Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

KETIDAKLAZIMAN KOLOKASI PEMBELAJAR BIPA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA Mashadi Said
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 2 (2010): Cakrawala Pendidikan, Juni 2010, Th. XXIX, No. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.556 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.340

Abstract

Abstract: Unacceptable Collocations by Learners of Indonesian as a ForeignLanguage and the Implication in Language Learning. Foreign language learnersability to collocate words that are natural and acceptable in the target language isimportant in foreign language learning; however, it is notoriously difficult forforeign language learners and sometimes makes them frustrated. This studyattempts to describe the negative transfer of English collocations into Indonesiancollocations made by learners of Indonesian as a foreign language in their writingassignments. This study employed a qualitative descriptive method. The data werecollected from 36 writing assignments by 12 learners whose mother tongue isEnglish. They were trainee teachers with experience in teaching Indonesian inAustralia. The finding shows that there are 176 unnatural Indonesian collocations,some of which are negative transfers of learners mother tongue. This suggests thatdirect teaching of collocations should be given special emphasis in teachingIndonesian as a foreign language.Keywords: collocation, lexical collocation, grammatical collocation, languagelearning
PENTINGNYA TES KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA BAGI PEMELAJAR BIPA BERTUJUAN AKADEMIK Kusmiatun, M.Hum., Ari
Diksi Vol. 27 No. 1: DIKSI MARET 2019
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.315 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v27i1.26140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan pemelajar asing dalam program BIPA akademik terhadap tes kemahiran berbahasa Indonesia akademik. Penelitian ini merupakan tahap awal dari penelitian pegembangan tes kemahiran berbahasa Indonesia yang diperuntukkan bagi pemelajar BIPA bertujuan akademik. Jenis penelitian dalam tahap awal atau studi pendahuluan ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan beberapa hal terkait kebutuhan tes kemahiran bagi pemelajar asing bertujuan akademik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi, angket, dan wawancara. Subjek penelitiannya adalah pemelajar asing, dosen pengajar yang di kelasnya terdapat  mahasiswa asing, dan pengelola program BIPA bertujuan akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi data, berupa tianggulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tes kemahiran berbahasa Indonesia diperlukan oleh para pemelajar asing yang bertujuan akademik. Dengan tes ini, kemampuan berbahasa Indonesia mereka dapat terdeteksi dan disikapi sehingga mereka dapat menjalani perkuliahan dengan baik dan lancar.Kata Kunci: tes kemahiran berbahasa Indonesia, pemelajar asing, bertujuan akademik
KEEFEKTIFAN KEBERADAAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA BIPA UNESA TAHUN AJARAN 2019/2020 NOER ARDIYANTI, WARSITA
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, keterampilan berbahasa merupakan bagian terpenting bagi individu dalam mencapai tujuan. Hal itu disebabkan manusia tidak dapat lepas dari kebutuhan berkomunikasi. Sebab itulah, bahasa Indonesia mulai diminati oleh beberapa warga asing. Dalam berbahasa, perlu menguasai komponen keterampilan menulis yang di antaranya terdapat konjungsi, pola kalimat, dan lain-lain. Penelitian ini memiliki tujuan mengukur keefektifan keberadaan tutor sebaya dalam keterampilan menulis kegiatan sehari-hari mahasiswa BIPA Unesa tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian ini menggunakan metode campuran dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian ini yaitu mahasiswa BIPA Unesa dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, serta angket. Dari hasil analisis data, dapat diketahui bahwa aktivitas mahasiswa dan pengajar ketika proses pembelajaran menulis kegiatan sehari-hari bersama tutor sebaya sangat efektif serta membantu mahasiswa dalam memahami materi tersebut dengan baik. Selain itu, dapat diketahui perbedaan setelah didampingi tutor sebaya yang dapat dilihat pada hasil belajar mahasiswa ketika menulis kegiatan sehari-hari. Hasil yang diperoleh yaitu = 0,05 dan db=14, yang berarti diterima dan ditolak. Kemudian, pada hasil respons mahasiswa dapat diketahui bahwa mereka sangat menyukai pembelajaran dengan tutor sebaya ketika pembelajaran keterampilan menulis materi kegiatan sehari-hari dari rerata angket sebesar 87,5%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan tutor sebaya efektif digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis. Kata Kunci: Tutor sebaya, keterampilan menulis, kegiatan sehari-hari
PENGEMBANGAN MEDIA APLIKASI ADISJATI BERBASIS ANDROID UNTUK PEMBELAJAR BIPA YANG TERINTEGRASI ANTARA BUDAYA DAN KETERAMPILAN BERBAHASA FILDA PUTRI RAHMAWATI, SITI
BAPALA Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program BIPA merupakan program bahasa Indonesia bagi penutur asing yang telah banyak diminati oleh mahasiswa asing. Pembelajaran BIPA tidak terlepas dengan budaya Indonesia dan keterampilan berbahasa. Dua hal ini saling terintegrasi sehingga menghasilkan suatu pembelajaran BIPA yang efektif. Jika materi yang berkaitan dengan budaya dan keterampilan berbahasa bisa tercapai dengan baik kepada mahasiswa BIPA, maka diperlukannya media, salah satunya ialah media aplikasi ADISJATI. Media ADISJATI merupakan aplikasi yang berbasis android yang dapat dioperasikan di HP atau Tablet tanpa paket data internet. Aplikasi ini dapat mengenalkan salah satu budaya Indonesia yaitu adat istiadat Jawa Timur dan dapat mengetahui tingkat kemampuan berbahasanya. Sehingga penelitian ini mendapatkan hasil bahwa media aplikasi ADISJATI berpengaruh baik terhadap pembelajaran pengenalan wawasan budaya Indonesia dan keterampilan berbahasa. Hal ini didukung dengan media yang dikembangkan dengan rancangan pengembangan model Sadiman yang terdiri dari 8 langkah dan kualitas media yang berdasarkan kepraktisan, kevalidan dan keefektifan. Kata Kunci: pengembangan, media, ADISJATI
APLIKASI TRANSKRIPSI FONETIK BAHASA INDONESIA BERDASARKAN IPA (THE INTERNATIONAL PHONETIC ASSOCIATION) UNTUK BIPA Setyowati, Lilis; Bertalya, Bertalya; Ningsih, Tri Wahyu Retno
Prosiding KOMMIT 2014
Publisher : Prosiding KOMMIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan rancangan aplikasi transkripsi fonetik BahasaIndonesia untuk kepentingan pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia untukPenutur Asing). Aplikasi ini dirancang menggunakan bahasa pemrograman.Fitur fonetik Bahasa Idonesia disesuaikan dengan standar IPA (The InternasionalPhonetic Association). Aplikasi transkripsi fonetik ini dibuat dengan alat bantubahasa pemrograman C# dan Microsoft Visual Studio sebagai editor. Data yangdigunakan adalah data teks dan data bunyi ujaran. Hasil penelitianmenunjukkan tersedianya satu aplikasi yang dapat digunakan untuk mencari katadan transkripsi fonetiknya dengan mudah. Apikasi ini juga menyediakan contohsuara pengucapan suatu kata agar pengguna bahasa dapat mengetahui carapelafalan secara tepat. Target pengguna aplikasi transkripsi fonetik ini adalahBIPA yaitu pemelajar asing bahasa Indonesia.
PENGEMBANGAN FILM SERI ANIMASI 3D “CERITA MADE” SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIPA DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA ., Made Widiatmika; ., I Gede Mahendra Darmawiguna, S.Kom., M.S; ., I Made Putrama, S.T., M.Tech
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v8i1.16982

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk merancang dan mengimplementasikan Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha. (2) Untuk mengetahui respon guru dan peserta didik BIPA terhadap Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha. Pengembangan Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha ini menggunakan model ADDIE. Model ADDIE merupakan singkatan dari Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Data yang dikumpulkan yaitu data respon peserta didik BIPA UNDIKSHA terhadap pengembangan Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha dengan menggunakan angket. Hasil penelitian ini adalah Film Animasi 3D berupa DVD yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan subtitle dalam Bahasa Inggris. Film yang dihasilkan sudah sesuai dengan materi yang tertera pada modul pembelajaran BIPA Pemula serta silabus yang digunakan oleh BIPA UNDIKSHA. Respon peserta didik BIPA terhadap Film Seri Animasi 3D “Cerita Made” sebagai Media Pembelajaran BIPA di Universitas Pendidikan Ganesha masuk dalam rentangan sangat baik. Kata Kunci : Film Animasi, ADDIE, BIPA, Blender, Animasi 3D. The purpose of this study is: (1) to design and implement the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as BIPA Learning Media at the Ganesha University of Education. (2) To find out the response of teachers and students of BIPA to the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as BIPA Learning Media at the Ganesha University of Education. Development of the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as a BIPA Learning Media at Ganesha University of Education using the ADDIE model. ADDIE model stands for Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The data collected is the response data of BIPA UNDIKSHA students to the development of the 3D Animation Series " Cerita Made " Film as BIPA Learning Media at the Education University of Ganesha using a questionnaire. The results of this study are 3D Animation Film in the form of DVDs that use Indonesian with subtitles in English. The film produced is in accordance with the material stated in the Beginner's BIPA learning module and the syllabus used by BIPA UNDIKSHA. The response of BIPA students to the 3D Animation Series "Cerita Made" Film as BIPA Learning Media at the University of Education Ganesha categorized a very good range. keyword : Film, ADDIE, Indonesian for Foreign, Blender, 3D Animation.
SPEECH ACTS AND FUNCTIONS OF EXPRESSIVE SPEECH OF POLISH BIPA LEARNERS AT UPT BAHASA UNS Siagian, Evrin Septya Lilasa; Suwandi, Sarwiji; Andayani, Andayani
Lingua Didaktika: Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : English Department FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.961 KB) | DOI: 10.24036/ld.v12i1.10135

Abstract

This study aimed to describe the use of speech acts in the form of locutionary acts, illocutionary acts, perlocutionary acts, and expressive speech acts used by foreign learners in the learning process of  Indonesian Language for Foreigners (BIPA). This research used descriptive qualitative method. The subject of this research was a Polish student who had been joining Darmasiswa Program at UPT Bahasa, Universitas Sebelas Maret. The technique of collecting data was by using free-listening-participating-speaking (SBLC). The technique of analyzing data was by using the interactive model. The interactive model used in this research was the extralingual interactive model. The results showed that there were types of locutionary acts, illocutionary acts, perlocutionary acts, and functions of expressive speech acts consisting of congratulating, expressing gratitude, criticizing, complaining, giving compliment, apologizing, offering and motivating.Keywords/phrases: speech acts, expressive speech acts, BIPA TINDAK TUTUR DAN FUNGSI TUTURAN EKSPRESIF PEMELAJAR BIPA ASAL POLANDIA DI UPT BAHASA UNSAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur berupa tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, dan tuturan ekspresif yang digunakan pemelajar asing dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa asing asal Polandia yang sedang mengikuti program Darmasiswa di UPT Bahasa Universitas Sebelas Maret. Teknik pengumpulan data adalah teknik perekaman dengan metode simak bebas libat cakap (SBLC). Analisis data menggunakan metode padan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat jenis-jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi dan fungsi tuturan ekspresifnya yang terdiri dari tuturan ekspresif mengucapkan selamat, terima kasih, mengkritik, mengeluh, memuji, meminta maaf, menawarkan, serta memotivasi.Kata Kunci/frase: tindak tutur, tuturan ekspresif, BIPA  
Grammar Learning with Communicative Approach for Foreign Students in BIPA Education and Training Rizki Putri Ramadhani; Alim Harun Pamungkas
SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Vol 7, No 1 (2019): SPEKTRUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah (PLS): Publishing March 2019
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.411 KB) | DOI: 10.24036/spektrumpls.v2i1.103905

Abstract

Various opinions also took place when looking at the diverse Indonesian language learning needs of BIPA students. Not only technical language learning in the classroom, but also activities in the implementation of the program to achieve the learning needs of language and culture of BIPA students. Departing from the various problems that exist, the discussion this time will only discuss grammar that can be approved using communicative.Keywords: BIPA Learning, Grammar, Communicative Approach, Learning and Education
INDONESIAN - ENGLISH CODE MIXING: A CASE STUDY OF BIPA LEARNERS. ROFIAH, HASANATUR
LANGUAGE HORIZON Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : LANGUAGE HORIZON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Rofiah, Hasanatur. 2019. Indonesian ? English Code Mixing: A Case Study of BIPA Learners. Language and Literature Department, State University of Surabaya. Advisor: Lina Purwaning Hartanti. Keywords: code mixing, BIPA, BIPA learners, social influence, personal reasons. For such a long time there is large number of studies that focuses on bilingualism and multilingualism issues likewise code mixing. However, most of the studies gave their focus on the phenomenon of language mixing between the first and the second language. Contrasting from the most frequent focuses, this study focuses on code mixing issues happened between the second and the third language on the certain chosen subjects. Thus, it affects to the findings which somehow quite different to what most commonly found in other previous studies with similar topic.This study focuses on code mixing occurred in BIPA learners? daily conversation. The research question proposed are: (1) what are the types of code mixing being used by BIPA learners of UNESA in the daily conversation, (2) what are the social factor that may influence the use of code mixing by BIPA UNESA learners, and (3) the reasons underlie behind the use of code mixing by BIPA learners. The main data were solely from the conversation between the researcher subjects and the subjects of this study which was recorded and transcribed. To collect the data, this study applied observation and interview which then analyzed and presented in a qualitative descriptive. The finding of this study shown that the most code mixing types occurred in BIPA learner?s utterances were insertion and alternation, yet the most dominant one was insertion. This study also disclosed that only several factors of code mixing influenced code mixing occurrence. Participant positioned as the first place of the main influencing social factor of code mixing, then followed by situation and act or topic of the talk. Code mixing between Indonesian and English was applied by BIPA learners because the very obvious main reason; the lack of Bahasa Indonesia comprehension. However, there also some other less dominant factors which appeared. Although they were studying Bahasa Indonesia the often mixed their utterances with English for they did not know certain terms in Bahasa Indonesia. However, prestige also turned out to be the next reason right after the main reason.
PENGEMBANGAN MODUL TATA BAHASA INDONESIA BERBASIS E-LEARNING UNTUK MAHASISWA BIPA TINGKAT PEMULA RIZKIYATUL ULA, HIDA
BAPALA Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 edisi Yudisium
Publisher : BAPALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mahasiswa BIPA sangat jarang ditemukan bahan ajar yang dapat menunjang pembelajaraan. Begitu pula tidak terjangkaunya kelas pembelajaran disebabkan oleh permasalahan jarak. Sehingga modul berbasis e-learning merupakan jawaban dari permasalahan jarak pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul tata bahasa Indonesia untuk BIPA tingkat pemula yang dirinci menjadi pendeskripsian pengembangan modul dan pendeskripsian kualitas modul yang didasarkan pada produk dan pengguna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan produk yang dikembangkan berupa modul tata bahasa Indonesia berbasis e-learning untuk mahaasiswa BIPA tingkat pemula. Model pengembangan ini menggunakan model Four D Model (define, design, develop, disseminate) yang dikembangan oleh Thiagarajan, namun penelitian ini hanya sampai tahap pengembangan saja. Hasil penelitian ini adalah pengembangan modul tata bahasa untuk BIPA tingkat pemula. Penulisan dan penyusunan modul ini berdasarkan pada kurikulum BPKLN (Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri) dan saran dari validator. Penilaian presentase pada penelitian ini mengadaptasi interval presentase Ratumanan (2011:34). Hasil rekapitulasi rata-rata kualitas modul uji I pada skor 3,5, uji II pada skor 4,2, dan rata-rata 3,9. Dapat dikatakan kualitas modul Baik. Respon dosen pada modul pada skor rata-rata 4,2 yang dapat dikatakan Baik. Aktivitas dan respon mahasiswa uji coba I pada skor 4,3, uji coba II pada skor 4,8, dan rata-rata 4,5 dalam hal ini aktivitas/respon mahasiswa dapat dikatakan sangat baik. Hasil belajar uji coba I dan uji coba II pada rumus t (test) pada skor 4,5 dan dapat dikatakan signifikan. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa modul tata bahasa Indonesia tersebut layak digunakan Kata Kunci: modul, tata bahasa, e-learning.

Page 19 of 118 | Total Record : 1176