Afeksi dapat membatasi atau mempermudah siswa untuk menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang sudah dikuasai. Afeksi siswa terhadap matematika dapat diukur dengan menggunakan angket sikap dengan skala Likert. Alat ukur tersebut memuat komponen-komponen seperti kepercayaan diri dalam belajar matematika, kecemasan dalam belajar matematika, keguanaan matematika, sikap terhadap keberhasilan, motivasi belajar dalam matematika, dan usaha untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana afeksi siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model Challenge based Learning (CbL). Afeksi yang diteliti terdiri dari afeksi terhadap pelajaran matematika, model CbL, dan soal-soal evaluasi berbasis tantangan serta korelasinya.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 33 responden dari populasi yang diambil pada tingkat SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket afeksi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Afeksi siswa secara distribusi presentase berada pada kriteria kuat dan sangat kuat. Secara spesifik untuk afeksi siswa terhadap pelajaran matematika dominan berada pada kriteria kuat (61% - 80%), afeksi siswa terhadap model CbL dominan berada pada kriteria sangat kuat (81% – 100%) dan afeksi terhadap soal-soal evaluasi berbasis tantangan dominan berada pada kriteria kuat (61% - 80%). Korelasi antara variabel afeksi siswa terhadap model CbL dengan afeksi siswa terhadap pelajaran matematika dan soal-soal evaluasi berbasis tantangan menghasilkan angka + 0,819 dan pada kolom Sig. (2-tailed) untuk korelasi afeksi terhadap model CbL dengan afeksi terhadap pelajaran dan soal-soal evaluasi berbasis tantangan diperoleh angka probabilitas 0,000. Oleh karena angka terebut kurang dari 0,05, maka terdapat korelasi yang cukup kuat dan sangat berarti antara variabel tersebut.Kata Kunci : Afeksi, Model CbL, Pembelajaran matematika, Tantangan
Copyrights © 2017