitian ini bersifat eksperimental, tahapan penelitian ini meliputi pengolahan bahan tumbuhan, pembuatan ekstrak, karakterisasi simplisia, skrining fitokimia dan pembuatan sediaan balsem stick dengan 4 formula dengan menggunakan beberapa uji mutu fisik sediaan. Hasil penelitian diperoleh bahwa seluruh sediaan yang dihasilkan memenuhi persyaratan uji mutu fisik sediaan meliputi homogenitas, stabil selama penyimpanan 28 hari, pH 6,6-6,8, titik lebur 68ºC-69ºC, dan tidak mengiritasi kulit. Formula balsem stick yang paling baik menurut uji kesukaan (Hedonic) adalah formula III dengan konsentrasi lengkuas 7,5% dan lada hitam 7,5% . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak lengkuas dan lada hitam dapat di formulasikan dalam sediaan balsem stick, semua formula memenuhi syarat uji mutu fisik sediaan. Formula balsem stick yang paling baik menurut uji kesukaan berdasarkan parameter aroma, warna dan sensasi hangat dikulit. adalah formula III dengan konsentrasi lengkuas 7,5% dan lada hitam 7,5%
Pemanfaatan Bayam Merah (Amaranthus Gengiticus L) Sebagai Pewarna Alami pada Makanan Basah Denni Bahari; Ridwanto Ridwanto; Minda Sari Lubis
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 1, No 3: September 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v1i3.99

Abstract

Bayam merah merupakan tumbuhan yang banyak memiliki manfaat. Bayam merah dapat bermanfaat dalam produksi pangan sebagai pewarna makanan alami, karena bayam merah mengandung antioksidan salah satunya adalah antosianin. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan zat warna alami bayam merah sebagai pewarna alami makanan dalam bentuk serbuk. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara bayam merah dihaluskan dengan menggunakan blender kemudian disaring dan diambil filtratnya lalu dikeringkan dilemari pengering lalu digerus sampai homogen. Kesimpulan bayam merah (Amaranthus gengiticus L) dapat dijadikan serbuk. Zatwarna yang diperoleh dari bayam merah diaplikasikan pada makanan dengan perbandingan 12,5 g dan 25 g. Hasil uji kesukaan (Hedonic Test) aplikasi zat warna yang paling disukai panelis pada sediaan kue klepon yaitu sediaan 25 g dengan persentase 4,29% dan pada sediaan kue bolu yaitu sediaan 25 g dengan persentase 4,29%.
Pkm Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Batu Jong Jong Yayuk Yuliana; Wan Dian Safina; Minda Sari Lubis; Slamet Indarjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i3.8529

Abstract

ABSTRAK Budidaya lebah madu adalah salah satu kegiatan usaha yang tidak berbasis lahan, sehingga tidak menjadi pesaing bagi usaha pertanian pada umumnya. Perlebahan berperan dalam optimalisasi sumber daya alam dan sumber daya ekonomi. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan peningkatan pendapatan dari budidaya Trigona Batu Katak. Pasca ditutupnya Ekowisata Batu Katak karena adanya pandemi COVID-19, budidaya lebah Trigona yang telah dilakukan di Dusun Batu Katak terbukti bisa membantu menopang perekonomian pembudidaya lebah jenis ini. Madu dari Trigona menjadi salah atau suplemen yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga permintaan pasar meningkat. Permasalahan dalam budidaya lebah Trigona Batu Katak adalah terkait jumlah produksi yang belum optimal. Masalah produksi meliputi keterbatasan peralatan yang dimiliki petani seperti belum memadainya alat pemanen madu. Masalah selanjutnya adalah adanya  serangan hama beruang dan monyet yang merusak stup-stup madu sehingga kapasitas produksi menurun. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah penyuluhan atau edukasi, pelatihan implementasi teknologi dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat. Hasil dari Kegiatan pengabidan kepada masyarakat ini telah meningkatkan iptek mitra Kelompok Budidaya Trigona Batu Katak.Terdapat  Peningkatan pendapatan dari hasil panen madu setelah implementasi teknologi tepat guna dalam budidaya Trigona.  Kata Kunci: Teknologi, Perekonomian, Kesejahteraan  ABSTRACT Honey bee cultivation is a business activity that is not based on land, so it does not become a competitor for agricultural businesses in general. Beekeeping plays a role in optimizing natural resources and economic resources. Community service aims to improve people's welfare by increasing income from cultivating Trigona Batu Katak. After the closure of the Batu Katak Ecotourism due to the COVID-19 pandemic, Trigona beekeeping which has been carried out in Batu Katak Hamlet has proven to be able to help support the economy of this type of bee cultivator. Honey from Trigona is either a supplement or a supplement that can increase the body's resistance so that market demand increases. The problem in Trigona beekeeping in Batu Katak is related to the amount of production that has not been optimal. Production problems include limited equipment owned by farmers such as inadequate honey harvesting tools. The next problem is the attacks by bears and monkeys which damage the honey stup so that production capacity decreases. The method used in this activity is counseling or education, technology implementation training from the Community Service team. The results of this community service activity have increased the science and technology of the partners of the Trigona Batu Katak Cultivation Group. There has been an increase in income from honey harvest after implementing appropriate technology in Trigona cultivation. Keywords: Technology, Economy, Welfare
Co-Authors A'dilah, Nur Adani, Bazlina Adela Octi Dwiyani Adjelie, Tiara Afifah, Puan Ibni Alfi Wahyudi Nasution Alma Dhita Shafira Amaliana, Amaliana Andjelie, Tiara Anggraini, Dea Puspa Anny Sartika Daulay Anugrah, Bayu Ariandi Arianti, Sellin Arina Aulia Fitri, Aulia Aulia, Meisyah Ayuningrum, Annisa Bambang Hermanto Bilal, Mohd. Chairina Milda Cindy Marlina Tambunan Cut Dian Mala Luthfia D Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D. Elysa Putri Mambang D.Elysa Putri Mambang Debi Meilani Dena, Mutia Denni Bahari Dewa, Fasca Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Efendi, Tania Tiara Ellyza, Chella Emmy Wiriandini Fauziah Zain Fithri Pulungan, Ainil Fitri Febriani Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Haris Munandar Nasution Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hendraputra, Hardy Handoko Heru Adha Prayogo Husna, Miftahul Hutagalung , Septi Ratna Cempaka Hutagalung, Riris Br Ika Fitriani Indah Nasution Inna Myesha Junia Fitri Hayani Juwita, Sukma Karismawati Karlina Butar Butar Khoyrill Muttiin Kiki Rawitri Krisna Juniharta Napitupulu Lestari, Seri Lestari, Sri Indah Linda, Rosa Lisda Mayanti Lubis, Nadya Frestika Lubis, Nurazizah Lubis, Zulkifli Ismail M. Arya Wiguna Madani Sirait maghfirah, Suci Mambang, D Elysa Putri Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Meutia, Cut Meylisa Pratami Br Sinaga Miftahul Jannah Milwani Harahap Miranza, Nona Misna Rosalinda Hutabarat Muhammad Amin Nasution Muhammad Tegar Tri Rizky Nadia Salsabilla Nasri Nasri, Nasri Nasution , Muhammad Amin Nasution, M Pandapotan Nasution, M. Pandapotan Nasution, Vevi Sarah Nia Novranda Pertiwi Ningtias, Anggitha Novi Yuliandari Novita Sari, Helsa Novriani Putri Santia Nur Asia, Nur Nuratika, Eli Nurfadilla, Kiki Nurul Salsa Abya Ritonga Nurwijayanti Pulungan, Anili Fithri Purba , Intan Sabila Putri Purba, Juvantri Fablo Puteri, Cut Intan Annisa Putri , Adilla Putri Rahayu, Yayuk Rafita Yuliarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rafita Yuniarti Rahma Maulidia Fitri Rahmi, Sofia Ramadhan , Yusril Rambe, Sitiapsah Rapita Yuniarti Rati , Yuliandini Rezky , Deswita Ina Riani, Nur Aslin Ridwan Taher Lubis Ridwanto Ridwanto Ritonga , Nur Sakina Ritonga , Septi Ani Ritonga, Oktavia Rohmah, Roihanah Rosalinda Mahdalena Sinaga Rosalinda Mahdalena Sinaga Safitri , Nurhaliza Sagita Marina Simatupang Sandika, M Teguh Sari, Syilvi Rinda Satri Situmorang, Rati Savika, Anggraini Selvicahyani, Selvicahyani Shinta Mida Ariani Harahap Sihotang, Laura Indah Restu silalahi, zahra salsabila Sinaga, Rosalinda Mahdalena Sindi, Sindi Siregar , Misbah Siregar , Runisya Maugin Utami Siregar, Hikmatussabaria Siregar, Rina Paramitha Siti Aisyah Jamil Siti Anisa Sitinjak, Iyustri Ririn Slamet Indarjo Sri Harti Sri Mulia Ningsih Siregar Sri Murni Sri Ria Ranti Sri Wahyuni Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Surendro, Yasmeen Nazhifah Amani Syafa Nadira Ashiilah Syafira, Nona Syafirna, Nada Tia Nazilla Titin Agustina Trisha Wulan Erja Ulmi, M Rayhan Ummu Safura Sirait Vera Estefania Kaban Vera Kristiana Wan Dian Safina Widya, Rizka Wilda Septia Winda Aulia Yadi, Hervi Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yayuk Yuliana Yuni Sartika Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Yuniarti, Rapita Zahara, Fitria Siti Zahira Ahmad, Madani Zannah , Muhamad Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulhij, Fizrya Zulmai Rani