Masyarakat pesisir menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga akibat pola pendapatan yang fluktuatif dan bergantung pada kondisi alam. Permasalahan tersebut juga dialami oleh istri nelayan, pedagang ikan keliling (jibu-jibu), dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Negeri Rutong, Kota Ambon, khususnya dalam memisahkan dana operasional, dana darurat, dan tabungan masa depan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong penerapan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur melalui program inovasi "Dompet Pintar Mama", yaitu media edukasi pengelolaan keuangan sederhana yang menggunakan keranjang kertas dan tiga amplop berlabel untuk memisahkan dana operasional, dana cadangan, dan dana masa depan. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Oktober 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas 11 istri nelayan tradisional, 9 pedagang ikan keliling (jibu-jibu), dan 10 pengelola UMKM lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi literasi keuangan, pelatihan praktik pembagian anggaran menggunakan media Dompet Pintar Mama, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) telah memiliki tabungan, tetapi belum mengalokasikan dana secara khusus untuk investasi masa depan. Setelah mengikuti kegiatan, hasil post-test menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) menyatakan memahami pentingnya pembagian dana ke dalam pos operasional, dana cadangan, dan dana masa depan. Selain itu, sebanyak 19 peserta (63,33%) menyatakan tertarik untuk berinvestasi emas, sedangkan 11 peserta (36,67%) tertarik membentuk kelompok Arisan Modal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif peserta terhadap penerapan metode Dompet Pintar Mama sebagai media edukasi pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha.
Copyrights © 2026