Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran diperlukan agar siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya. Salah satu ciri siswa yang aktif adalah lebih banyak mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapatnya. Model pembelajaran Situation-Based Learning (SBL) memfasilitasi siswa untuk dapat mengungkapkan permasalahan yang ada pada situasi matematis. Dalam tahapan SBL, siswa dituntut agar dapat (1) posing mathematical problem; (2) solving mathematical problem; dan (3) applying mathematics. Pelaksanaan pembelajaran ini berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis SBL. LKS menyajikan situasi yang menjadi prasyarat dari pembelajaran, kemudian siswa dituntun/diarahkan untuk melaksanakan setiap tahap pembelajaran SBL. Penelitian ini menerapkan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan proses setiap tahapan pembelajaran SBL pada mata pelajaran matematika. Dari penelitian ini, diperoleh beberapa temuan penting terkait gambaran proses pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran SBL.Kata Kunci: Situation-Based Learning, Mathematical Situation, Mathematical Problem.
Copyrights © 2016