Dalam era konvergensi saat ini terjadi reaktualisasi peran humas sebagai hasil dari
pembelajaran sosial dan proses determinisme teknologi. Humas tidak lagi hanya
identik dengan fungsi tugas administratif dan seremonial belaka. Kolaborasi teori
pembelajaran sosial dari Albert Bandura yang menjelaskan bagaimana manusia dapat
belajar dari lingkungan sosialnya dan teori determinisme teknologi dari Marshal
McLuhan yang menjelaskan bahwa teknologi dapat membentuk pola perilaku
manusia di masyarakat dipandang menarik untuk mengamati aktivitas komunikasi
melalui media sosial oleh Humas Pemerintah Kota Bengkulu. Kesadaran untuk
menjadi cyber Public Relations yang menjadi ciri digitalisasi dipandang perlu oleh
Humas Pemkot Bengkulu guna penyampaian informasi daerah dan bagi kepentingan
citra positif pemerintah. Penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada humas
pemkot Bengkulu ini menghasilkan temuan bahwa : 1) proses reaktualisasi terjadi
karena adanya kesadaran untuk mengikuti perkembangan teknologi serta mengurangi
publikasi melalui media mainstream untuk penghematan anggaran; 2) jalur media
sosial dipilih agar dapat lebih efektif dalam penyampaian informasi secara luas dan
cepat kepada publik terutama di akun facebook, instagram, dan twitter; 3) terdapat
beberapa strategi penggunaan media sosial yang relevan dengan program 8 Tekad
Bengkulu Ku yang membuahkan respon positif dari publik.
Kata kunci : Digitalisasi PR, Humas pemkot bengkulu, Reaktualisasi.
Copyrights © 0000