Pendidikan merupakan proses sosialisasi yang senantiasa berlangsung dalam dinamika konteks sosial dan lingkungan eksternal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dialektis antara lingkungan sosial dengan pencapaian pendidikan melalui sintesis teori ekologi Bronfenbrenner dan gagasan Tri Pusat Pendidikan Ki Hajar Dewantara. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka (library research) terhadap literatur sosiologi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan proses pembelajaran sangat bergantung pada keharmonisan interaksi antara lingkungan keluarga (informal), sekolah (formal), dan masyarakat (nonformal). Meskipun demikian, perkembangan teknologi digital dan kesenjangan status sosial-ekonomi menciptakan tantangan baru berupa redefinisi ruang belajar (cyber-environment) serta ketimpangan akumulasi modal budaya. Kesimpulannya, pendidik dan pemangku kebijakan perlu menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis konteks sosial (Contextual Teaching and Learning) serta memperkuat sinergi meso-sistem guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan adaptif di era digital.
Copyrights © 2026