Pengobatan tradisional merupakan suatu bentuk kearifan lokal yang patut diberi perhatian khusus untuk dilestarikan. Mengingat praktik pengobatan ini sudah mulai tergeser oleh pengobatan moderen. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan betujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna leksikon obat dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Sumbawa Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif. Wujud data penelitian ini berupa informasi lisan dan dokumen yang didapatkan dari informan yang merupakan penduduk asli Sumbawa, maka data tersebut diambil dengan metode dokumen, dan wawancara.Data yang akan diperoleh selanjutnya diabsahkan dengan menggunakan teknik triangulasi. Selanjutnya dianalisis dengan teknik penganlisisan yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Dari hasil analisis data, pengelompokan obat tradisional Sumbawa dikelompkan kedalam tiga kelompok, yaitu (1) obat bahan dari tanaman dan atau rempah, (2) hewan, dan (3) doa. Bentuk obat berbahan tubuh-tumbuhan memiliki 10 istilah, yaitu (1) ai angat, (2) pegal, (3), semek (4) temar, (5)parapa (6) keramas, (7) apis, (9) lalap, dan (10) minyak lala. Selanjutnya, obat berbahan hewan tidak memiliki istilah khusus, beberapa hewan yang digunakan sebagai bahan obat-obatan, yaitu kelelawar, kuda, tokek atau cicak, belut, rusa, dan kambing. Sementara obat berupadoa yang digunakan menggunakan bahasa arab yang sebagian berumber dari Al-Quran
Copyrights © 0000