Filter By Year

1945 2024


Found 233 documents
Search TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN

Revolusi Industri 4.0 : Peluang Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi Putra Pratama
Media Pustakawan Vol 25, No 3 (2018): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v25i3.214

Abstract

AbstrakPerkembangan Teknologi Informasi (TI) dewasa ini berkembang begitu pesat. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, setiap organisasi atau perusahaan khususnya perpustakaan harus mengikuti perkembangan teknologi informasi agar dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Arus globalisasi yang tidak terbendung lagi serta perkembangan teknologi yang terjadi secara masif manjadikan munculncya era Revolusi Industri 4.0. Perkembangan Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang perpustakaan untuk bertransformasi menjadi perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intilegent), Augmented Reality (AR), Remote Access, Co-Working Space. Peningkatan kompetensi skill literasi juga harus dimiliki oleh pustakawan di era teknologi informasi. Tiga literasi utama yang harus dimiliki adalah, 1) Literasi digital, 2) Literasi teknologi, 3) Literasi manusia. Tiga keterampilan ini diprediksi menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam era Revolusi Industri 4.0. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan metode pengumpulan data observasi.
Pergeseran Paradigma Pengelola Perpustakaan Di Era Teknologi Informasi Sri Endah Pertiwi
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.912

Abstract

Kebutuhan masyarakat di era gobalisasi teknologi sekarang ini mempunyai harapan yang besar terhadap perpustakaan. Sebagai penyedia informasi, sebuah perpustakaan dituntut dalam kecepatan akses informasi dan ketepatan unsur ilmiah. Semua itu tak lepas dari pengaruh pengelola dan pustakawan yang menjadi motor penggerak sebuah perpustakaan! Pergeseran kerangka berpikir pengelola perpustakaan dari sikap apatis menjadi proaktif, dari sekedar penjaga buku menjadi subyek penentu, dari penyelesaian pekerjaan manual menjadi berkemampuan menguasai teknologi informasi menjadi solusi terbaik dalam memajukan sebuah perpustakaan. Artikel ini berfokus pada bagaimanakah pergeseran paradigma atau kerangka berfikir pengelola perpustakaan dalam pendayagunaan teknologi informasi di perpustakaan?Dengan tujuan penulisan yaitu Mengetahui minat pengelola perpustakaan dalam aktifitas kerja di perpustakaan dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi; Melihat seberapa jauh kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi dalam membantu aktifitas kerja di perpustakaan; Mengetahui pergeseran paradigma atau kerangka berfikir pengelola perpustakaan dalam pendayagunaan teknologi informasi.  
Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Kualitas Layanan di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jamaluddin; La Tommeng
Media Pustakawan Vol 25, No 4 (2018): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v25i4.195

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel teknologi informasi terhadap kualitas layanan di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin. Sumber data dalam penelitian ini adalah Data Primer dan Data Sekunder, teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket/daftar pertanyaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemustaka yang mengunjungi UPT Perpustakaan Unhas dan aktif memanfaatkan perpustakaan pada tahun 2018. Sesuai data statistik bagian layanan umum rata-rata jumlah pemustaka per hari sebesar 506. Jumlah sampel 83 dihitung dengan menggunakan rumus Slovin. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjelaskan frekuensi dari masing-masing variabel serta uji statistik untuk membuktikan adanya pengaruh antara variabel teknologi informasi terhadap kualitas layanan UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan antara aplikasi teknologi informasi terhadap kualitas layanan Perpustakaan Univ. Hasanuddin. Hal ini bisa dilihat dari hasil Uji t, dimana thitung 13,263 ttabel 1,990, signifikansi (0,000) α (0,05), dan uji F hitung 175,912 F tabel 3,958. Dari data tersebut Hipotesis (Ha) diterima, berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel aplikasi teknologi informasi terhadap kualitas layanan perpustakaan. Hasil regresi linier menggunakan tabel model summary menegaskan kontribusi teknologi informasi terhadap kualitas layanan perpustakaan sebesar 68,5% dan sisanya 31,5% dipengaruhi oleh faktor – faktor lain di luar variabel yang diteliti. 
Pergeseran Paradigma Pengelola Perpustakaan Dan Kepustakawanan Indonesia Dalam Dinamika Perkembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Nila Nurjanah
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.922

Abstract

Perpustakaan dituntut untuk mampu berbenah mengikuti dinamika yang ada. Perpustakaan yang sebelumnya seringkali dicitrakan sekadar ”gudang buku” dan menunggu pengguna datang, dituntut mampu menjadi perpustakaan yang humanis dan ”user center”, dan berubah dari perpustakaan tradisional menjadi modern, di mana pengguna di luar gedung perpustakaan pun mampu mengakses koleksi yang ada. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang dahsyat ini, menjadikan sebagian orang merasa tidak perlu lagi pergi ke perpustakaan, karena di rumah pun mereka merasa bisa menemukan informasi yang mereka butuhkan. Akankah ini berarti perpustakaan justru semakin ditinggalkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi? Padahal sebenarnya konsep-konsep penemuan kembali pada internet itu, sebenarnya juga mengadopsi cara kerja yang terjadi di perpustakaan.Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini, lahirlah konsep Library 2.0. Pustakawan harus terus mengembangkan ide-idenya, jadi ketika pengguna tidak ada, mereka pun harus tetap bekerja. Apalagi adanya perkembangan Library 2.0, harusnya mampu mendorong kemampuan kompetitif pustakawan, untuk mengambil pasar online, sehingga pada perpustakaan fisik berkembang dan perpustakaan online pun berkembang.
Digital Library : Penerapan Teknologi Informasi (Ti) di Perpustakaan Lutriani Lutriani
Media Pustakawan Vol 18, No 4 (2011): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v18i4.829

Abstract

Perkembangan perpustakaan tidak terlepas dari perkembangan manusia, juga sebaliknya perkembangan manusia sedikit banyak terpengaruh juga dengan adanya perpustakaan. Perpustakaan dapat dikatakan sebagai cermin dari suatu bangsa atau masyarakat dilihat dari segi sosial, ekonomi, kultural (budaya), juga pendidikan masyarakat. Selama berabad­abad eksistensi perpustakaan tetap dipertahankanwalaupun banyak mengalami pasang surut dan berbagai hambatan, perpustakaan tetap dipertahankan karena memiliki fungsi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Fungsi perpustakaan yang sangat menonjol adalah sebagai sarana penyimpanan karya manusia seperti karya cetak, di antaranya: buku, majalah, brosur, jurnal, koran, dan karya cetak lainnya yang dianggap harus disimpan sebagai dokumen warisan bangsa. Karya manusia lainnya adalah karya rekam, di antaranya: piringan hitam, kaset, compact disc, video dan karya rekam lainnya. Setelah ribuan tahun hidup dengan teknologi cetak, dan ratusan tahun dengan teknologi analog elektronik, kelahiran dan perkembangan pesat teknologi digital menimbulkan revolusi cukup mendasar di era teknologi ini, dan kepustakawanan khususnya kata perpustakaan merujuk ke satu medium penentu peradaban manusia yaitu buku. Untuk waktu yang sangat lama buku dan produk tercetak lainnya adalah satu­satunya sumberdaya pengetahuan yang dihimpun oleh perpustakaan. Beberapa waktu belakangan ini “dunia teks”  tiba­tiba mendapat tantangan dari teknologi baru yang menghadirkan teks linear dan teks berkaitan (hypertext), tidak hanya gambar mati, tapi gambar hidup dan gambar imajinasi yang seakan­akan hidup. Kalau bisa dijabarkan dari teknologi cetak berkembang ke teknologi analog, lalu teknologi elektronik dan berkembang kemudian ke teknologi digital sampai teknologi multimedia. Perubahan peran teknologi informasi memperluas peran perpustakaan tradisional melampaui koleksi buku dan pelayanan berbasis cetak yang menjadi citranya hingga kini. Perpustakaan modern dewasa ini menyediakan spektrum menyeluruh produk dan pelayanan informasi, baik yang berbasis cetak maupun elektronik. Pengembangan perpustakaan digital atau e-library bagi tenaga pengelola  perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi sistem otomasi perpustakaan, sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan efisien.
Peran Perpustakaan Dalam Mencerdaskan Penggunanya Melalui Teknologi Informasi Syamsu Alam H
Media Pustakawan Vol 14, No 3&4 (2007): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v14i3&4.985

Abstract

Perpustakaan sebagai penyedia dan penyebar informasi belum terlalu dikenal oleh banyak kalangan dan lapisan masyarakat. Masyarakat lebih mengenal penyedia dan penyebar informasi seperti media massa atau media tercetak yang ada. Sebagai orang dibalik perpustakaan, pustakawan ke depan sebagai pengelola sumber informasi merupakan peluang, tantangan, pemicu dan kemandirian untuk membuat terobosan, berkreatifitas untuk keluar sebagai yang terbaik. Kompetensi profesional adalah penguasaan keterampilan tentang sumber daya informasi, pengelola informasi dalam memberikan jasa informasi kepada pengguna. Pustakawan dalam mengelola perpustakaan harus produktif, kreatif termasuk mengadakan promosi, orientasi kepada masyarakat untuk memasyarakatkan perpustakaan. Dalam promosi dan orientasi perpustakaan harus direncanakan dengan matang dan yang harus diperhatikan antara lain: apa yang akan dipromosikan, siapa yang akan menyampaikan, dan metode penyampaian, dan metode penyampaian promosi dan media apa yang dipakai. Sehingga peran dan layanan perpustakaan dalam mencerdaskan penggunannya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat secara cepat dan tepat.
Peningkatan Layanan Berbasis Teknologi Informasi (TI) pada Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Made Hery Griadhi
ACARYA PUSTAKA Vol 1 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v1i2.10048

Abstract

AbstrakPerpustakaan sekolah sebagai jantungnya program pendidikan sudah semestinya dijadikan pusat penyebar luasan  teknologi informasi yang telah dicapai. Peran perpustakaan yang begitu penting  pada penyelenggaraan pendidikan sudah sepatutnya didukung oleh prangkat teknologi informasi yang memadai dalam penyelenggaraan layanannya, hal ini sangat relevan  dengan kebutuhan  siswa yang semakain komplek dan semakin menuntut layanan serba instan. Dengan demikian dirasakan sangat mendesak mengaplikasikan teknologi informasi untuk mendukung layanan perpustakaan dalam melayani pengguna. Namun demikian berdasarkan pengamatan sementara melalui survey  yang telah dilakukan sebagian besar sekolah yang ada di Kabupaten Buleleng  belum menyelenggarakan layanan berbasis TI terutama dalam hal pengolahan bahan  pustaka berupa pembuatan katalog dalam hal penyelenggaraan layanan OPAC (Online Public Acsses Cataloque). Perpustakaan sebagai institusi pengelola informasi merupakan salah satu bidang penerapan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Perkembangan dari penerapan teknologi informasi bisa kita lihat dari perkembangan jenis perpustakaan yang selalu berkaitan dengan teknologi informasi, diawali dari perpustakaan manual, perpustakaan terautomasi, perpustakaan digital atau cyber library. Mengatasi permasalahan  pemanfaatan fasilitas TI pada perpustakaan sekolah yang belum optimal sangat relevan dilakukan pendidikan dan latihan (diklat) kepada pengelola perpustakaan sekolah mengenai pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada perpustakaan sekolah. Salah satu alat bantu dalam kegiatan ini adalah  Program Slim 7 Cendana  yaitu program teknologi informasi yang dapat mengakomodir kebutuhan perpustakaan dalam menyelenggarakan layanan berbasi TI. Program ini dapat membantu pengelola perpustakaan dalam mengolah buku koleksi seperti membuat catalog dan menampilkan catalog dalam bentuk OPAC (online Public Access Catalogue). Dengan pengaplikasian program ni pada penyelenggaraan perpustakaan maka disamping membantu pengelola perpustakaan dalam mengolah buku juga sangat membantu pengguna dalam menelusuri buku-buku koleksi perpustakaan. Kata kunci: Layanan berbasis teknologi informasi (TI) dan pengelolaan  perpustakaan sekolah
PENGUKURAN TINGKAT KEMAMPUAN (CAPABILITY LEVEL) TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 DOMAIN APO (ALIGN, PLAN AND ORGANIZE) Siti Aminah; Munirul Ula; Mutammimul Ula
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 4 No. 2 (2020): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2020
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/sisfo.v4i2.6293

Abstract

Perpustakaan universitas malikussaleh menggunakan teknologi informasi untuk membantu aktivitas menginput dan mengorganisir data mereka supaya aktivitas kerjanya menjadi lebih cepat, tepat, aman, efektif dan efisien. Pengukuran tingkat kemampuan teknologi informasi pada suatu instansi ataupun organisasi dianggap penting karena dapat mengetahui bagaimana keadaan teknologi informasi pada instansi ataupun organisasi. Adapun hasil dari pengukuran yang didapatkan dapat diberikan rekomendasi untuk pengembangan tata kelola teknologi informasi pada perpustakaan universitas malikussaleh. Tata kelola teknologi informasi (TI) yang baik dapat dicapai dengan menggunakan standar pengelolaan TI yang telah dikembangkan oleh IT Framework berstandar Internasional salah satunya adalah COBIT. Penelitian ini menggunakan domain APO (Align, Plan and Organize). Hasil perhitungan capability level (tingkat kemampuan) keseluruhan saat ini Perpustakaan Universitas Malikussaleh sebesar 2,67 berada pada level 3 (Established Process). Adapun skala yang digunakan adalah skala likert.
Layanan Penelusuran Kompleks Berbasis Teknologi Informasi di Perpustakaan Indah Wijaya Antasari
Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.231 KB) | DOI: 10.24090/jkki.v1i1.4049

Abstract

The purpose of this research is to describe complex search services at the IAIN Purwokerto Library related to information technology, where search uses a search tool in the form of computers and networks. Based on several studies of users in the IAIN Purwokerto library, the library developed its services. Using descriptive method, with a source of complex search service form data in 2017-2019. As a result, the development of information technology is coloring the provision of new services, such as bookless library services, e-library services that can be installed via playstore on android devices, international journal services by subscribing to proquest, etc. Librarians are also required to master technology by providing information technology-based services, in this case complex search services. IT-based complex search services are carried out by integrating all digital services in the library to provide answers to the information needs of users.Keywords: service development, complex search service, digital services, information technology, online search
Implementasi Teknologi Informasi untuk Meningkatan Mutu Layanan Perpustakaan Muslina Muslina
Al-Ma'mun: Jurnal Kajian Kepustakawanan dan Informasi Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : UPT Perpustakaan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.553 KB) | DOI: 10.24090/jkki.v1i1.4051

Abstract

Library services in this case the library services include circulation services, reference services, journal / magazine services, multimedia services, internet services and computer stations. These services must follow technological developments in providing information in accordance with the needs of users. IT in libraries is often a benchmark of progress and modernization of a library. The goal of information technology in improving service quality is easy, fast and accurate access through telecommunications networks (LAN, WAN , and internet). This article tries to explain what and how the implementation of information technology to improve the quality of library services. The conclusion is the implementation of information technology in improving the quality of library services is the application of technology used in conveying and processing information to improve quality or standards that must be achieved in the main activities in each library. services such as application to circulation services, reference services, periodical journal or magazine services, multimedia or audio-visual services, internet and computer station services, security services and procurement services.

Page 14 of 24 | Total Record : 233