Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan personalisasi pemasaran digital dalam menyeimbangkan relevansi promosi dengan perlindungan privasi konsumen. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (library research) dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan personalisasi pemasaran digital, privasi konsumen, kepercayaan pelanggan, dan etika penggunaan data. Hasil kajian menunjukkan bahwa personalisasi pemasaran digital dapat meningkatkan relevansi promosi, pengalaman pelanggan, keterlibatan, dan loyalitas konsumen. Namun, pengumpulan data secara berlebihan, kurangnya transparansi, serta penggunaan informasi pribadi tanpa persetujuan yang jelas dapat menimbulkan kekhawatiran dan menurunkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. Kondisi ini menunjukkan adanya personalization–privacy paradox, yaitu keadaan ketika konsumen menginginkan promosi yang sesuai dengan kebutuhannya, tetapi juga khawatir terhadap penggunaan data pribadinya. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan personalisasi secara bertanggung jawab melalui persetujuan yang jelas, pembatasan pengumpulan data, transparansi penggunaan informasi, keamanan data, serta pemberian kendali kepada konsumen atas data pribadinya. Dengan demikian, perlindungan privasi bukan sekadar kewajiban perusahaan, melainkan bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan menjaga keberlanjutan pemasaran digital.
Copyrights © 2026