Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan safety culture sebagai variabel mediasi pada Divisi Warehouse Emirates Engineering Dubai tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Populasi berjumlah 150 karyawan tetap, dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin serta didukung observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan (β = -0,198) dan safety culture (β = -0,457). Sebaliknya, lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (β = 0,312) dan safety culture (β = 0,492). Safety culture berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (β = 0,488) serta memediasi secara parsial pengaruh beban kerja (β = -0,223) dan lingkungan kerja (β = 0,240) terhadap kinerja karyawan. Model menjelaskan 52,7% variasi kinerja karyawan dan 34,3% variasi safety culture. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian beban kerja, perbaikan lingkungan kerja, dan penguatan safety culture untuk mendukung kinerja karyawan warehouse MRO.
Copyrights © 2026