Keberadaan Corner di berbagai Perpustakaan perguruan tinggi merupakan
representasi pemerintahan asing di perguruan tinggi. Keberadannya tersebut
menyingkap pelanggaran etika yang dilakukan oleh berbagai komponen di
perguruan tinggi. Dominasi pimpinan terhadap pengelola perpustakaan
memarjinalkan pustakawan yang mengemban kode etik pustakawan dan
bertanggungjawab terhadap distribusi informasi kepada sivitas akdemika perguruan
tinggi. Melalui area di dalam perpustakaan, pimpinan perguruan tinggi mendapatkan
sponsor untuk pengembangan koleksi dari pemerintah asing, sedangkan sponsor
mendapatkan media sebagai saluran menanamkan modal intelektual pada benak
anak muda Indonesia melalui koleksi dan aktivitas-aktivitas di dalam
perpustakaan.Penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini menemukan bahwa
perpustakaan telah dimanfaatkan sebagai media yang memediasi penyebaran
ideologi, produk dan kepentingan asing di perurguan tinggi.Dengan perspektif
Marshall McLuhan tentang media, tulisan ini menyimpulkan keberadaan corner di
perpustakaan yang disponsori oleh pemerintah luar negeri sebagai bentuk
komodifikasi âaudienceâ. Konsep kunci yang dipakai untuk menjelaskan fenomena
ini adalah media dan mediasi yang menjelaskan tentang bagaimana perpustakaan
dijadikan media oleh pemerintah luar negeri untuk memediasi distribusi ideologi dan
produknya kepada khalayak perguruan tinggi.
Kata kunci: commodification, library studies, media.
Copyrights © 0000