Miskonsepsi pada materi sistem peredaran darah sulit teridentifikasi melalui tes pilihan ganda konvensional karena jawaban benar belum tentu memetakan pemahaman konseptual. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mendeskripsikan penerapan e-instrumen diagnostik three-tier melalui pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dalam mereduksi miskonsepsi siswa. Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 20 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 2 Cirebon. Hasil diagnosis digunakan untuk mengelompokkan siswa ke dalam kelompok Mahir, Cukup, dan Berkembang, dengan tindakan pembelajaran yang disesuaikan pada setiap kelompok. Data dianalisis secara deskriptif, menggunakan uji Wilcoxon signed-rank, N-gain, dan analisis perpindahan kategori konsepsi. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 64,39 menjadi 70,21 (Z = –2,05; p = 0,040; r = 0,46). Proporsi respons miskonsepsi menurun dari 25,50% menjadi 19,50%, sedangkan respons paham konsep meningkat dari 44,25% menjadi 50,25%. Sebanyak 76,5% miskonsepsi Siklus I masih bertahan pada Siklus II, terutama pada butir yang menuntut penalaran antarkonsep, yaitu fungsi bilik jantung, anemia, serta golongan darah dan transfusi. Hasil ini mengindikasikan bahwa diagnosis per butir dapat menjadi dasar perbaikan pembelajaran, tetapi penguatan konsep yang lebih terarah masih diperlukan.
Copyrights © 2026