Bangun datar ialah geometri yang terdiri atas 8 jenis meliputi persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, belah ketupat, dan jajar genjang. Bangun datar dapat digunakan dalam pembuatan motif batik. Motif batik sangat beragam sehingga penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan bangun datar yang dihasilkan mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada Mata Kuliah Matematika Sekolah Dasar Terintegrasi di Universitas Musamus. Penelitian memakai metode kualitatif deskriptif berisi uraian informasi mendalam melewati proses observasi motif batik yang sudah ada, mendesain motif batik baru/ memodifikasi yang sudah ada dengan memadukan bangun datar berpendekatan etnomatematika, penyelesaian motif batik, serta diakhiri dengan presentasi hasil. Dipilih 9 subjek penelitian untuk dianalisis bangun datar yang dipakai dalam motif batik berpendekatan etnomatematika. Pengumpulan data menggunakan instrument yang berisikan penilaian 3 unsur meliputi novelty motif batik, keselarasan motif dan warna, dan keluwesan mahasiswa dalam mendeskripsikan motif batik menggunakan bangun datar berpendekatan etnomatematika. Penelitian memperlihatkan bahwa segitiga dan persegi panjang paling banyak digunakan mahasiswa dalam menghasilkan motif batik (88,89%); lingkaran dan persegi digunakan mahasiswa untuk membuat motif batik sebesesar 66,67%; penggunaan belah ketupat dan trapesium yakni 55,55%; presentase jajar genjang digunakan dalam pembuatan motif batik ialah 33,33%; serta layang-layang digunakan 11%. Kesimpulan dari penelitian adalah urutan bangun datar dari yang banyak dipakai hingga jarang ditemukan yakni segitiga dan persegi panjang; lingkaran; persegi; belah ketupat dan trapesium; jajar genjang; lalu layang-layang. Saran bagi peneliti selanjutnya ialah dapat mengarahkan mahasiswa agar dalam setiap motif batik menggunakan 8 jenis bangun datar sehingga batik dapat digunakan sebagai media dalam mengenai materi geometri terutama bangun datar.
Copyrights © 2026