Jurnal Ilmiah Pharmacy
Vol 13, No 2 (2026)

POTENSI FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB KOMBINASI EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) TERHADAP Staphylococcus aureus

Ainun Jariah (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Ermawati Ermawati (Akademi Farmasi Yamasi Makassar)
Muhammad Taufiq Duppa (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Yuyun Sri Wahyuni (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Harningsih Karim (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Rahmadani Ismail (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Rahmah Mustarin (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Fityatun Usman (Universitas Muhammadiyah Makassar)
Wira Yustika Rukman (Universitas Muhammadiyah Makassar)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2026

Abstract

Infeksi kulit akibat kontaminasi bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus masih sering terjadi di masyarakat. Pemanfaatan limbah bahan alam, seperti biji alpukat (Persea americana Mill.) dan kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.), berpotensi sebagai antibakteri karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas daya hambat sediaan body scrub kombinasi ekstrak etanol biji alpukat dan kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan body scrub diformulasikan ke dalam tiga variasi rasio ekstrak, yaitu FII (1:1), FIII (1:2), dan FIV (2:1), serta kontrol negatif (basis tanpa ekstrak) dan kontrol positif (mupirosin). Pengujian daya hambat dilakukan dengan metode difusi sumuran pada media Nutrient Agar yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula kombinasi memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat. Formula IV dengan perbandingan ekstrak (2:1) menghasilkan diameter zona hambat terbesar, yaitu rata-rata 11,93 mm, disusul FII sebesar 11,77 mm, dan FIII sebesar 11,51 mm. Kesimpulannya, sediaan body scrub kombinasi ekstrak biji alpukat dan kulit pisang kepok terbukti efektif menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan rasio (2:1) memberikan efektivitas daya hambat paling optimal.

Copyrights © 2026