Filter By Year

1945 2024


Found 233 documents
Search TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI PERPUSTAKAAN PADA STMIK DHARMA WACANA METRO MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 2019 DENGAN DOMAIN DSS muammar khadafi
JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : JIKO (Jurnal Informatika dan Komputer)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jiko.v5i3.5556

Abstract

Manajemen TI diperlukan untuk menjaga dan menjamin kelancaran operasional teknologi informasi di perpustakaan. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas perpustakaan yang terintegrasi dengan IT. Proses audit pada penelitian ini memakai COBIT 2019 menggunakan domain Delivery Support and Service (DSS). Fokus DSS yang dipakai adalah DSS01 dan  DSS06. Audit ini berfokus  pada tinjauan  manajemen operasi dan  manajemen proses  bisnis  perpustakaan. Hasil audit di perpustakaan STMIK Dharma Wacana Metro  menunjukkan  bahwa tingkat kapabilitas  yang  diterima berada pada level 1.
Peranan Teknologi Informasi Komunikasi Sebagai Media Pelayanan di Perpustakaan INSTIDLA Eni Amaliah; Muhamad Bisri Mustofa; Mezan El Khaeri Kesuma; Siti Wuryan; Dedeh Ramadaniah; Sella Desti Tamara
Tik Ilmeu : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/tik.v6i2.5075

Abstract

This Study aims to describe role of Information Communication Technology (ICT) as a Library Service Media began to be carried out by the Diniyyah Lampung Institute of Technology and Science (INSTIDLA) as a form of adjustment to the development and needs of students in the current era of Society 5.0. This study aims to determine the influence of information and communication technology on INSTIDLA library services. This research uses a qualitative method with an analytical descriptive approach where the role of ICT is explained comprehensively in the INSTIDLA Library as a Library Service Media. Data collection techniques use observation and interviews. The object of this study is instidla's library and social media services. INSTIDLA Library Services is a combination of manual services and information and communication technology (ICT) based services that support library professionalism in improving INSTIDLA library services. The result of this study is a significant influence between the development of ICT and library services through social media, including helping and facilitating the work of library staff, attracting visitors to the library, and facilitating the communication of librarians with library visitors and finally, the library information base via social media
Kompetensi Seorang Pustakawan Dalam Menguasai Teknologi Informasi Untuk Mengelola Perpustakaan Digital Pada Era 4.0 Julianti, Siti Aminah
LIBRIA Vol 14, No 2 (2022): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/16809

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi informasi yang maju semakin pesat, menyebabkan berbagai instansi atau lembaga mengubah cara kerja mereka dengan teknologi yang berbasis digital, termasuk perpustakaan. Ini menjadi tantangan bagi lembaga atau instansi perpustakaan untuk meningakatkan sumber daya manusia karyawannya yaitu pustakawan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pelatihan kepada para staf pustakawan agar mereka menguasi kompetensi dan kemampuan terhadap teknologi informasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pemustaka dengan membangun perpustakaan digital. Tujuan dari tulisan ini adalah memberikan gambaran terkait kompetensi yang harus dikuasai oleh pustakawan dalam mengelola perpustakaan digital di zaman serba canggih ini agar perpustakaan tersebut tidak tertinggal dan habis dimakan zaman.Kata Kunci: Kompetensi Pustakawan, Perpustakaan Digital, Pustakawan, Teknologi Informasi. AbstractThe development of advanced information technology is increasing rapidly, causing various agencies or institutions to change the way they work with digital-based technology, including libraries. This is a challenge for library institutions or agencies to improve the human resources of their employees, namely librarians. Therefore, it is necessary to conduct training for librarian staff so that they master the competence and ability of information technology to provide the best service to users by building digital libraries. The purpose of this paper is to provide an overview of the competencies that librarians must master in managing digital libraries in this sophisticated era so that these libraries are not left behind and run out of time.Keywords: Librarian Competence, Digital Library, Librarian, Information Technology.
Implementasi Teknologi Informasi di Perpustakaan: Representasi dalam Film Indonesia Era 2000-an Nina Mayesti; Aprinus Salam; Ratna Noviani
LIBRARIA : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 6, Nomor 2, Tahun 2017 (Desember 2017)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.004 KB)

Abstract

melihat gambaran implementasi teknologi informasi di perpustakaan. Film Indonesiadi era 2000-an menjadi objek yang menarik untuk dikaji dan dikaitkandengan perkembangan dunia perpustakaan di era milenium ketiga. Artikel inimengkaji implementasi teknologi informasi di perpustakaan yang direpresentasikandalam 5 (lima) judul film Indonesia yang rilis pada era tahun 2000-an.Menggunakan paradigma kajian budaya dan media, penelitian ini mengkajibabak-babak dalam film tersebut yang menampilkan adegan berlatar perpustakaanyang memuat gambaran implementasi teknologi informasi. Metodeyang digunakan untuk menganalisis sumber data adalah Analisis WacanaKritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perpustakaan dalamfilm-film Indonesia yang dikaji masih dipengaruhi wacana mengenai perpustakaantradisional. Wacana tersebut masih terus menerus direproduksi dandikukuhkan melalui representasi dalam film. Tidak ada upaya pembaharuanwacana mengenai perpustakaan digital atau perilaku pengunjung yang sesuaidengan era milenium ketiga. Kalaupun ada komputer atau perangkat teknologiyang muncul dalam latar, nampak sebatas simbol untuk memperkaya unsurdekoratif film. Keberadaan teknologi dan budaya digital yang sudah menjadibagian dari perpustakaan, ternyata tidak dianggap sebagai hal yang penting
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI (INFORMATION TECHNOLOGY) DI PERPUSTAKAAN LAILA RAHMAWATI
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 7, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v7i13.3146

Abstract

ABSTRAK Dalam keilmuan perpustakan kaitannya dengan ilmu terapan dalam bidang IT (Information Technology) dikenal dengan istilah otomasi perpustakaan. Otomasi perpustakaan merupakan penggunaan teknologi  informasi dan komunikasi untuk mengganti sistem manual di perpustakaan, Fungsi–fungsi yang mungkin di-otomasikan bisa salah satunya atau seluruh fungsi seperti pengadaan, pengatalogan, sirkulasi, administrasi dan referensi. Teknologi informasi di perpustakaan diterapkan dengan alasan memudahkan pembuatan katalog, memudahkan layanan sirkulasi, memudahkan penelusuran informasi, memenuhi tuntutan terhadap mutu layanan informasi perpustakaan, informasi dalam berbagai media, efisiensi waktu dan ketepatan layanan. Kata Kunci: Information Technology, Teknologi Informasi, Otomasi, Perpustakaan
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MEMBANGUN AGILITAS LEMBAGA PERPUSTAKAAN Andi Asari
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.279 KB) | DOI: 10.59024/jumek.v1i1.49

Abstract

The organization more and more invests in information technology (IT) to increase agility/agility. It is generally believed that organizations with larger IT investments tend to be more agile in responding to environmental changes. However, the problem of whether IT is a supporter or inhibiting organizational agility is still not resolved. Based on the theory of resource -based views and literature of information technology capabilities and organizational agility, the authors develop and test theoretical models that integrate IT capabilities, and agility of the institution. This article highlights the role of the process of developing the agility of library institutions supported by IT capabilities. We base our reviews on many literature taken from several international journals and conferences. We review the use of various theoretical lenses used to investigate the relationship between IT capabilities and the agility of the library organization. We also map literature through a series of stages that highlighted how researchers had built in previous studies. Finally, we discuss opportunities for future research in an effort to cover the gap of various research findings.
PENTINGNYA PEMBAHARUAN TEKNOLOGI MEDIA INFORMASI TERHADAP KEBUTUHAN PERPUSTAKAAN DAN PUSTAKAWAN Fayeesha Salsabila
IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/iqra.v17i1.12674

Abstract

AbstrakPembaharuan teknologi media informasi adalah hal yang penting terhadap kebutuhan perpustakaan dan pustakawan karena kemajuan teknologi semakin berkembang. Di era Revolusi Industri 4.0, perpustakaan tidak hanya tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tapi juga tempat tersedianya informasi terbaru dan lainnya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan studi literatur dengan mengumpulkan data dari bahan literatur seperti jurnal ilmiah atau artikel falid. Usaha yang dilakukan perpustakaan dalam mengembangkan kebutuan akan teknologi informasi dengan membuat kreasi baru seperti memanfaatkan layanan internet dan memperbarui fitur-fitur alat bantu kerja perpustakaan. Dan usaha yang bisa dilakukan pustakawan adalah dengan menambah, memperluas dan mengupdate ilmu teknologi agar dapat mendukung perpustakaan.Kata Kunci : teknologi informasi, revolusi industri 4.0, perpustakaan, pustakawanAbstrakPembaharuan teknologi media informasi penting untuk kebutuhan perpustakaan dan pustakawan karena tuntutan kemajuan teknologi semakin berkembang. Di era Revolusi Industri 4.0, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi juga menjadi tempat tersedianya informasi terkini dan lain-lain. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dari bahan kepustakaan seperti jurnal ilmiah atau artikel falid. Upaya yang dilakukan perpustakaan dalam mengembangkan kebutuhan akan teknologi informasi dengan membuat kreasi baru seperti memanfaatkan layanan internet dan pemutakhiran fitur alat bantu kerja perpustakaan. Dan upaya yang dapat dilakukan pustakawan adalah menambah, memperluas dan memperbaharui ilmu pengetahuan teknologi guna menunjang berjalannya perpustakaan.Kata kunci : teknologi informasi, revolusi industri 4.0, perpustakaan, pustakawan
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MEMBANGUN AGILITAS LEMBAGA PERPUSTAKAAN Andi Asari
Jurnal Manajemen Riset Inovasi Vol. 1 No. 1 (2023): Januari: Jurnal Manajemen Riset Inovasi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.864 KB) | DOI: 10.55606/mri.v1i1.629

Abstract

Organisasi semakin banyak menginvestasikan uang dalam teknologi informasi (TI) untuk meningkatkan ketangkasan/agilitas. Secara umum diyakini bahwa organisasi dengan investasi TI yang lebih besar cenderung lebih gesit dalam menanggapi perubahan lingkungan. Namun, masalah apakah TI merupakan pendukung atau penghambat ketangkasan organisasi masih belum terselesaikan. Berdasarkan teori pandangan berbasis sumber daya dan literatur kapabilitas teknologi informasi dan agilitas organisasi, penulis mengembangkan dan menguji model teoretis yang mengintegrasikan kemampuan TI, dan ketangkasan lembaga. Artikel ini menyoroti peran proses pengembangan agilitas lembaga perpustakaan yang didukung kapabilitas TI. Kami mendasarkan ulasan kami pada banyak literatur yang diambil dari beberapa jurnal dan konferensi internasional. Kami meninjau penggunaan berbagai lensa teoretis yang digunakan menyelidiki hubungan antara kapabilitas TI dan kelincahan organisasi perpustakaan. Kami juga memetakan literatur melalui serangkaian tahapan yang menyoroti bagaimana para peneliti telah membangun pada penelitian sebelumnya. Terakhir, kami membahas peluang untuk penelitian di masa depan dalam upaya untuk menutup kesenjangan dari berbagai temuan hasil penelitian.
Analisis Kompetensi Pustakawan dalam Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Perpustakaan Khusus Kementerian/Lembaga Lidya Wahyu Sari; Zulva Ibadati
Media Pustakawan Vol. 30 No. 1 (2023): April
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v30i1.3492

Abstract

The role of adaptive librarians affects the implementation of Information and Communication Technology (ICT), especially in governmental libraries. It adjusts the competencies and abilities needed by librarians. Therefore, librarians are required to rebuild and improve their skills related to ICT. In Indonesia, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) 2019 is used as a national education & training framework for librarians. To explore this theme according to SKKNI, a sequential exploratory research was conducted with contributions from librarians and/or library staff who work in governmental libraries across the Republic of Indonesia. Through in-depth interviews, focused group discussions with 28 librarians from 14 governmental libraries in Jabodetabek, also an online survey (74 respondents), the researchers were able to gain a pattern that showed the tendency of higher ability level in the competency units related to ICT utilization in the library than the competency units in developing library information systems. The unit of competence with the highest mean score is the unit of competence related to multimedia production, including the management of the library’s social media content. Aligning with this result, National Library as the central supervisor for the librarian needs to collaborate with related stakeholders, especially in accommodating competence development efforts to build a national digital ecosystem. Those efforts include the formulation of continuing development program -gradual education and training program. Through this collaboration between various stakeholders, the development of librarian competencies specifically within governmental libraries can be carried out efficiently, following the real needs in the field.
Analisis Manajemen Layanan Teknologi Informasi Perpustakaan SMK Negeri 5 Palembang Menggunakan Framework ITIL Muhammad Zaki; Tata Sutabri
JSAI (Journal Scientific and Applied Informatics) Vol 6 No 2 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jsai.v6i2.5256

Abstract

This study aims to analyze the maturity level of library system service management at SMK Negeri 5 Palembang and provide recommendations to achieve the expected maturity level. Data obtained from interviews and direct observation of system users and respondents were determined using the RACI diagram. From the results of observations it was found that in the services provided by the library system, books were often found that did not have a storefront or storage stock but were still recorded in the system, besides that the speed of accessing the system was slow, alumni data was still recorded in the system which should have been deleted when the student graduated because basically this system is only intended for members who are still active in the school environment. The maturity level of library system services has never been measured, so it is not yet known whether the system service management is in accordance with the vision and mission to be achieved by the school. The measurement uses the ITIL Version 3 framework with the Service Operation domain. From the results of distributing questionnaires to respondents consisting of students, teachers and librarians, it was found that the maturity level of the library system at SMK Negeri 5 Palembang is at 2.79 which means it is at level 3, namely defined. While the expected maturity level is level 4, namely managed, GAP analysis is worth 1.20. recommendations are given to the library to be able to reach the level of expectations and be able to overcome the problems found. Keywords: Library system, SMK Negeri 5 Palembang, Maturity Level, ITIL V3, Service Operations

Page 16 of 24 | Total Record : 233