Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) SISWA MTS AL-MUDDATSIRIYAH PADA MASA PANDEMI COVID 19 Syafruddin Syafruddin; Wiwi Noviati; Indah Dwi Lestari; Eryuni Ramdhayani; Ana Merdekawaty; Sri Sugiarto
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 3 (2021): APTEKMAS Volume 4 Nomor 3 2021
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.234 KB) | DOI: 10.36257/apts.v4i3.3262

Abstract

The spread of Covid 19 to date has shifted the learning process that should have taken place face-to-face to online learning. Learning from home is one solution in carrying out learning during this pandemic to avoid the increasing spread of Covid 19. Interactive learning media is very necessary in supporting the teaching and learning process in schools, especially in online learning. This dedication is motivated by a problem, namely students tend to be bored in learning from home because teachers are not optimal in using learning media that should be needed in online learning. The purpose of this community service is to provide online learning assistance to students by utilizing interactive learning videos in the new order. The method used in this study is divided into three stages, namely the preparation stage, the implementation stage and the evaluation stage. Based on the implementation of service activities that have been carried out, it can be concluded that this activity received a positive response from students, it can be seen from the enthusiasm for receiving the subject matter presented by all presenters, because there were new experiences gained by students. In addition, the delivery of material is not only equated verbally but also utilizes learning media in the form of interactive videos so that the material presented is more interesting for students.
Comparison of the Independence Learning of Prospective Teacher through the Use of E-Learning during the Covid-19 Pandemic Hermansyah Hermansyah; Eryuni Ramdhayani; Nurhairunnisah Nurhairunnisah; Erma Suryani; Sri Sugiarto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 7 No. SpecialIssue (2021): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v7iSpecialIssue.1032

Abstract

The current learning process is carried out online with the help of e-learning. This certainly changes the pattern of learning and this pattern requires students to be more independent in the learning process. This study aims to compare the effect of using e-learning on the learning independence of prospective teachers in the exact field of exact sciences with the social and humanities field at Universitas Samawa. Respondents in this study amounted to 62 students from five study programs under the auspices of the Faculty of Teacher Training and Education. Respondents were divided into two based on the specifications of the fields of science, exact sciences, and social humanities. The data collection technique used observation technique with the tool used in the form of a Likert scale questionnaire. The results showed that in general, student-teacher candidates in the field of social humanities obtained a higher score of learning independence than prospective students in the field of exact sciences, while based on each indicator of learning independence, prospective students in the field of exact sciences teachers were higher than prospective students in the field of social humanities specifically on disciplinary indicators. The results of the influence test show that the significant value is greater than 0.05. So, it can be concluded that the use of e-learning during the covid-19 pandemic does not significantly affect the learning independence of prospective teacher students at Universitas Samawa
Kategori Dan Ekspresi Lingustik Obat–Obatan Tradisional Masyarakat Sumbawa Sri Sugiarto; Dewi Wulansari
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.386 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.440

Abstract

Pengobatan tradisional merupakan suatu bentuk kearifan lokal yang patut diberi perhatian  khusus untuk dilestarikan. Mengingat praktik pengobatan ini sudah mulai tergeser oleh pengobatan moderen.  Oleh karena itu,   penelitian ini dilakukan betujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna leksikon obat dalam praktik pengobatan tradisional masyarakat Sumbawa Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif. Wujud data penelitian ini berupa informasi lisan dan dokumen yang didapatkan dari informan yang merupakan penduduk asli Sumbawa, maka data tersebut diambil dengan metode dokumen, dan wawancara.Data yang akan diperoleh selanjutnya diabsahkan dengan menggunakan teknik triangulasi. Selanjutnya dianalisis dengan teknik penganlisisan yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman. Dari hasil analisis data,  pengelompokan  obat tradisional Sumbawa dikelompkan kedalam tiga kelompok, yaitu (1) obat bahan dari tanaman dan atau rempah, (2) hewan, dan (3) doa. Bentuk obat berbahan   tubuh-tumbuhan memiliki 10 istilah, yaitu (1) ai angat, (2) pegal, (3), semek (4) temar, (5)parapa (6) keramas, (7) apis, (9) lalap, dan (10) minyak lala. Selanjutnya, obat berbahan hewan tidak memiliki istilah khusus, beberapa  hewan yang digunakan sebagai bahan obat-obatan, yaitu  kelelawar, kuda, tokek atau cicak, belut, rusa, dan kambing. Sementara obat  berupadoa yang digunakan menggunakan bahasa arab yang sebagian berumber dari Al-Quran
PENGUATAN GROWTH MINDSET GURU DALAM PERSIAPAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Sri Sugiarto; Adnan; Erma Suryani; Nining Andriani; Jhon Kenedi
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya persiapan implementasi kurikulum merdeka belajar (KM) dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan memperkuat pola pikir berkembang (growth mindset) guru. Guru-guru perlu diberikan keyakinan bahwa KM sebagai kurikulum pilihan dapat diimplementasikan pada semua tingkat satuan pendidikan. Sasaran kegiatan ini adalah guru tingkat satuan SD di Kab. Sumbawa. Model yang digunakan dalam pelatihan ini adalah model pelatihan partisipatif. Dari hasil pengabdian ini menunjukkan pemahaman guru terhadap pentingnya growth mindset dalam mengimplementasi KM mengalami peningkatan. Nilai rata-rata post test pamahaman guru terhadap materi mindsed sebesar 69,62 sementara nilai rata-rata post test sebesar 87,85. Semua peserta setelah diberikan pelatihan mengalami peningkatan pemahaman terhadap growth mindset dintunjukkan dengan tidak adanya nilai post test peserta yang mengalami penurunan. Sementara dari hasil refeleksi kegiatan, menunjukkan peserta terlihat sangat antusias dan aktif mengikuti tiap sesi kegiatan. Guru merasa yakin mampu mempelajari serta mengimpelementasi pola bepikir growth mindset saat mengimplementasi KM.
PENDAMPINGAN TERHADAP GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MENGIDENTIFIKASI MASALAH BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Sri Sugiarto; Riadi Suhendra
Jurnal Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memperbaiki kualitas hasil belajar siswa merupakan salah satu hal penting yang semestinya dikerjakan oleh guru. Untuk dapat melakukan hal tersebut, guru seharus memiliki kemampuan dan kemauan melakukan identifikasi masalah belajar siswa. Namun, kenyataanya tidak semua guru memiliki kemampuan dan kemauan tersebut. Oleh karena itu, bentuk pengabdian masyarakat berupa pendampingan mengidentifikasi masalah belajar siswa salah satu program yang sangat dibutuhkan oleh guru terutama di SMP Negeri 4 Badas khususnya guru Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dilakasanakan pada awal bulan Juli sampai akhir Agustus 2017 Bentuk pendampingan identifikasi kesuliatan yang diterapkan dalam pendampingan dengan tiga hal utama, yaitu identifikasi berdasarkan hasil kerja siswa, identifikasi berdasarkan observasi kelas, dan identifikasi berdasarkan aspirasi siswa. Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan, dapat digambarkan kegiatan program ini dapat dikatakan berhasil. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi kemampuan guru mencapai 85% terhadap materi dan kemapuan mengidentitifikasi kesuliatan belajar siswa. Selain itu, Adanya respon yang positif dari peserta mengingat kegiatan pengabdian ini merupakan kebutuhan guru dalam rangka peningkatan profesionalitasnya dan meningkat kualitas belajar siswa.
KESIAPAN KEPALA MADRASAH ALIYAH SWASTRA MENYELENGARAKAN PENDIDIKAN PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI KABUPATEN SUMBAWA BESAR Sri Sugiarto
Jurnal Kependidikan Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.418 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesiapan Kepala Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Kabupaten Sumbawa dalam menyelengarakan pendidikan sesuai tuntutan era revolusi industri 4.0. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan desain penelitian survei deskriptif. Sampel penelitian ini adalah kepala MAS di Kabupaten Sumbawa sebanyak 10 orang yang diambil secara random sampling. Selanjutnya, data penelitian ini akan dikumpulkan menggunakan teknik angket dengan kuesioner tertutup. Kemudian, data tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif deskriptif. Dari hasil penelitian, menunjukkan aspek kompetensi profesionalisme Kepala MAS berkategori siap dengan persentase kesiapannya sebesar 78%. Selanjutnya aspek kesiapan Kepala MAS terhadap tantangan kepemimpinan sudah mencapai persentase kesiapan sebesar 68% dengan kategori siap. Begitu juga pada aspek kesiapan terhadap soslusi kepemimpian sudah mencapai persentase kesiapan sebesar 67% dengan kategori siap.
EKSPLORASI PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK DI USIA 2 TAHUN 3 BULAN PADA TATARAN FONOLOGI Devi Apdalia; Sri Sugiarto; Riadi Suhendra
Jurnal Kependidikan Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4842.11 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemerolehan bahasa pertama pada di anak usia 2 tahun 3 bulan khususnya pada tataran fonologi, ditinjau dari pemerolehan fonem bahasa Indonesia, realisasi perubahan fonem pada penyebutan kata dan pembentukan silaba (suku kata). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi cross-sectional. Subjek penelitian adalah anak berusia 2 tahun 3 bulan.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan rekam. Teknik analisis data mengunakan teknik padan intralingual dengan teknik dasar hubung banding. Berdasarkan hasil analisis data, anak usia 2 tahun 3 bulan tersebut jika dilihat pada pemerolehan fonem bahasa Sumbawa pada masing-masing anak memiliki keunikan individu. Dari keempat anak yang diteliti bahwa fonem konsonan yang telah diperoleh adalah [b], [p], [m], [w], [d], [t], [l], [s], [c], [j], [g], [k], [h], [?],[y],[n] dan fonem vokal [a], [i], [u], [U], [e], [?], [?], [o], [?], [I]. Pada pemerolehan fonem diftong hanya ada dua anak yang telah memperoleh, yaitu pada anak berinisial SN dan SB sedangkan pada SNR dan KA belum ditemukan adanya kemunculan saat berujar. Selain itu, pada perubahan fonem dalam penyebutan kata, yang sering muncul kesalahan pada saat berujar, yakni: palatalisasi, penghilangan, perubahan, dan labialisasi. Kemudian, pada pembentukan silaba, yaitu: anak memperoleh pola (1) V, (2) KV, (3) VK, (4) KVK, (5) KKV, (6) VKK, (7) KKVK, (8) KVKK.
KOMPONEN MAKNA LEKSIKON PENYAKIT DALAM PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT SUMBAWA Sri Sugiarto; Dewi Wulansari
Jurnal Kependidikan Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5206.556 KB)

Abstract

Penelitian dengan topik kajian semantik terhadap komponen makna leksikon penyakit dalam pengobatan tradisional ini merupakan penelitian yang mengkaji sistem pengobatan tradisional dipandang dari sudut linguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen makna leksikal leksem pada jenis-jenis penyakit dalam pengatahuan pengetahuan tradisional masyarakat Sumbawa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif. Karena wujud data penelitian ini berupa informasi lisan dan dokumen yang didapatkan dari informan yang merupakan penduduk Sumbawa asli dan perpustakaan, maka data tersebut diambil dengan metode dokumen, dan wawancara. Selanjutnya data ini dianalisis menggunakan teknik analisis diganostik komponen makna. Dari hasil analisis, leksem jenis penyakit dalam bahasa Sumbawa terdapat 91 leksem. Kesembilan puluh satu leksem ini, dapat dikelompokkan ke dalam superordinat medan makna. Beberapa medan makna tersebut, yaitu (1) Dimensi komponen makna penyakit kulit bersifat menular, (2) Dimensi komponen makna penyakit kulit bersifat menular, (3) penyakit berkaitan dengan kuku, (4) penyakit berkaitan dengan mata, (5) penyakit berkaitan dengan ganguaan pernapasan, (6) penyakit berkaitan dengan mulut, (7) penyakit berkaitan dengan tulang, (8) penyakit berkaitan dengan perncernaan, dan (8) penyakit berkaitan dengan hal mistik.
PENERAPAN GRWOTH MINSED DALAM PROGRAM MATA KULIAH MICRO TEACHING Sri Sugiarto; Adnan Adnan
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kemampuan praktik keterampilan dasar mengajar mahasiswa setelah diterapkan pembelajaran berbasis growth minsed dalam program mata kuliah micro teaching. Jenis penelitian ini adalah pre-eksprimen dengan menggunakan design Single–Group Pre-test and Post-test. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Samawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, nilai rata-rata kemampuan praktik keterampilan dasar mengajar sebelum diterapkan pembelajaran berbasis growth minsed sebesar 69,00, setelah diterapkan pembelajaran berbasis growth minsed meningkat menjadi 84,47. Dilihat perbandingan negative mean renk, menjukkan tidak adanya nilai mahasiswa yang mengalami penurunan yang tunjukkan dengan nilia negative ranks sebesar 0. Selanjutnya, dilihat nilai asymp.sig (2-tailed) sebesar 0.000 kurang dari 0,05 artinya ada perbedaan antara hasil nilai praktik pre-test dan post-test mahasiswa. Dengan dimikian, dapat dinyatakan bahwa penerapan pembelajaran berbasis growth minsed dapat meningkatkan hasil kemampuan praktik keterampilan dasar mengajar mahasiswa dalam program micro teaching. Penerapan pembelajaran berbasis growth minsed dapat menjadi sebuah rekomendasi model pembelajaran yang digunakan untuk mempersiapkan calon guru yang professional sesuai dengan tantangan Pendidikan abad-21.
PELATIHAN IMPELEMTASI ASESMEN DIAGNOSTIK MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TALIWANG Sri Sugiarto; Adnan; Rini Qurratul Aini; Riadi Suhendra; Ubaidullah
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): KARYA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini adalah (1) memberikan pemahaman kepada guru tentang prinsip pelaksanaan asesmen diagnostik, (2) memberi pengalaman kepada guru menggunakan instrument asesmen diagnostik kombinasi instrument Plataform Merdeka Mengajar (PMM) dan Teaching at Raigh Level (TaRL), dan (3) memberi pengalaman kepada guru mengelolah hasil asesmen. Model pelatihan yang digunakan adalah model partisifatif. Peserta yang dilibat dalam pelatihan ini sebanyak 23 orang yang terdi atas guru Fase A dan Fase B jenjang satua pendidikan dasar Gugus 2 Kecamata Taliwang. Hasil dari pelatihan ini telah meningkatkan pengatahuan peserta tentang implementasi asesmen diagnostik mata pelajaran bahasa Indonesia yang semula berkategori sangat kurang menjadi cukup baik. meskipun demikian para peserta masih perlu mengembangka diri secara mandiri melalui pemanfaatan PMM, mengikuti pelatihan, seminar, maupun sumber lainnya.