Filter By Year

1945 2024


Found 1,209 documents
Search PENELITIAN DI INDONESIA

Pemeriksaan Rapid Urinary Bladder Cancer Antigen untuk Deteksi Karsinoma Sel Transisional Buli pada Populasi Indonesia (Penelitian Awal) Tiera, Hery; Umbas, Rainy
Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 2 (2013): Apr - Jun 2013
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.785 KB)

Abstract

Pemeriksaan Urinary Bladder Cancer Antigen (UBC) merupakan salah satu pemeriksaan non-invasif terbaru dalam mendeteksi karsinoma buli dengan mengidentifikasi ekspresi sitokeratin 8 dan 18 di dalam urin. Tujuan penelitian ini adalah uji diagnostik dari pemeriksaan Rapid UBC pada populasi Indonesia dengan kecurigaan klinis tumor buli.Penelitian ini mengevaluasi 21 pasien secara prospektif di rumah sakit pusat rujukan nasional Indonesia pada 2011- 2012. Sebagai kriteria inklusi adalah pasien usia di atas 18 tahun dengan gross hematuria dan hasil pemeriksaan imajing menunjukkan adanya tumor buli, atau pasien Karsinoma Sel Transisional (KST) buli dengan riwayat reseksi tumor buli habis yang menjalani follow up sistoskopi rutin. Kriteria eksklusi meliputi pasien dengan infeksi saluran kemih atau dengan hasil pemeriksaan bakteri tahan asam di urin positif. Pemeriksaan Rapid UBC dilakukan sebelum sistoskopi dilakukan. Hasil pemeriksaan selanjutnya dibandingkan dengan hasil sistoskopi dan histopatologi. Analisis statistik dilakukan dengan perbandingan bivariat menggunakan SPSS v.17.0.Mayoritas subjek penelitian adalah laki-laki (71,4%). Nilai rerata usia adalah 56,1 ± 15,4 tahun. Lima belas pasien (71,4%) memiliki hasil UBC positif, dan 6 pasien (28,6%) memiliki hasil UBC negatif. Di antara pasien dengan hasil positif tersebut, 93,3% memiliki penemuan sistoskopi positif tumor buli dengan hasil histopatologi menunjukkan positif kasinoma sel transisional buli, dan 1 pasien memiliki hasil sistoskopi dan histopatologi negatif. Di antara pasien dengan hasil UBC negatif, 83,3% memiliki hasil sistoskopi positif menunjukkan adanya tumor buli dan hasil histopatologi karsinoma sel transisional buli. Satu pasien memiliki hasil sistoskopi dan histopatologi negatif. Nilaipositif predictive value pemeriksaan rapid UBC dalam mendeteksi KST buli adalah 93,3% dan nilai negative predictive value adalah 16,7%. Sensitivitas rapid UBC dalam penelitian ini sebesar 73,7% dan spesifisitas 50%, p=0,5.Sebagai kesimpulan, pemeriksaan rapid UBC memberikan nilai PPV yang cukup tinggi terkait temuan sistoskopi tumor buli dan hasil histopatologi karsinoma sel transisional buli. Pada penelitian awal ini, pemeriksaan Rapid UBC dapat menjadi pemeriksaan penunjang yang menjanjikan dan berguna untuk evaluasi cepat pada kasus dengan dugaan tumor buli. Dibutuhkan studi lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar untuk mengevaluasi nilai diagnostik pemeriksaan Rapid UBC.Kata kunci: karsinoma buli, transisional sel; diagnosis; marker tumor; UBC
Retrospek Dan Prospek Penelitian Anthropologi Ragawi Dan Biologi Manusis Di Indonesia. T. Jacob T. Jacob
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 6, No 02 (1974)
Publisher : Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.21 KB)

Abstract

Keyword : Penelitian Anthropologi Ragawi
PENGEMBANGAN PENELITIAN PRODUK UNGGULAN DAERAH SULAWESI UTARA YANG BERDAYA SAING MEMPERKUAT POSISI INDONESIA MENGHADAPI MEA Rumengan, I. F. M; Fatimah, F.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia akan menghadapi realisasi kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan pada awal tahun 2016 dengan 4 karakteristik, yaitu pasar tunggal dan basis produksi, wilayah ekonomi berdaya saing tinggi, wilayah dengan perkembangan ekonomi yang merata, wilayah yang seutuhnya terintegrasi kedalam ekonomi global. Dalam makalah ini dipaparkan beberapa produk unggulan daerah dengan nilai ekonomis yang tinggi dan dibandingkan dengan penelitian-penelitian terkait di Universitas Sam Ratulangi. Ada banyak produk daerah Sulawesi Utara yang mempunyai nilai ekspor yang tinggi, seperti produk pertanian (kelapa, pala dan cengkih) dan produk perikanan seperti ikan (tuna, cakalang dan tongkol) dan rumput laut. Banyak komoditi olahan turunan dari produk-produk tersebut sudah tersedia di pasaran domestik namun belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).Standardisasi dari produk-produk yang berdaya saing tinggi akan menentukan daya jualnya di pasar global, dan karena itu proses kajian konvensional seperti pengujian dan sertifikasi jelas diperlukan. Untuk itu, peran Unsrat dengan ketersediaan laboratorium-laboratorium penguji dan peneliti-peneliti yang kompeten akan sangat penting ke depan. Sampai tahun 2014, belum ada penelitian khusus terkait pengujian standar mutu yang sudah ada, atau pengembangkan standar baru untuk setiap komoditi unggulan daerah Sulawesi Utara. Namun demikian, beberapa topik penelitian terkait MEA berorientasi kebijakan dan standardisasi sedang dikembangkan oleh peneliti-peneliti Universitas Sam Ratulangi mulai tahun ini. Ke depan, universitas ini harus berpartisipasi nyata dalam mengembangkan standar keamanan dari setiap produk (material) yang dapat dipasarkan, tidak hanya produk pertanian dan perikanan, tetapi juga material untuk konstruksi, dan sebagainya.
Interdependensi Strategi Pemasaran Terhadap Kinerja Perusahaan (Suatu Penelitian pada Perusahaan Asuransi Indonesia yang sudah Go Public) Hidayat, Cecep; Putong, Iskandar; Sari, Rini Kurnia
Binus Business Review Vol 5, No 1 (2014): Binus Business Review
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/bbr.v5i1.1192

Abstract

This study aims to analyze the interdependence between the variables of marketing strategy and organizational performance of insurance companies using canonical correlation analysis with multiple multivariate analysis approach. The interdependent correlation value may explain the subgroup which the dominant variable affects other subgroups on the company based on the value of redundancy index. The study population was 9 go public insurance companies when the study was conducted in 2013. Given two exogenous variables, i.e. variables Effectiveness Strategy (STRAEFEK) and Efficiency Strategy (STRATEFIS). Endogenous variable is the Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Eqiity Ratio (DER), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Operating Profit Margin (OPM) and Net Profit Margin (NPM).
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN ANGKLUNG (Penelitian Tindakan Kelas di TK Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia) Nuraida, eRI; Milyartini, Rita
SWARA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : SWARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Skripsi yang berjudul Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Angklung (Penelitian Tindakan Kelas di TK Laboratorium Percontohan Universitas Pendidikan Indonesia), dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa  kondisi keterampilan sosial anak di sekolah tersebut belum berkembang dengan baik. Secara umum sebanyak 91.66% dari jumlah anak yang mengikuti kegiatan bermain angklung memiliki keterampilan sosial yang belum berkembang. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini melalui kegiatan bermain angklung. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, partisipan yang menjadi subjek penelitian yaitu anak kelompok B-2 TK Laboratorium Percontohan UPI berjumlah 12  orang yang terdiri dari lima laki-laki dan tujuh perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan bermain angklung pada anak usia dini sangat membantu pada perkembangan keterampilan sosial anak, karena banyak aspek yang dapat dikembangkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui kegiatan bermain angklung, keterampilan sosial anak usia dini di TK Laboratorium Percontohan UPI meningkat secara signifikan. Aspek yang meningkat adalah perilaku sosial yang meliputi (1) aspek empati yaitu menunjukan sikap perhatian kepada orang lain, (2) Kemurahan hati yaitu berbagi kesempatan dengan orang lain atau berbagi barang dengan orang lain, (3) kepedulian yaitu rasa ingin membantu terhadap orang yang sedang membutuhkan bantuan, (4) Kerja sama yaitu melakukan kegiatan bersama-sama. Kata kunci : Keterampilan sosial, anak usia dini, bermain angklung. 
ANALISIS PENGARUH NON PERFORMING LOAN, LOAN TO DEPOSIT RATIO, CAPITAL ADEQUACY RATIO, DAN LEVERAGE MULTIPLIER TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Penelitian Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Dalam Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2014) Bayu Widiyanto, 11.05.52.0183; Lisiantara, Anggana
Students Journal of Accounting and Banking Vol 5, No 1 (2016): Vol. 5 No. 1 Edisi April 2016
Publisher : Students Journal of Accounting and Banking

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to test the influence of Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Leverage Multiplayer (LM), the Capital Adequacy Ratio (CAR) of profitability (Return On Assets). The sample in this study were 27 banking company went public during the period of the year 2011 to 2014. Methods of analysis used in this research is by using multiple linear regression analysis. Multiple regression analysis is used to test whether there is influence of the NPL, LDR, LM, and CAR against profitability (ROA). Multiple linear regression analysis can also be used to test whether there is influence among variables and time dummy dummy bank towards profitability (ROA). The results of this study indicate that, of Non Performing Loan (NPL) is the variable that affects the profitability of the bank (ROA). While the time dummy, this research suggests that there may be differences in profitability between years occurred in the fourth year (2014), and to demonstrate that the banks dummy order banks to 9 (PT Bank Rakyat Indonesia) had differences with other bank profitability.Keywords: NPL, LDR, LM, CAR
Status Penelitian Purwoceng (Pimpinella alpina Molk.) di Indonesia Ireng Darwati; Ika Roostika
Buletin Plasma Nutfah Vol 12, No 1 (2006)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/blpn.v12n1.2006.p9-15

Abstract

Purwoceng was a commercial medicinal plant that could be used as aphrodisiac, diuretic, and body fit enhancer. The plant was indigenous of Indonesia that grew endemically at Dieng Plateau in Central Java, Pangrango Mountain in West Java, and mountaineos area in East Java. Recently the population was getting rare because of high genetic erosion. Based on the erosion level, the purwoceng was categorized as endangered species. In order to prevent from extinction, the conservation has to be done. The efforts of conservation could be conducted together with the efforts of its utilization optimally and sustainably. So far there were not many researches on purwoceng. Several aspects that had been reported were on agronomy, in vitro culture, phytochemistry, and pharmacology. However, the results of those researches had not been optimal and satisfying. Breeding research had not even been reported. This condition opened large opportunities for researchers to develop the researches that had been conducted to obtain the new technology. The supported technologies and the completed information would enhance the development of this commodity especially at industrial scale. Abstrakdigunakan sebagai afrodisiak, diuretic, dan tonik. Tanaman tersebut adalah tumbuhan asli Indonesia yang tumbuh secara endemik di dataran tinggi Dieng Jawa Tengah, Gunung Pangrango Jawa Barat, dan area pegunungan di Jawa Timur. Dewasa ini, populasinya sangat jarang yang disebabkan oleh erosi genetik secara besar-besaran. Berdasarkan tingkat erosinya, purwoceng dikategorikan sebagai spesies yang hampir punah. Untuk menghindari kepunahan, tindakan konservasi harus dikelola dengan baik. Upaya pelestarian sebaiknya dilakukan secara bersama dengan upaya pemanfaatannya secara optimal dan berkelanjutan. Hingga saat ini tidak banyak laporan penelitian tentang purwoceng. Beberapa aspek yang sudah dilaporkan adalah aspek agronomi, kultur in vitro, fitokimia, dan farmakologi. Namun demikian, hasil penelitian tersebut belum memuaskan. Penelitian pemuliaan bahkan belum pernah dilaporkan. Kondisi demikian membuka peluang bagi pengembangan penelitian yang sudah pernah dilakukan hingga diperoleh teknologi yang mantap. Teknologi yang mendukung dan informasi yang lengkap diharapkan akan meningkatkan pengembangan komoditas tersebut, terutama dalam skala industri.
Analisa Kesesuaian Dana Penelitian Perkebunan di Indonesia Delima H.A. Darmawan; I Wayan Rusastra; Sjarifuddin Baharsjah
Forum penelitian Agro Ekonomi Vol 6, No 1 (1988): Forum Penelitian Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/fae.v6n1.1988.1-9

Abstract

IndonesianPeranan riset dalam pembangunan pertanian tidak perlu dipersoalkan lagi. Masalahnya adalah bagaimana sumberdaya riset dialokasikan sehingga diperoleh dampak hasil yang maksimum. Kajian ini menggunakan alat analisa rasio kesesuaian dengan data makro Indonesia. Diperoleh hasil bahwa terdapat ketimpangan alokasi dana subsektor dalam sektor pertanian dan subsektor perkebunan bukan menjadi penyebab kejadian tersebut. Ketimpangan tersebut terkait dengan lemahnya perencanaan alokasi dana bantuan luar negeri, program lanjutan pasca riset yang lebih menekankan pada pembangunan subsektor tanaman pangan, dan kurangnya kesesuaian alokasi dana riset antar komoditi sebsektor bersangkutan. Walaupun demikian, tidak ada alasan untukk mengurangi alokasi dana riset secara absolut untuk seluruh subsektor pertanian di Indonesia, karena alokasinya memang masih rendah (0,17 persen - 0,57 persen) dari produk domestik bruto subsektor bersangkutan. Di negara maju proporsinya dapat mencapai 2,2 persen sampai 4,0 persen. Demikian juga dengan aloksai dana riset komoditi perkebunan. Komoditi coklat yang belakangan ini mendapat alokasi dana riset cukup memadai (3,48 persen) perlu tetap dipertahankan sedangkan untuk komoditi lainnya masih perlu ditingkatkan. Alokasi tenaga penelitian sebaiknya juga mempertimbangkan hasil analisa kesesuaian dalam penelitian ini.
Potensi Peningkatan Produksi Kedelai di Indonesia melalui Penelitian Pengembangan dan Pemanfaatan Sumber Pertumbuhan Produksi Made Oka Adnyana; Ketut Kariyasa
Forum penelitian Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1999): Forum Penelitian Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/fae.v17n1.1999.38-48

Abstract

EnglishThe performance of soybean production, productivity, and area of production as well as the demand, for this commodity are intensely discussed in this article. On the other hand, the opportunity to increase the domestic production can be led by enhancing the utilization of the new sources of production growth such as: (1) Expansion of production area through extensification program and increased cropping index, (2) Increasing productivity (tort/ha), (3) Increasing yield stability per unit of area. (4) Reducing the yield gap between recommended technology and yield at farm level, and (5) Reducing yield loss during harvest and post harvest handling. In addition, the discussion also involves other aspects such as: financial feasibility of soybean farming and its competitiveness to other competing crops, comparative advantage of effort to blow up domestic production compared with import, and economic incentive of government policy to the soybean farming in three provinces, namely: West lava. Central Java. and Lampung. IndonesianDalam makalah ini dikemukakan perkembangan produksi, produktivitas, dan kebutuhan serta perkembangan ekspor dan impor kedelai di Indonesia. Sedangkan tambahan produksi kedelai yang mampu dihasilkan dapat ditempuh dengan pemanfaatan sumber pertumbuhan produksi kedelai: (1) Perluasan areal tanam (ekstensifikasi dan peningkatan indeks pertanaman), (2) Peningkatan produktivitas (hasil/ha), (3) Peningkatan stabilitas hasil per satuan luas, (4) Mempersempit senjang hasil antara teknologi rekomendasi dengan hasil di tingkat petani, dan (5) Menekan kehilangan hasil panen dan pasca panen. Lebih lanjut, pada makalah ini juga dibahas tentang kelayakan finansial dan keuntungan kompetitif usahatani kedelai dibandingkan dengan komoditas kompetitornya, keunggulan komparatif upaya memacu produksi kedelai di dalam negeri dibandingkan dengan impor, serta insentif ekonomi kebijaksanaan pemerintah pada usahatani kedelai di tiga wilayah penelitian pengembangan produksi kedelai yaitu; Jabar, Jateng, dan Lampung.
PENELITIAN PERSEPSI PEJALAN KAKI DI WILAYAH KAMPUS UNIVERSITAS INDONESIA Alyani, Ilma; Sumabrata, R. Jachrizal
Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi Vol 2 No 2 (2015): Prosiding Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently walking is still not being a favorite way to transport in our society. Therefore, this research explored the opinions of people about the activity of walking itself. Different from any researches before, this research tried qualitative approach to explore the reasons why people are interested in and not interested in walking. The research was conducted using web-based questionnaire (online survey). After filtered, processed data includes the reasons why people are interested in and not interested in walking. Then this data analyzed using descriptive statistics and Chi-square correlation test using SPSS software. The test results showed that there is no significant correlation was found between gender and the reasons people are interested and not interested in walking.

Page 13 of 121 | Total Record : 1209