Skripsi ini mengkaji tentang upacara adat penti di Desa Waerebo Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur tahun 1998-2005. Sebagai suatu kelompok masyarakat, orang-orang Manggarai memiliki kebiasaan yang bernilai tertentu. Kebiasaan itu telah diwariskan secara turun-temurun. Kita dapat mengatakan hal itu sebagai kebudayaan. Salah satu budaya Manggarai adalah budaya syukur atas segala hasil panen yang diungkapkan dalam suatu upacara meriah yaitupenti. Dari tahun ketahun upacara penti mengalami perubahan baik dari waktu penyelenggaraan, struktur upacara penti maupun busana yang digunakan. Permasalahan yang dibahas dalam penelitianini meliputi: 1) Proses penyelenggaraan upacara adat penti di DesaWaerebo Kabupaten Manggarai. 2) Menjelaskan upacara adat penti. 3) Nilai-nilai yang terkandung dalam upacara adat penti. Metode yang digunakan penulis dalam penulisan ini adalah heuristik (pengumpulan sumber yang relevan), meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, kritik (mengkaji data), interpretasi (penafsiran hasil pengkajian), dan terakhir historografi (tahap penulisan). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upacara penti mengalami perubahan. Pada tahun 1998 upacara penti masih dilaksanakan setiap tahun tanpa adanya pengikisan struktur upacara, dan menggunakan busana Songket yang longgar. Pada tahun 2005 penyelenggaraan upacara penti mengalami pergeseran waktu, terkikisnya struktur upacara dan menggunakan berbagai macam bentuk busana Songket.Kata Kunci : Kebudayaan, UpacaraPenti, DesaWaerebo.
Copyrights © 2015