Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Strategi Pengelolaan Risiko dan Keamanan Informasi pada Platform E-Bisnis: Studi Kasus Tokopedia: (Tokopedia: Bagaimana Platform Ini Menangani Insiden Kebocoran Data pada Tahun 2020, Termasuk Langkah Mitigasi dan Perbaikan Sistem Keamanannya) Marsyanada Marsyanada
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 2 No. 6 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v2i6.152

Abstract

The data leak incident experienced by Tokopedia in 2020 is an important reminder of the need for effective risk management and information security strategies on e-business platforms. This article discusses the mitigation measures taken by Tokopedia, including system security enhancements, user education, and collaboration with cybersecurity agencies. Using a qualitative approach through case study analysis, this article reviews the incident chronology, evaluation of mitigation measures, and recommendations for more proactive risk management. The findings show that while Tokopedia's mitigation measures were successful in improving security, further investment in proactive technologies such as two-factor authentication (2FA) and end-to-end encryption is required. The article concludes with recommendations for other e-business platforms to minimize the risk of data leakage and maintain customer trust.
Manajemen Risiko dan Kebijakan Keamanan Sistem Informasi Digital Rangga Diva; Arif Rahman; Susan Ramadhani
Jurnal Komunikasi Dialogis Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Komunikasi Dialogis
Publisher : Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/jkd.v2i1.1179

Abstract

Abstract - The development of digital information systems brings an increased risk of cybersecurity threats that impact data integrity, individual privacy, and public trust (Febiola, 2023). This study aims to examine risk management practices and security policy frameworks applied to securing digital information systems (Saputra, 2025). The study utilized a literature review by analyzing journals, books, government regulations, and information security standards such as ISO/IEC 27001 and NIST SP 800-30 (Arifnur, 2023). The findings indicate that digital security relies on three main aspects: risk identification and assessment, implementation of preventive and mitigating controls, and structured policy governance (Harefa & Hartomo, 2022). Public data leaks and public disinformation are high-probability risks that require mitigation through encryption, dual authentication, and media monitoring (BSSN, 2022). Risk management and information security policies are essential foundations for maintaining data integrity and public trust (Zulfitra, 2023). Further research is recommended to use an empirical case study approach (Nadiya et al., 2024).
Penguatan Good Governance dan Keamanan Informasi dalam Mendorong Organisasi Adaptif di Era Globalisasi Digital: Pengabdian Willy Nurhayadi; Ria Puspitasari; Jamaludin Jamaludin; Ilma Darojat; Vernando Vernando; Tekni Megaster; Fida Arumingtyas; Eko Sudarmanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6370

Abstract

The rapid development of digital technology and globalization has encouraged organizations to enhance their adaptability through strengthening governance and information security. However, many organizations still face limitations in implementing good governance principles and managing information security effectively. This Community Service Program aims to improve participants’ understanding of the importance of good governance and information security in creating adaptive organizations in the era of digital globalization. The program was conducted online through Zoom Meeting and involved approximately 88 participants from various organizational and professional backgrounds. The implementation method consisted of preparation, implementation, evaluation, and follow-up stages using an educative-participatory approach through socialization, training, and interactive discussions. Program evaluation was carried out using pre-tests and post-tests to measure participants’ level of understanding before and after the activity. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, indicated by an increase in the average pre-test score from 68 to 86 in the post-test. In addition to enhancing participants’ literacy regarding organizational governance and information security, the program also increased awareness of the importance of digital risk management, data protection, and strengthening an adaptive organizational culture. Therefore, this community service activity provided a positive contribution to supporting the development of professional, secure, and responsive organizations in facing digital transformation.
Optimalisasi Teknologi Informasi Jaringan dan Keamanan dalam Mendukung Perkembangan Digitalisasi Pemasyarakatan Bagus Rayhan Widyapratama
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39069

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan sistem pengelolaan lembaga pemasyarakatan menuju tata kelola berbasis digital yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi. Pemanfaatan teknologi informasi jaringan berperan penting dalam mendukung pengelolaan data warga binaan, administrasi pelayanan, pengawasan keamanan, serta koordinasi antar unit kerja di lingkungan pemasyarakatan. Implementasi sistem digital seperti Sistem Database Pemasyarakatan memberikan kemudahan dalam proses penyimpanan, pengolahan, dan distribusi informasi secara lebih cepat dan akurat. Namun, peningkatan penggunaan sistem berbasis jaringan juga menimbulkan berbagai tantangan, terutama terkait keamanan data, ancaman serangan siber, penyalahgunaan akses, dan gangguan terhadap stabilitas sistem informasi. Optimalisasi keamanan jaringan menjadi langkah penting untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data dalam mendukung proses digitalisasi lembaga pemasyarakatan. Penguatan sistem keamanan dapat dilakukan melalui pengembangan infrastruktur teknologi informasi, penerapan sistem keamanan jaringan seperti Intrusion Detection System dan Intrusion Prevention System, serta integrasi pengawasan digital dengan fungsi intelijen pemasyarakatan. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan dukungan kebijakan yang tepat juga menjadi faktor penting dalam menunjang efektivitas pengelolaan teknologi informasi. Sinergi antara infrastruktur teknologi, keamanan jaringan, manajemen keamanan, dan pengawasan digital mampu menciptakan sistem informasi yang lebih aman dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, digitalisasi lembaga pemasyarakatan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas operasional, kualitas pelayanan, stabilitas keamanan, serta mendukung terciptanya tata kelola pemasyarakatan yang lebih baik di era perkembangan teknologi informasi.
Kajian Literatur Determinasi Sistem Informasi Manajemen: Database, Sistem Keamanan Digital, dan Teknologi Kecerdasan Buatan Aprizal.Y; Atman Lucky Fernandes; Atman Lucky Fernandes; Anisa Zalinty
Jurnal Responsive Teknik Informatika Vol 8 No 02 (2024): JR : Jurnal Responsive Teknik Informatika
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jr.v8i02.1414

Abstract

Sistem Informasi Manajemen (SIM) telah menjadi bagian penting dalam operasional organisasi modern, berperan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan data, dan efisiensi operasional. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji determinasi tiga komponen utama dalam SIM, yaitu database, sistem keamanan digital, dan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta dampaknya terhadap efektivitas sistem. Database berfungsi sebagai inti pengelolaan data yang memungkinkan penyimpanan, pengambilan, dan analisis data secara efektif. Sistem keamanan digital berperan untuk melindungi informasi organisasi dari ancaman siber yang semakin berkembang. Sementara itu, teknologi AI mendukung analitik canggih dan pengambilan keputusan berbasis data. Integrasi antara ketiga komponen ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas SIM, serta mendukung inovasi dalam pengelolaan organisasi. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa penerapan database yang terstruktur dengan baik, sistem keamanan yang memadai, dan penggunaan teknologi AI dapat menciptakan SIM yang lebih efektif dan efisien dalam menghadapi tantangan di era digital.
Kajian Literatur Determinasi Sistem Informasi Manajemen: Database, Sistem Keamanan Digital, dan Teknologi Kecerdasan Buatan Aprizal.Y; Atman Lucky Fernandes; Atman Lucky Fernandes; Anisa Zalinty
Jurnal Responsive Teknik Informatika Vol 8 No 02 (2024): JR : Jurnal Responsive Teknik Informatika
Publisher : LPPM Universitas Ibnu Sina Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36352/jr.v8i02.1414

Abstract

Sistem Informasi Manajemen (SIM) telah menjadi bagian penting dalam operasional organisasi modern, berperan dalam pengambilan keputusan, pengelolaan data, dan efisiensi operasional. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji determinasi tiga komponen utama dalam SIM, yaitu database, sistem keamanan digital, dan teknologi kecerdasan buatan (AI), serta dampaknya terhadap efektivitas sistem. Database berfungsi sebagai inti pengelolaan data yang memungkinkan penyimpanan, pengambilan, dan analisis data secara efektif. Sistem keamanan digital berperan untuk melindungi informasi organisasi dari ancaman siber yang semakin berkembang. Sementara itu, teknologi AI mendukung analitik canggih dan pengambilan keputusan berbasis data. Integrasi antara ketiga komponen ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas SIM, serta mendukung inovasi dalam pengelolaan organisasi. Temuan kajian ini menunjukkan bahwa penerapan database yang terstruktur dengan baik, sistem keamanan yang memadai, dan penggunaan teknologi AI dapat menciptakan SIM yang lebih efektif dan efisien dalam menghadapi tantangan di era digital.
Analisis Risiko Keamanan Informasi pada Website Perusahaan Menggunakan ISO/IEC 27001 dan ISO/IEC 27005 Muhammad Goldvin Wijayakusuma; Nurhadi Surojudin; Sanudin ‎
JURNAL INFORMATIKA Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Informatika
Publisher : Informatics Engineering Department, Dayanu Ikhsanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/jiu.v15i1.2711

Abstract

Website Document Management System (DMS) yang menyimpan dokumen sensitif seperti rekaman ISMS dan risk register kini menjadi infrastruktur inti operasional di banyak organisasi, namun eksposur risikonya terhadap aspek kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan belum banyak diteliti secara teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keamanan informasi pada Website DMS perusahaan menggunakan ISO/IEC 27005:2022 sebagai kerangka penilaian risiko dan ISO/IEC 27001:2022 Annex A sebagai acuan pemetaan kontrol. Penelitian berbasis standar sebelumnya umumnya mengandalkan wawancara atau kuesioner, tidak menyasar DMS dengan sensitivitas aset tinggi, dan menggunakan versi ISO pra-2022, sehingga temuan teknisnya sulit diverifikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur 18 pertanyaan kepada tiga peran pengelola sistem, observasi antarmuka aplikasi, dan validasi teknis non-invasif menggunakan SecurityHeaders.com serta inspeksi Response Header. Dari enam kategori aset dan sepuluh risiko berbasis CIA, lima dikategorikan tinggi (skor 12–15), empat sedang (skor 6–10), dan satu rendah. Validasi teknis mengungkap tiga temuan: inkonsistensi RBAC antara lapisan frontend dan backend sesuai OWASP A01:2021, kegagalan implementasi Security Header dengan grade F sesuai OWASP A05:2021, serta eksposur versi server nginx/1.18.0 pada Response Header. Pemetaan ke Annex A menghasilkan lima rekomendasi pengendalian mencakup kontrol 5.15, 8.5, 8.9, 8.13, serta 5.30 dan 8.14. Penelitian ini menunjukkan bahwa validasi teknis dapat diintegrasikan ke dalam alur ISO/IEC 27005:2022 untuk menghasilkan temuan yang lebih dapat diverifikasi dibandingkan pendekatan berbasis survei pada konteks DMS. Implikasi metodologisnya adalah potensi adopsi validasi teknis non-invasif sebagai bagian standar penilaian risiko pada sistem informasi sensitif serupa.
Sistem Informasi Monitoring Keamanan Data Berbasis Artificial Intelligence Tigus Juni Betri
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i5.7727

Abstract

Peningkatan penggunaan sistem informasi menyebabkan risiko terhadap keamanan data semakin tinggi, seperti akses tidak sah dan pola penggunaan yang tidak normal. Sistem monitoring konvensional umumnya hanya mencatat aktivitas tanpa kemampuan analisis cerdas. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu memantau sekaligus mendeteksi potensi ancaman keamanan data secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi monitoring keamanan data berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu mencatat aktivitas akses data dan mendeteksi anomali. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan eksperimen melalui pembuatan prototype sistem informasi monitoring keamanan data berbasis Artificial Intelligence (AI). Hasil analisis ditampilkan dalam dashboard monitoring yang memberikan informasi kondisi keamanan data serta notifikasi peringatan kepada administrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membantu proses monitoring keamanan data secara lebih efektif dan efisien dibandingkan metode konvensional. Berdasarkan proses perancangan dan implementasi yang telah dilakukan, sistem informasi monitoring keamanan data berbasis web dengan penerapan algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) berhasil dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
ANALISIS KEAMANAN INFORMASI PADA PLATFORM FACEBOOK MARKETPLACE MENGGUNAKAN ISO/IEC 27001 Juwardi Wafdan; Nur Ilham Ade Putra Ramadhan
TEKNOFILE : Jurnal Sistem Informasi Vol. 4 No. 3 (2026): Maret 2026
Publisher : PT. ZIVANA CENDEKIAWAN BANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji keamanan informasi pada platform Facebook Marketplace menggunakan kerangka kerja ISO/IEC 27001:2022. Latar belakang penelitian dilandasi oleh maraknya kasus penipuan dan kebocoran data di tengah meningkatnya aktivitas jual beli digital di media sosial. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana sistem keamanan informasi yang diterapkan pada fitur Marketplace sesuai dengan standar manajemen keamanan informasi internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis deskriptif-komparatif terhadap klausa-klausa utama dalam ISO/IEC 27001.Hasil analisis menunjukkan bahwa fitur Marketplace di Facebook belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip ISO/IEC 27001, terutama pada aspek manajemen risiko, verifikasi identitas, transparansi penanganan insiden, dan audit keamanan. Meskipun Meta telah menerapkan kebijakan privasi dan enkripsi data secara umum, tidak ditemukan penerapan khusus terhadap keamanan fitur Marketplace. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan memetakan celah keamanan spesifik serta menyarankan penerapan modular ISO/IEC 27001 pada fitur dalam platform digital. Hasil temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi pengelola platform, regulator, dan masyarakat dalam membangun ekosistem transaksi digital yang lebih aman dan terpercaya.
Evaluasi Kesiapan Keamanan Informasi: Studi Kasus BAWASLU ABC Menggunakan Indeks KAMI Versi 5.0 Muhammad Tulus Akbar
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 9 No. 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2026.9.1.5709

Abstract

Keamanan informasi merupakan elemen vital yang berperan dalam Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE). Indeks KAMI 5.0 tidak hanya sebagai pembaharuan dari versi yang tersedia sebelumnya tetapi mengedepankan terkait ancaman siber terkini, transformasi digital dan privasi pihak ketiga, selaras dengan regulasi peraturan perlindungan data pribadi. Evaluasi tingkat keamanan BAWASLU ABC mengacu kepada SNI ISO/IEC 27001:2022. Penilaian dilakukan pada tujuh kategori yaitu tata kelola keamanan informasi, pengelolaan risiko, kerangka kerja keamanan informasi, pengelolaan aset dan teknologi informasi, perlindungan data pribadi, serta suplemen terkait keterlibatan pihak ketiga. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan cara pengumpulan data melalui tahap wawancara dan observasi berkas. Hasil temuan lapangan menunjukan kategori sistem elektronik menunjukan skor sebesar 14 dan masuk dalam kategori baik, pengelolaan risiko dengan skor 72 dan kerangka kerja keamanan informasi dengan skor 192 masuk dalam tingkat keamanan V yang berarti (Terkelola dan  Terukur). Sedangkan empat kategori lainnya berada pada tingkat keamanan III dan IV. Hasil ini menunjukan bahwa BAWASLU ABC telah mengadopsi struktur tata kelola keamanan informasi yang telah berkembang dengan baik dan konsisten, namun masih diperlukan peningkatan pada aspek pengelolaan aset informasi dan perlindungan data pribadi agar mencapai tingkat kematangan optimal sesuai standar SNI ISO/IEC 27001:2022. Kata kunci: Indeks KAMI, ISO/IEC 27001:2022, Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) ---------------------------------------------------------------------- Information Security Readiness Evaluation of BAWASLU ABC Using KAMI Index 5.0 Information security is a vital element in the implementation of Electronic System Providers (ESP). The KAMI Index version 5.0 is not merely an update of the previous version, but also addresses current cyber threats, digital transformation, and third-party privacy in alignment with personal data protection regulations. This study evaluates the level of information security at BAWASLU ABC with reference to the SNI ISO/IEC 27001:2022 standard. The assessment was conducted across seven categories, namely information security governance, risk management, information security framework, asset and information technology management, personal data protection, and supplementary aspects related to third-party involvement. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through interviews and document observation. The findings indicate that the electronic system category achieved a score of 14 and was classified as good, while the risk management domain scored 72 and the information security framework scored 192, both reaching security maturity Level V (Managed and Measurable). The remaining four categories were at maturity Levels III and IV. Overall, the results demonstrate that BAWASLU ABC has adopted a well-developed and consistently implemented information security governance structure; however, improvements are still required in the areas of information asset management and personal data protection to achieve optimal maturity in accordance with the SNI ISO/IEC 27001:2022 standard. Keywords: Indeks KAMI, ISO/IEC 27001:2022, Information Security, Electronic System Operator (ESO), Information and Communication Technology (ICT)

Page 122 of 130 | Total Record : 1293