Prestasi yang naik turun ini menjadi tanggung jawab bagi pelatih dan pembina cabang olahraga Muaythai di Nusa Tenggara Barat. Karena persaingan akan menjadi lebih ketat setelah cabang olahraga ini melakukan eksibisi pada PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 lalu. Hal yang menjadi tantangan adalah bagaimana membina atlet agar prestasi tertinggi dapat diraih, sehingga diperlukan suatu program latihan yang baik dan benar seperti bagaimana meningkatkan power pukulan atau tendangan agar atlet memiliki daya serang yang lebih baik dan keras. Hasil bahwa kelompok tratment latihan pliometrik dengan metode kontinyu pada kelompok power tinggi (A1B1) sebesar 8.9 dan latihan pliometrik dengan metode kontinyu pada kelompok power rendah (A1B2) sebesar 6.2, sedangkan pada latihan pliometrik dengan metode interval pada kelompok power tinggi (A2B1) sebesar 4.4 dan latihan pliometrik dengan metode interval pada kelompok power rendah (A2B2) sebesar 9.7. Jika diurutkan dari keempat kelompok treatment yang memiliki peningkatan yang besar adalah (1) pada kelompok latihan pliometrik dengan metode interval pada kelompok power rendah (A2B2), (2) pada kelompok latihan pliometrik dengan metode kontinyu pada kelompok power tinggi (A1B1), (3) pada kelompok latihan pliometrik dengan metode kontinyu pada kelompok power rendah (A1B2), dan (4) pada kelompok latihan pliometrik dengan metode interval pada kelompok power tinggi (A2B1).
Copyrights © 0000