Filter By Year

1945 2024


Found 395 documents
Search ANALISIS PERENCANAAN LABA , by title

PERENCANAAN LABA BERDASARKAN ANALISIS BIAYA, VOLUME, LABA PADA PT. MULTI FOOD MANADO. Kembi, Luke David; Sondakh, Jullie J.; Tirayoh, Victorina Z.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 2, No 4 (2014): Jurnal EMBA, HAL 233- 363
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.417 KB) | DOI: 10.35794/emba.2.4.2014.6274

Abstract

Perencanaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan karena akan mempengaruhi kelancaran maupun keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannnya. Untuk itu perlu disusun perencanaan laba agar kemampuan yang dimiliki PT Multi Food Manado dapat dikerahkan secara terkoordinir. Teknik perencanaan laba yang dapat digunakan yaitu dengan analisis cost-volume-profit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume penjualan, Break Even Point, Margin of Safety, Contribustion Margin dan Operating Leverage di PT Multi Food Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan berupa data penjualan, data biaya tetap, dan  biaya variabel tahun 2010-2012. Hasil perhitungan analisis cost-volume-profit menunjukkan bahwa perencanaan laba tahun 2010-2012 dan taksiran data penjualan 2013-2014 PT. Multi Food Manado sudah optimal dilihat dari tingkat laba yang dihasilkan dan tingkat margin of safety yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pimpinan perusahaan sebaiknya menerapkan  analisis biaya-volume-laba dalam pengambilan keputusan perencanaan laba. Kata kunci : analisis, biaya, volume, laba.
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PERENCANAAN LABA Heru Harmadi Sudibyo
Jurnal Ilmu dan Budaya Vol 41, No 62 (2019): Vol. 41, No 62 (2019)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.715 KB) | DOI: 10.47313/jib.v41i62.661

Abstract

This study aims to determine the factors that affect earnings. And the implementation of cost-volume-profit analysis in conducting this research. This is based on the cost-volume-profit concept that explains the relationship between cost, sales volume, and profit. Before applying a cost-volume-profit analysis, the researcher classifies the first production cost and nonproduction costs. Then the researcher measures the development pattern of cost data, selling price, and sales quantity by using time series analysis where the equation obtained can be used to forecast the cost, selling price, and the quantity of sales. Then the researcher uses the basics of cost-volumeprofit analysis consisting of several element of analysis that is base of costvolume-profit analysis consist of contribution margin analysis, break even analysis, margin analysis. The results show that the composition of sales revenue is not able to cover fixed costs because in a state of loss. Breakeven point analysis shows that sales record is still below the minimum limit so that it can not reach Break Even Points. In addition, there is utilization of costvolume-profit analysis for profit planning which consists of target profit analysis and sensitivity analysis. This analysis is used to determine the level of sales that must be achieved to achieve the target profit and how fixed costs, variable costs, selling prices, and sales quantity can affect  achievement of profit
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA TARUM KAB. KARAWANG Ade Suhara; Amallia .
Industry Xplore Vol 3 No 1 (2018): Industry Xplore
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.09 KB) | DOI: 10.36805/teknikindustri.v3i1.361

Abstract

ABSTRACT: PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang from 2012 to 2014 shows that profits continue to decline, if this continues to be allowed then PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang will suffer losses. Therefore the main problem in this study is how sales planning, cost planning and profit planning are expected by applying cost-volume-profit analysis and how the comparison between cost projections made by PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang with cost projections resulting from cost-volume-profit analysis. The data needed is secondary data obtained from PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang in the form of data on PDAM profits in 2011 - 2014, total costs in 2011 - 2014, details of elements of 2014 income and projections of company costs according to the project feasibility study made in 1998. The analytical method used is cost separation analysis, least square method trend, break-even analysis, sales forecast analysis, cost projection analysis, 2015 profit planning and comparison of company cost projections with cost projections resulting from profit-volume-profit analysis. ABSTRAK PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang dari tahun 2012 hingga tahun 2014 menujukkan keuntungan yang terus menurun, bila hal ini terus dibiarkan maka PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang akan mengalami kerugian. Oleh karena itu permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana perencanaan penjualan, perencanaan biaya dan perencanaan laba yang diharapkan dengan penerapan analisis biaya-volume-laba dan bagaimana perbandingan antara proyeksi biaya yang dilakukan PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang dengan proyeksi biaya hasil analisis biaya-volume-laba. Data yang diperlukan merupakan data sekunder yang diperoleh dari PDAM Tirta Tarum Kab. Karawang berupa data keuntungan PDAM tahun 2011 - 2014, total biaya tahun 2011 – 2014, perincian elemen-elemen laba rugi tahun 2014 dan proyeksi biaya perusahaan menurut studi kelayakan proyek yang dibuat tahun 1998. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pemisahan biaya, metode least square trend, analisis impas, analisis forecast penjualan, analisis cost proyeksi, perencanaan laba tahun 2015 dan perbandingan proyeksi biaya perusahaan dengan proyeksi biaya hasil analisis biaya-volume-laba. Kata Kunci : Least Square Trend, Forecast
Analisis Perhitungan Biaya-Volume-Laba Terhadap Perencanaan Laba Perusahaan Roti Prima Donut’s Kediri Sussana Sussana
JMK (Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan) Vol 2 No 2 (2017): Mei
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.152 KB)

Abstract

Dalam setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimalkan laba. Salah satu cara dalam merencanakan laba jangka pendek adalah dengan menggunakan analisis Biaya-Volume-Laba. Analisis Biaya-Volume-Laba menekankan keterkaitan antara biaya, kuantitas yang terjual, dan harga. Perusahaan roti Prima Donut’s merupakan perusahaan di bidang bakery yang menghasilkan Donut ring, Donut cherry dan Donut jelly. Dari hasil analisa maka dapat diketahui bahwa Break Even Point tahun 2014 sebesar Rp 247.401.495. Pada tahun 2015 menginginkan laba untuk masing-masing produk sebesar Rp 70.000.000 untuk Donut ring maka penjualan minimal untuk tahun 2015 sebesar 81.457 unit. Untuk Donut Cherry menginginkan laba sebesar Rp 50.000.000 maka penjualan minimal untuk tahun 2015 sebesar 106.604 unit. Untuk Donut Jelly perusahaan menginginkan laba sebesar Rp 75.000.000 maka penjualan minimal tahun 2015 sebesar 62.703 unit.
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA PT. BANGUN WENANG BEVERAGES COMPANY Sihombing, Selfinta B
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 1, No 3 (2013): Jurnal EMBA, HAL 118 - 232
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.834 KB) | DOI: 10.35794/emba.1.3.2013.1955

Abstract

Ukuran yang sering dipakai untuk menilai berhasil tidaknya manajemen suatu perusahaan adalah laba yang diperoleh suatu perusahaan. Laba terutama dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni harga persatuan, volume penjualan, komposisi produk yang dijual, biaya variable persatuan dan total biaya tetap. Biaya menentukan harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki, harga jual mempengaruhi volume penjualan, sedangkan volume penjualan langsung mempengaruhi volume produksi, dan volume produksi mempengaruhi biaya. lima faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu,dalam perencanaan laba jangka pendek, hubungan antara biaya, volume dan laba memegang peranan yang sangat penting sehingga dalam pemilihan alternatif tindakan dan perumusan kebijakan untuk masa yang akan datang, manajemen memerlukan informasi untuk menilai berbagai macam kemungkinan yang berakibat terhadap laba yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis biaya volume laba digunakan sebagai alat perencanaan laba pada PT. Bangun Wenang Beverage Manado. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan atas data PT. Bangun Wenang Beverages dapat disimpulkan titik impas untuk tahun 2013 terjadi pada angka Rp 6.395.449.777,-. Berdasarkan perhitungan perencanaan laba diketahui bahwa laba yang dapat diperoleh secara maksimal untuk tahun 2013 sebesar Rp. 12.830.678.060,-.Berdasarkan perhitungan Margin Keuntungan maka presentase margin of safety penjualan sebesar 91,21%. Kata kunci: biaya volume laba, perencanaan laba
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA JANGKA PENDEK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PANCUR AJI KABUPATEN SANGGAU B1035131017, Fuadin Abid
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau dari tahun 2011 hingga tahun 2013 mengalami penurunan jumlah volume penjualan yang diikuti dengan peningkatan biaya operasional yang mengakibatkan perusahaan terus mengalami kerugian pada kurun waktu tiga tahun tersebut. Oleh karena itu permasalahan utama dalam penelitian ini adalah berapa besar peningkatan volume penjualan yang diperlukan serta tarif air yang ideal agar perusahaan dapat mencapai Break Even Point (BEP) dengan menganalisis biaya, volume, dan laba pada PDAM Tirta Pancur Aji Kabupaten Sanggau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume penjualan yang diperlukan untuk mencapai BEP sebesar 2.605.219,96 M3dan dengan proyeksi peningkatan volume penjualan sebesar 35.280 M3 per tahun, perusahaan memerlukan waktu 18,5 tahun untuk mencapai BEP. Sedangkan tarif rata-rata yang ideal untuk mencapai BEP sebesar Rp5.100,00/M3dan dengan proyeksi kenaikan tarif rata-rata sebesar 8,96% per tahun, perusahaan memerlukan waktu kurang lebih 3 tahun untuk mencapai BEP. Berdasarkan perhitungan perencanaan laba, dengan proyeksi kenaikan volume penjualan serta proyeksi kenaikan tarif, dipastikan PDAM Kabupaten Sanggau akan tetap mengalami kerugian pada tahun 2015..
PEMANFAATAN ANALISIS BIAYA VOLUME LABA SEBAGAI ALAT DALAM PERENCANAAN LABA PADA PT INKO JAVA SEMARANG Syafira Rosyalia; Lardin Korawijayanti; Hartono -
Jurnal Aktual Akuntansi Keuangan Bisnis Terapan (AKUNBISNIS) Vol 2, No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/akunbisnis.v2i1.1522

Abstract

Cost profit volume analysis is a tool used by management to do a shortterm profit planning by using an approach to costs, volume of sales, and profits. The purpose of its research is to determine the application of the analysis of cost volume profit at PT Inko Java Semarang in profit planning with the calculation of contribution margin, contribution margin ratio, break-even point, the analysis of the profit target, margin of safety, degree of operating leverage, shut down point, and sensitivity analysis. Data that used in this final project is secondary data consist of the sales and costs data in 2017. Data collection was obtained by interview and documentation. The writing method thatused are description and exposition method. The results of this research showed that break-even point was at the sales value of Rp 51.560.373.141,52 or 148.868 units with an average contribution margin per unit of Rp 41.217,04and contribution margin ratio amounted to 11,90%. The profit target set at 1% of the sales in 2017. To reach the expeceted profit, the volume of sales must be Rp 55.520.899.913. Margin of safety are Rp 3.960.526.771,48or by 7,13% and the degree of operating leverage amounted to 11,90. Shut down point occurs at the level of sales of Rp 45.823.939.568,56.
Analisis Biaya Volume Laba Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada Cv Waringin Putih Semarang Novan Yudi Cahyadi; Sulistiyo Sulistiyo
Jurnal Aktual Akuntansi Keuangan Bisnis Terapan (AKUNBISNIS) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/akunbisnis.v1i1.1225

Abstract

This final project discusses how profit planning at CV Waringin Putih Semarang by applying the cost volume profit analysis. The purpose of this final project is to calculate the contribusion margin, break even point, profit planning in 2017, margin of safety, degree of operating leverage, and shut down point, and also to examine the asumpsions that affect profit at CV Waringin Putih Semarang with sensitivity analysis.The method of collecting data used in this final project is interviews, and documentation. The data used are secondary data obtained from CV Waringin Putih Semarang includes sales data, cost data, and general overview of the company. The writing of this final project used description method and exposition method. Description method used to describe the general overview of the company, while exposition method used to calculate the approaches that will be used to describe the cost volume profit analysis.Based on the cost volume profit analysis has been done, obtained the weighted average contribution margin of Rp20.638,73 per m2. Sales to break even point as much as 24.024 m2. Sales to reach the profit target increased by 17,21 %, or as much as 66.026 m2. Margin of safety is 63,62% and degree of operating leverage is about 1,74, and also sales to shut down point as much as 20.655 m2.
ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PABRIK TAHU PINK JAYA – OEBUFU, KUPANG Karolus Belmo; Marianus Saldanha Neno
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 13 No 3 (2020): Journal of Management - Small and Medium Enterprises (SME's)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jom.v13i3.3308

Abstract

Cost-volume-profit analysis is often simply described as a break even analysis. However, companiesshould also be aware that break even analysis is a key of cost-volume-profit analysis. Researchers chosePabrik Tahu Pink Jaya in Oebufu Kupang as the research location. Researchers got information aboutproblems in location was the production process. The owner doesn't count all the costs of production insetting the cost of goods sold so that profit could not reach target. The objectives of the research are (a)to find out how many units should be sold at the break even point level; (b) to find out how manyrupiahs are at the break even point level; and (c) to find out how many units must be sold to reach theprofit target. Based on the results of research, conclusions consist of (a) the number of units sold out atthe break even point level is 21,185 boards; (b) the amount of rupiah at the break even point level is Rp.794,448,433, -; and (c) the number of units sold out to achieve the profit target were 17,980 boards withsales of Rp. 674,250,000, - Keywords: Cost-Volume-Profit Analysis, and Profit Planning
ANALISIS BIAYA VOLUME LABA SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA CV. KARTIKA KOTA KUPANG Sri Endar Utami
Jurnal Akuntansi Universitas Muhammadiyah Kupang Vol. 7 No. 2 (2020): JURNAL AKUNTANSI (JA)
Publisher : PROGRAM STUDI AKUNTANSI - UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUPANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada CV. Kartika berlokasi di Jalan Kiang Kelakik No.59 Kota Kupang, teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen, teknik analisis data yang digunakan adalah BEP dalam unit, volume penjualan yang direncanakan dan masgine of safety. Hasil penelitian danperhitungan BEP menunjukkan bahwa apabila perusahaan melakukan penjualan produk sebanyak 14.583 unit, Apabila perusahaan menginginkan adanya keuntungan usaha, maka uapaya yang dilakukan adalah meningkatkan biaya produksi dari jumlah biaya yang dikeluarkan sekarang yakni biaya titik impasRp. 32.083.333. Hasil penelitian dan perhitungan jumlah unit batako yang harus diproduksi dan jual untuk memperoleh keuntungan adalah 29.167 unit batako. Hal ini menunjukkan bahwa apabila perusahaan ingin memperoleh keuntungan yang diharapkan sebesar Rp. 7.500.000, maka perusahaan harus meningkatkan tambahan unit yang dijual sebesar 14. 583 unit batako dari 14.583. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan 29.167 unit batako maka harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 64.166.667. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa margin of savety untuk tahun 2017 sebesar 35,83% , ini artinya batas penurunan penjualan dalam tahun 2017 adalah 35,83%.Apabila perusahaan menurunkan penjualan melebihi 35,83% maka perusahaan akan menderita kerugian akan tetapi jika perusahaan melakukan penjualan di atas dari 35,83% maka perusahaan akan memperoleh keuntungan di tahun 2018. Untuk mendapatkan keuntungan ditahun 2018, maka perusahaan harusmerencanakan penjualan sebesar 29.167 unit dengan biaya produksi ang harus dikeluarkan sebesar Rp. 64.166.667 . Batas penurunan penjualan dalam tahun 2018 adalah 50% sehingga perusahaan tidak menderita kerugian, sementara untuk tahun 2017 batas bawah penjualan yang harus dipertahankan olehperusahaan adalah 35,83%.Disarankan agar perusahaan mempertahankan batas penurunan penjualan ( margin of safety ) dalam tahun 2017 yakni 50% sehingga perusahaan tidak menderita kerugian, sementara untuk tahun 2018 batas bawah penjualan yang harus dipertahankan oleh perusahaan adalah 35,83%.

Page 2 of 40 | Total Record : 395