cover
Contact Name
Abdul Sakban, M.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
semnasmandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) MANDALA
ISSN : 26230291     EISSN : 26232774     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Peningkatan Kemampuan Keterampilan Kooperatif Pada Mata Kuliah IPA Terpadu Melalui Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Nursina Sari; Yuni Mariyati
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.821 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.434

Abstract

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan disiplin ilmu yang mempelajari alam sekitar secara ilmiah dan berbagai penerapannya banyak di sekitar kita. IPA dan teknologi dalam abad ini mengalami perkembangan yang pesat dan akan lebih pesat pada abad-abad yang akan datang. Dengan begitu perlu dipelajari pada setiap jenjang pendidikan dan menjadi salah satu pengukur (indikator)keberhasilan peserta didik selama menempuh suatu jenjang pendidikan. Dari hal tersebut sekiranya persoalan dalam pemilihan model mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar karena dapat membantu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode penelitian ini menggunakan desain Kemmis dan Mc Taggart yang memiliki 4 tahapan: (a) persiapan, (b) Pelaksanaan, (c) Observasi, dan (d) refleksi. Penggunaan  model cooperative learning tipe jigsaw diharapkan dapat mengatasi masalah: (1) Rendahnya kemampuan keterampilan kooperatif peserta didik, (2) Bagaimana keterlaksanaan dari penerapan model kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran IPA Terpadu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,dapat disimpulkan bahwa: (1) Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran IPA terpadu dapat meningkatkan kemampuan keterampilan kooperatif peserta didik yang terukur pada siklus II sebesar 51.5% dengan kriteria sedang, (2) Penerapan model cooperative learning tipe jigsaw dalam pembelajaran IPA terpadu terlaksana dengan baik, dengan tingkat keterlaksanaan pada siklus I sebesar 93,05 %, dan siklus II sebesar 97,22%,sehingga besar tingkat keterlaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw yaitu 4,17%.
Strategi Yang Efektif Membelajarkan Teknik Shooting dalam Permainan Bola Basket Dadang Warta Candra Wira Kusuma
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.138 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.392

Abstract

Permainan bola basket sangat berkaitan dengan kondisi fisik atlet, karena pemain bola basket dituntut untuk dapat berlari, melompat, mempercepat, memperlambat dan dapat merubah arah dengan cepat.Permainan bola basket adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim yang beranggotakan lima pemain tiap tim, permainan ini menuntut pemain untuk melakukan shooting sebanyak mungkin karena penentuan pemenang dalam permainan ini, ditentukan oleh banyaknya bola yang masuk ke ring basket. Setiap tim yang menguasai bola sudah barang pasti mencari posisi untuk melakukan shooting agar dapat memenangkan pertandingan. Untuk dapat melakukan shooting dengan baik harus didukung oleh beberapa asfek seperti yang telah dijelaskan di atas.
ARAH PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MASA KINI MENURUT PERSPEKTIF REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Muhali Muhali
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.296 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.425

Abstract

Revolusi Industri 4.0 atau The Fourth Industrial Revolution (4IR) merupakan konsep pengembangan pendidikan, gender, kerja, dan mental melalui pemanfaatan perkembangan teknologi. Mutu pendidikan Indonesia terus ditingkatkan sejalan dengan perkembangan era globalisasi melalui transformasi paradigma pendidikan yang menekankan pada pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi. Metakognisi sebagai salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi memegang peranan penting dalam membentuk siswa mandiri yang merupakan tujuan akhir dari pembelajaran. Metakognisi merupakan proses mental yang pembelajarannya harus diterapkan secara hati-hati. Komponen-komponen metakognisi seperti pengetahuan metakognisi (deklaratif, prosedural, dan kondisional) dan kesadaran metakognisi (perencanaan, sistem manajemen informasi, monitoring, debugging, dan evaluasi) sangat relevan dibelajarkan sebagai bekal menghadapi tuntutan pembelajaran abad 21 dan 4IR yang menekankan pembelajaran keterampilan-keterampilan berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, berkomunikasi secara efektif, bekerjasama, serta berkreasi dan berinovasi. Pembelajaran keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat difasilitasi melalui proses pembelajaran yang autentik dan berpusat pada siswa seperti: (1) Community of Inquiry (CoI); (2) Project Based Learning (PjBL); Reflective-Metacognitive Learning (RML) Model; dan sebagainya. Model-model pembelajaran inovatif berpusat pada siswa tersebut semestinya diintegrasikan melalui sistem online(blanded learning) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa menjadi pebelajar mandiri seperti tujuan umum pendidikan
Produksi Ujaran Anak Down Syndrome: Sebuah Kajian Psikolinguistik Ahyati Kurniamala Niswariyana; Baiq Desi Milandari
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.904 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.382

Abstract

Down syndrome merupakan kelainan yang terjadi pada manusia akibat dari jumlah kromosom berbeda dengan manusia pada umumnya.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) bentuk kata dan kalimat yang mampu diujarkan anak down syndrome, dan 2) pengaruh lingkungan terhadap perkembangan produksi ujaran anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, peneliti akan memfokuskan pada bentuk kata dan kalimat, serta pengaruh lingkungan terhadap perkembangan produksi ujaran. Subjek penelitian adalah anak penyandang down syndrome usia 5-10 tahun di SLB Negeri Pembina Kota Mataram. Data diperoleh melalui metode observasi, metode simak, metode cakap, dan metode perekaman.Analisis data dilakukan dengan reduksi data yang kemudian dilanjutkan dengan penyajian data, dan terakhir verifikasi
Pengaruh Penggunaan Media Audio-Visual Dengan Pendekatan Accelerated Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Nurhandayani Nurhandayani; Andang Andang; Muhammad Subhan
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/.v0i0.384

Abstract

Pembelajaran matematika bertujuan untuk membekali siswa agar memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan sehingga dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Strategi belajar konvensional yang masih cenderung berpusat pada guru dan minimnya penggunaan media untuk penunjang kualitas pembelajaran membuat siswa kurang termotivasi untuk belajar dan aktif di kelas. Salah satu strategi mengajar yang dapat digunakan adalah media audio-visual dengan pendekatan accelerated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran audio-visual dengan pendekatan accelerated learning terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pre-test and post-test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI SMA Negeri 1 Soromandi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh kelas XI IPA1 sebagai kelas kontrol dan kelas XI IPA2 sebagai kelas eksperimen. Hasil belajar siswa berdasarkan pre-test dan post-test mengalami peningkatan sebasar 0,6 dan 0,53 dengan kategori N-Gain sedang. Analisis hasil belajar menggunakan uji t signifikansi menunjukkan = 3,041 dan = 1,996 kerena >  maka  diterima dan  ditolak dan analisis hubungan antara kedua variabel (X dan Y) menggunakan uji t korelasi  menunjukkan bahwa = 0,9921 dengan kategori sangat kuat. Sedangkan untuk motivasi belajar menggunakan analisis presentase menujukkan bahwa siswa dengan kategori motivasi sedang sebesar 11,76%, motivasi tinggi sebesar 79,41% dan sangat tinggi sebesar 88,82%. Dilihat dari ketiga presentase motivasi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa kelas XI IPA2 (kelas eksperimen) dikategorikan tinggi
Pengembangan Media Animasi Dengan Aplikasi Makromedia Flash Pada Materi Momentum Dan Impuls Wirawan Putrayadi; Baiq Azmi sukroyanti
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.56 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.446

Abstract

Pengembangan media pembelajaran sangatlah  penting guna mendukung proses belajar mengajar dikelas supaya konsep konsep abstrak di bidang fisika dapat dimengerti dan difahami dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan  Media Animasi Dengan  Aplikasi Makromedia Flash Pada Materi momentum dan impuls, (2) Mengetahui peningkatkan keterampilan berpikir kritis Mahasiswa dengan  media animasi yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan model  4-D, yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk (1974). Model ini terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate.. Dalam  penelitian  ini data dikumpulkan dengan angket  Angket digunakan untuk mengukur indikator program yang berkenaan dengan, isi program media pembelajaran, tampilan program dan kualitas teknis program.  Angket menggunakan format respon empat point dari skala likert, dimana alternatif  responnya adalah sangat valid (4 point), valid (3 point), kurang valid (2 point) dan tidak valid (1 point). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa Telah dibuat program media animasi pembelajaran fisika dengan pokok bahasan momentum dan impuls menggunakan aplikasi komputer Macromeida Flash 8 yang telah divalidasi oleh dua orang ahli media dan materi dengan nilai rata-rata keseluruhan aspek penilaian adalah 3,16 dengan kategori valid.Dengan demikian media pembelajaran yang dikembangkan layak dijadikan sebagai media pembelajaran fisika pokok bahasan momentum dan impuls
Ragam Permainan Tradisional Suku Sasak Di Pulau Lombok Hastuti Diah Ikawati; Ary Purmadi; Zulfakar Zulfakar
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.08 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.407

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melestarikan budaya sasak berupa permainan tradisional. Pelestarian tersebut dilakukan dengan mendokumentasikan ragam permainan tradisional dalam bentuk video dan buku permainan. Selain untuk tujuan tersebut, hasil penelitian ini dapat juga digunakan sebagai sumber belajar untuk memudahkan generasi saat ini dan yang akan datang mempelajarinya. Permainan tradisional banyak mengandung nilai-nilai edukatif dan pendidikan karakter seperti kejujuran, kepedulian, kerjasama, bertanggungjawab, sportif, dan sikap positif lainnya. Selain manfaat-manfaat tersebut, permainan tradisional juga sejatinya dapat memberi manfaat secara ekonomi yaitu sebagai daya dukung bagi pariwisata mengingat Pulau Lombok merupakan salah destinasi wisata. Untuk mendapatkan data tentang ragam permainan tradisional suku sasak, ditempuh penelitian studi pustaka, studi lapangan, dan wawancara. Metode studi pustaka digunakan untuk menemukan kajian-kajian yang membahas tentang tema penelitian. Sedangkan studi lapangan digunakan untuk melihat secara langsung kecenderungan bermain anak-anak pada saat sekarang ini. Metode ini dilakukan untuk mengetahui apakah permain tradisional masih ada dimainkan oleh anak-anak saat sekarang ini ataukah sudah tidak ada sama sekali.  Metode wawancara digunakan untuk tujuan membandingkan data hasil temuan dari beberapa metode yang digunakan. Sasaran wawancara adalah para pelaku permainan tradisional yang sekarang sudah berusia lanjut yaitu sekitar berumur 60-70 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan setidaknya terdapat 15 jenis permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak suku sasak di Pulau lombok pada zaman dahulu
Pengaruh Worksheet Berorientasi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Kognitif Mahasiswa Saidil Mursali; Titi Laily Hajiriah
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.991 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.437

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh worksheet berorientasi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan kognitif mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan posttest-only control group design. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh kelas A Prodi Pendidikan Kimia sebagai kelas eksperimen dan kelas A Pendidikan Fisika sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan tes kemampuan kognitif. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan program SPSS 17.0. Hasil penelitian diperoleh keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen mencapai kategori baik, sedangkan kelas kontrol mencapai kategori sangat baik, artinya proses pembelajaran di kedua kelas berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hasil uji hipotesis kemampuan kognitif mahasiswa diperoleh nilai thitung = 7,79 dan ttabel = 2,10 pada taraf signifikan 5%, sehingga t hitung lebih besar dari ttabel, maka dapat dipastikan Ho ditolak dan Ha diterima, artinya hipotesis awal diterima. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh worksheet barorientasi pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan kognitif mahasiswa.
Hubungan Pengetahuan Tentang Sastra Dan Minat Membaca Karya Sastra dengan Kemampuan Mengapresiasi Karya Sastra (Studi Korelasi Pada Mahasiswa FKIP (Luar Jurusan PBS) Universitas Hamzanwadi Eva Nurmayani; Hilmiyatun Hilmiyatun
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.611 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara pengetahuan tentang sastra dan kemampuan mengapresiasi karya sastra; (2) hubungan antara minat membaca karya sastra dan kemampuan mengapresiasi karya sastra; dan (3) hubungan antara pengetahuan tentang sastra dan minat membaca karya sastra secara bersama-sama dengan kemampuan mengapresiasi karya sastra. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Hamzanwadi Selong Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survei korelasi. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa semester II prodi PGSD tahun akademik 2017/2018 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan multi stage random sampling. Terdapat 2 (dua) variabel dalam penelitian ini, yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Variabel terikatnya berupa kemampuan mengapresiasi karya sastra (Y). Adapun variabel bebasnya terdiri atas 2 (dua) yaitu pengetahuan tentang sastra (X1) dan minat membaca karya sastra (X2). Instrumen untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan mengapresiasi karya sastra, angket pengetahuan tentang sastra, dan angket minat membaca karya sastra. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi dan korelasi (sederhana dan ganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan positif antara pengetahuan tentang sastra dan kemampuan mengapresiasi karya sastra ( y1= 0,22 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N= 90 dan t1 (2,12)> t tabel (1,66); (2) ada hubungan positif antara minat membaca karya sastra dan kemampuan mengapresiasi  karya sastra ( y2 = 0,26 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N= 90 dan t2 (2,53)> t tabel (1,66); dan (3) ada hubungan positif antara pengetahuan tentang sastra dan minat membaca karya sastra secara besama-sama dengan kemampuan mengapreasiasi karya sastra (Ry.12 = 0,32 pada taraf nyata α = 0,05 dengan N= 90 dan F0= 5,01> Ftabel= 3,11). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, pengetahuan tentang sastra dan minat membaca karya sastra memberikan kontribusi yang berarti pada kemampuan mengapresiasi karya sastra.
Apa Itu Metakognisi Dan Mengapa Penting? Muhammad Asy’ari; Muhamad Ikhsan; Muhali Muhali
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.641 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.430

Abstract

Konsep metakognisi secara luas mencakup pengetahuan individu mengenai keberadaan dasarnya sebagai individu yang memiliki kemampuan mengenali, pengetahuan mengenai dasar dari tugas-tugas kognitif yang berbeda dan pengetahuan mengenai strategi-strategi yang memungkinkan untuk mengahadapi tugas-tugas yang berbeda. Dengan demikian, individu tidak hanya berpikir mengenai objek-objek dan perilaku, namun juga tidak mengesampingkan mengenai kognisi itu sendiri.Metakognisi adalah berpikir tentang pengetahuan, dan berpikir tentang bagaimana memperolehnya yang dilakukan secara sadar oleh diri siswa sendiri selama proses pembelajaran. Kemampuan metakognisi kemampuan berpikir tingkat tinggi yang terdiri dari: (1) pengetahuan tentang kognisi (pengetahuan metakognisi) dan (2) kesadaran metakognisi yaitu kemampuan seseorang untuk merefleksikan, memahami, dan kontrolbelajarnya, meliputi pengetahuan metakognisi dan regulasi metakognisi.Metakognisi sangat penting karena pengetahuan tentang proses kognitif dapat menuntun kita dalam menyusun dan memilih strategi untuk memperbaiki kinerja kognitif, memiliki peranan yang sangat penting agar pembelajaran, berhubungan dengan berpikir siswa tentang berpikir mereka sendiri dan kemampuan menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan tepat

Page 1 of 10 | Total Record : 97


Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue