Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan mahasiswa melalui mekanisme business matching dengan tenant (mahasiswa P2MW) dengan mitra industri. Kegiatan ini diikuti oleh 6 tim P2MW dan mitra yang memiliki bisnis yang sejalan dengan tim dan sudah berpengalaman di bidangnya. Metode yang dilakukan adalah Collaborative / Kemitraan (Community Partnership), dengan tahapan: (1) koordinasi dan persiapan kegiatan, (2) pendampingan persiapan pitching, (3) business matching, (4) monitoring dan evaluasi, (5) output dan keberlanjutan. Business matching telah dilaksanakan dengan baik. Dalam business matching ini disepakati bahwa mitra akan memberikan pendampingan tambahan pada tim, seperti teknis budidaya, teknis pembuatan kue agar menjadi lebih enak, di samping itu mitra juga bersedia untuk menjadi pemasok utama bahan baku bubuk kelor untuk tim produsen biskuit kelor, serta kemitraan dalam bentuk pemasaran. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam pada mitra yang mengikuti business matching, dan memperoleh informasi bahwa mereka sangat tertarik untuk bekerja sama dengan bisnis mahasiswa karena memiliki peluang yang cukup baik. Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman mitra dan mahasiswa terhadap skema kemitraan sebesar 100% atau melalui hasil wawancara yang terstruktur. Saran yang dapat diberikan kepada perguruan tinggi khususnya incubator bisnis: (1) incubator bisnis dapat menjadikan business matching sebagai agenda rutin dan menyasar seluruh mahasiswa wirausaha, meskipun yang tidak memperoleh pendanaan P2MW, (2) model inkubasi yang dilakukan dapat melibatkan praktisi dari industri besar sebagai mentor/pendamping, agar bisnis memiliki prospek keberlanjutan yang baik.
Copyrights © 2026