Guru sekolah dasar di wilayah pedesaan pada umumnya belum memiliki pengalaman menyusun prompt teks-ke-gambar berbasis kecerdasan artifisial generatif untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual, sehingga literasi prompt visual menjadi kebutuhan mendesak yang perlu segera dijawab. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bagi 46 guru dari 45 sekolah dasar berbeda di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, bermitra dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, melalui asesmen kesiapan awal, praktik eksplorasi bebas, dan praktik terstruktur menggunakan kerangka tujuh unsur prompt yang mengintegrasikan tujuan pembelajaran, aktivitas matematika, dan kearifan lokal. Hasil jajak pendapat awal menunjukkan bahwa tidak satu pun dari 46 peserta memiliki pengalaman khusus menyusun prompt AI teks-ke-gambar (0,0%), sementara pengalaman mencoba AI generatif secara umum dilaporkan oleh 58,7% peserta. Perbandingan produk 20 kelompok tahap eksplorasi dan 15 kelompok tahap terstruktur menunjukkan pergeseran nyata dari prompt deskriptif sederhana menuju prompt instruksional multikomponen yang eksplisit memuat tujuan pembelajaran, aktivitas matematika, dan unsur budaya lokal, dengan tema pasar tradisional muncul paling dominan pada enam dari lima belas prompt terstruktur. Hasil ini membuktikan bahwa kerangka tujuh unsur efektif meningkatkan kespesifikan dan kontekstualisasi budaya pada kompetensi prompt AI guru sekolah dasar di daerah pedesaan yang kurang terlayani.
Copyrights © 2026