Filter By Year

1945 2024


Found 1,175 documents
Search l3 BIPA

KEEFEKTIFAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN METODE AUDIOLINGUAL DALAM PEMBELAJARAN BIPA ASPEK BERBICARA BAGI PEMELAJAR BIPA 4 UNNES Suin, Suin; Istanti, Wati
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.966 KB) | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.33637

Abstract

Abstrak-BIPA merupakan suatu program yang membelajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing sebagai bahasa asing. Pembelajaran BIPA memerlukan metode khusus yang sesuai dengan aspek berbahasa dan tingkatan levelnya. Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya metode yang sesuai dalam pembelajaran BIPA 4 tema hari besar nasional aspek berbicara. Hal tersebut dikarenakan metode berpengaruh terhadap pencapaian atau hasil akhir pembelajaran, sehingga perlu adanya metode yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode praktik langsung, mendeskripsikan keefektifan metode audiolingual, dan mendeskripsikan metode yang lebih efektif terhadap pembelajaran menceritakan kembali tentang hari besar nasional secara lisan pada pembelajar BIPA 4 UNNES. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelas eksperimen dan masing-masing kelas diberikan pretest dan posttest. Instrumen dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah instrumen berbentuk tes yaitu tes lisan dan nontes yaitu observasi tidak terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan metode audiolingual dalam pembelajaran menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional Indonesia pada Pemelajar BIPA 4 UNNES. Kata kunci : keterampilan berbicara; metode praktik langsung; metode audiolingual; pembelajaran BIPA.   ABSTRACT- BIPA is a program that teaches Indonesian to foreigners as a foreign language. BIPA learning requires special methods that are appropriate to the language aspects and levels. Related to this, the need for an appropriate method in learning BIPA 4 theme of the national aspect of speaking public holidays. That is because the method influences the achievement or the end result of learning, so it needs the right method. The purpose of this study is to describe the effectiveness of the direct practice method, the effectiveness of the audiolingual method, and a more effective method of learning to retell about the national holiday verbally on students of BIPA 4 UNNES. The research design used was quasi experimental with nonequivalent control group design . The study was conducted using two experimental classes and each class was given a pre test and post test. The instrument in the research to be carried out by the researcher is an instrument in the form of a test that is an oral test and a non-test that is unstructured observation and documentation. The result of this study explain that the use of the direct practice method is more effective than the audiolingual method in learning to retell verbally about the Indonesian national holiday to BIPA 4 Learners UNNES. Keywords : speaking skills; direct practice methods; audiolingual method; BIPA learning.
KESALAHAN BERBAHASA PEMELAJAR BIPA DI KBRI NEW DELHI (LANGUAGE ERROR OF BIPA STUDENTS IN KBRI NEW DELHI) Lefrand Rurut
Kadera Bahasa Vol 10, No 2 (2018): Kadera Bahasa Volume 10 Nomor 2
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2089.129 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v10i2.47

Abstract

The aims of this research are to (1) describe the types of language error which is done by the students who follow the BIPA program at Indonesian Embassy, New Delhi, India and (2) to elaborate the way to solve the language error problem which is done by the students who follow the BIPA program at Indonesian Embassy, New Delhi, India.  This research use case study method. The collecting data procedure in this research is done by using observation method.  The writer himself does the teaching program and the observation directly, then record the data.Based on the result of data analyses, it can be concluded that the types of language error which is done by the students of BIPA program in Indonesian Embassy, New Delhi India are (1) expressing error, (2) personal error, (3) group error, (4) analogy error, (5) teacher error. Besides, the students of BIPA program in Indonesian Embassy, New Delhi India make error on phonology, morphology, and syntax field. To solve those problems, the writer suggest that the teacher has to understand previously those student’s language errors, then allocating more time to give the proper comprehension to the students so that the language errors mentioned can be solved or at least can be minimalized.Moreover, to solve the student’s language error on phonological, morphological, and syntax, the writer suggest to the teacher to provide time or special class for especially learning grammar because commonly the learning modules or the materials of BIPA do not input the complete grammar material.This research contributes the important input to the BIPA teacher who will teach Indonesian language for Indian students. This research also to add the language knowledge especially in language error field.
CERITA RAKYAT INDONESIA SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN BIPA: MENGUSUNG MASA LALU UNTUK PEMBELAJARAN BIPA MASA DEPAN Kusmiatun, Ari
Diksi Vol. 26 No. 1: DIKSI MARET 2018
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v26i1.25439

Abstract

Abstract(Title: Indonesian Folklore as a BIPA Learning Material: Embracing the Past for BIPA Learning in The Future). Learning material has always been an interesting and crucial topic in the field of BIPA. This qualitative research collected the data from observation, document, and interview. The results show that Indonesian folklore has been included in some of BIPA materials, but it has not been used optimally and proportionally as integrative learning materials. Folklore carries local wisdom of local society and can be used as integrative language learning materials, connecting language and culture. Indonesian folklore (written, oral, and/or multimodal texts) can be integrated in BIPA to discover a deeper meaning behind the folklore in accordance with the context of the community. The understanding of Indonesian folklore will help students understand Indonesian more authentically and contextually. Folklore is about the past, but it can be used as a bridge for BIPA learning in the future. Teachers need to create fun activities when integrating folklore in the classroom.Keywords: folklore, BIPA learning materials, integrative BIPA learning
BUDAYA BALI SEBAGAI MEDIA MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT PEMULA/BALI CULTURE AS A MOTIVATION MEDIUM IN LEARNING INDONESIAN FOR FOREIGNERS (BIPA) FOR BEGINNER LEVEL Sang Ayu Putu Eny Parwati
Aksara Vol 33, No 2 (2021): AKSARA, EDISI DESEMBER 2021
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.965 KB) | DOI: 10.29255/aksara.v33i2.654.323-333

Abstract

AbstrakPengenalan budaya lokal sebagai media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis bagi pemelajarnya. Media pembelajaran yang menyangkut budaya pada bahasa yang dipelajari juga dapat membantu peserta didik meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, serta memudahkan penafsiran dan memadatkan informasi, seperti yang ada dalam budaya Bali yang dapat diaplikasikan dalam pengajaran BIPA untuk Tingkat Pemula. Dengan menerapkan metode studi pustaka yang berlandaskan pada beberapa sumber dan pengetahuan penulis tentang budaya Bali, tulisan ini dapat dipaparkan dengan metode naturalistik karena hal-hal yang berkaitan dengan masalah budaya dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting). Hasil yang diperoleh, yaitu budaya Bali sebagai media pembelajaran BIPA untuk pemelajar Tingkat Pemula, khususnya bagi pemelajar yang sedang belajar di Bali sangat menarik untuk disampaikan sebagai media penunjang pembelajaran utama dan sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan memahami materi yang sedang dipelajari oleh pemelajar. Pengenalan etika berbicara dalam bentuk sapaan, mengucapkan salam dengan gestur yang tepat, dan mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan aktivitas adat dan keagamaan yang masih sangat kental dalam budaya Bali sangat perlu dan menarik untuk diketahui oleh pemelajar. Selain itu, gagasan ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun bahan ajar atau bahan penunjang pengajaran BIPA untuk Tingkat Pemula selanjutnya, khususnya bagi lembaga BIPA yang ada di Provinsi Bali.Kata kunci: BIPA, budaya Bali, media, motivasiAbstractThe introduction of local culture as arouse teaching medium in the teaching-learning process can arouse desire and interest, evoke motivation and stimulation of learning activities, and even bring psychological influences to the learners. Learning media related to the culture where a language is learned can also help students to increase understanding, present data attractively and reliably, facilitate interpretation and condense information is available in Balinese culture that can be applied in teaching BIPA for Beginner Level. By applying the literature study method which is based on several sources and the author’s knowledge about Balinese culture, this paper can be presented with naturalistic methods because matters relating to cultural issues are carried out in natural settings. The results obtained that the Balinese culture as BIPA learning media for Beginner Level students, especially for students who are studying in Bali is very interesting to be conveyed as a primary learning support medium and as a motivation to improve the ability to understand what is being learned by students. The introduction of ethics speaks in the form of greetings, says greetings with appropriate gestures, and expresses matters related to traditional and religious activities that are still very thick in Balinese culture. In addition, this idea can be taken into consideration in preparing teaching materials or supporting materials for BIPA teaching for the next Beginner Level, especially for BIPA institutions in the Province of BaliKeywords: BIPA, Balinesse culture, supporting materials, motivation
Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia oleh Pemelajar BIPA Level Dasar (BIPA 1) di Hanoi Vietnam Eko Widianto
Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (JBIPA)
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jbipa.v3i2.3292

Abstract

BIPA students in Hanoi, Vietnam have unique characteristics. For this reason, this study aims to reveal the learning difficulties of BIPA students at the basic level. This research is a case study that describes the difficulties of BIPA students in Hanoi, Vietnam in learning Indonesian language and culture. The research was conducted with an autoethnographic approach. The data of this research are fragments of speech and learning outcomes of BIPA students. This is generated from data sources in speech and discourse in BIPA learning in the classroom. The data is generated from the natural observation process. The data was presented informally. These difficulties become their unique and distinctive character. This can be used as a basis for preparing teaching materials and learning processes. In general, some difficulties are found at the phonological, morphological, syntactic, and discourse levels. For example, the word [rusak] becomes [lusak], [ramai] becomes [zamai], and [rajin] becomes [lajin]. This is influenced by the habits of Vietnamese speakers who often pronounce the sound [r] at the beginning of the word to become [z], such as [rau] to [zau] which means 'vegetable', [rεt] becomes [zεt] which means 'very'. The difficulty of BIPA students is generally influenced by their first or second language, namely Vietnamese and English. Therefore, these difficulties need to be identified and grouped as recommendations for learning BIPA in Hanoi, Vietnam in the next period.
PEMBELAJARAN BIPA YANG MENYENANGKAN: KEINGINAN PEMELAJAR Exciting BIPA Learning: The Desire of Learners Defina Defina
Salingka Vol 18, No 2 (2021): SALINGKA, Edisi Desember 2021
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v18i2.575

Abstract

AbstrakTujuan pembelajaran bahasa akan berhasil jika pembelajaran itu menyenangkan bagi pemelajar. Untuk mengetahui pembelajaran bahasa yang menyenangkan bagi pemelajar adalah dengan melakukan evaluasi pembelajaran dari perspektif pemelajar. Tujuan penulisan ini adalah mendeksripsikan bentuk pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) yang menyenangkan bagi pemelajar   ACICIS 'Agriculture Professional Practicum (APP) 2019. Teori yang digunakan adalah teori evaluasi dan aspek evaluasi dalam pembelajaran bahasa serta konsep pembelajaran yang menyenangkan. Sementara itu, penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Jumlah responden 10 orang pemelajar dan informan satu orang, koordinator ACICIS IPB. Hasilnya, pembelajaran yang menyenangkan bagi pemelajar adalah adanya kejelasan tujuan pembelajaran; tema-tema yang menarik, seperti pertanian; teks, tugas, materi tata bahasa, dan budaya yang memotivasi dengan tidak menyulitkan pemelajar; dan teknik mengajar pengajar yang menyenangkan. Kesimpulan, pembelajaran bahasa asing haruslah tidak mempesulit pemelajar, namun harus menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi belajar.
Autentisitas Bacaan dalam Buku Ajar BIPA “Sahabatku Indonesia” untuk Tingkat BIPA 4 Yudono, Kristophorus Divinanto Adi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v12i1.44666

Abstract

Autentisitas teks saat ini dipandang sebagai teks dengan tingkat yang lebih rendah atau tinggi. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan autentisitas teks pada buku teks BIPA "Sahabatku Indonesia" untuk BIPA Level 4. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah buku Ajar BIPA Tingkat 4 “Sahabatku Indonesia” yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016. Analisis data kualitatif dilakukan dengan tiga tahap yakni reduksi data, presentasi data, dan penarikan simpulan. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk memperjelas analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaslian bacaan yang terdapat dalam buku pengajaran BIPA "Sahabatku Indonesia" untuk BIPA Level 4, masuk dalam kategorisasi materi 2 atau materi penyederhanaan karena adanya intervensi guru dalam mengubah atau memodifikasi bacaan. Teks bacaan pada buku ajar didominasi oleh bacaan yang telah mengalami proses simplifikasi. Simplifikasi dilakukan dengan mempertimbangkan capaian dan tujuan pembelajaran BIPA, serta menjadi fenomena yang biasa dilakukan ketika pembelajaran bahasa berada pada tahap permulaan maupun tahap madya atau tahap menengah.
Autentisitas Bacaan dalam Buku Ajar BIPA “Sahabatku Indonesia” untuk Tingkat BIPA 4 Kristophorus Divinanto Adi Yudono
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 12 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v12i1.44666

Abstract

Autentisitas teks saat ini dipandang sebagai teks dengan tingkat yang lebih rendah atau tinggi. Penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan autentisitas teks pada buku teks BIPA "Sahabatku Indonesia" untuk BIPA Level 4. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah buku Ajar BIPA Tingkat 4 “Sahabatku Indonesia” yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016. Analisis data kualitatif dilakukan dengan tiga tahap yakni reduksi data, presentasi data, dan penarikan simpulan. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik untuk memperjelas analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaslian bacaan yang terdapat dalam buku pengajaran BIPA "Sahabatku Indonesia" untuk BIPA Level 4, masuk dalam kategorisasi materi 2 atau materi penyederhanaan karena adanya intervensi guru dalam mengubah atau memodifikasi bacaan. Teks bacaan pada buku ajar didominasi oleh bacaan yang telah mengalami proses simplifikasi. Simplifikasi dilakukan dengan mempertimbangkan capaian dan tujuan pembelajaran BIPA, serta menjadi fenomena yang biasa dilakukan ketika pembelajaran bahasa berada pada tahap permulaan maupun tahap madya atau tahap menengah.
KEEFEKTIFAN METODE PRAKTIK LANGSUNG DAN METODE AUDIOLINGUAL DALAM PEMBELAJARAN BIPA ASPEK BERBICARA BAGI PEMELAJAR BIPA 4 UNNES
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 2: November 2019
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpbsi.v8i2.33637

Abstract

Abstrak-BIPA merupakan suatu program yang membelajarkan bahasa Indonesia kepada orang asing sebagai bahasa asing. Pembelajaran BIPA memerlukan metode khusus yang sesuai dengan aspek berbahasa dan tingkatan levelnya. Terkait dengan hal tersebut, perlu adanya metode yang sesuai dalam pembelajaran BIPA 4 tema hari besar nasional aspek berbicara. Hal tersebut dikarenakan metode berpengaruh terhadap pencapaian atau hasil akhir pembelajaran, sehingga perlu adanya metode yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keefektifan metode praktik langsung, mendeskripsikan keefektifan metode audiolingual, dan mendeskripsikan metode yang lebih efektif terhadap pembelajaran menceritakan kembali tentang hari besar nasional secara lisan pada pembelajar BIPA 4 UNNES. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental dengan rancangan nonequivalent control group design. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua kelas eksperimen dan masing-masing kelas diberikan pretest dan posttest. Instrumen dalam penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah instrumen berbentuk tes yaitu tes lisan dan nontes yaitu observasi tidak terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa penggunaan metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan dengan metode audiolingual dalam pembelajaran menceritakan kembali secara lisan tentang hari besar nasional Indonesia pada Pemelajar BIPA 4 UNNES. Kata kunci : keterampilan berbicara; metode praktik langsung; metode audiolingual; pembelajaran BIPA. ABSTRACT- BIPA is a program that teaches Indonesian to foreigners as a foreign language. BIPA learning requires special methods that are appropriate to the language aspects and levels. Related to this, the need for an appropriate method in learning BIPA 4 theme of the national aspect of speaking public holidays. That is because the method influences the achievement or the end result of learning, so it needs the right method. The purpose of this study is to describe the effectiveness of the direct practice method, the effectiveness of the audiolingual method, and a more effective method of learning to retell about the national holiday verbally on students of BIPA 4 UNNES. The research design used was quasi experimental with nonequivalent control group design . The study was conducted using two experimental classes and each class was given a pre test and post test. The instrument in the research to be carried out by the researcher is an instrument in the form of a test that is an oral test and a non-test that is unstructured observation and documentation. The result of this study explain that the use of the direct practice method is more effective than the audiolingual method in learning to retell verbally about the Indonesian national holiday to BIPA 4 Learners UNNES. Keywords : speaking skills; direct practice methods; audiolingual method; BIPA learning.
Pemanfaatan Laman BIPA Daring dalam Konteks Multimodalitas bagi Pemelajar BIPA Syukron Ramadloni
Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Madah
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31503/madah.v13i1.431

Abstract

The learning process with web media is closely related to the use of multimodality in learning because students use various modes at the same time. BIPA Online as a reference for BIPA activities has never been studied in a scientific study. The purpose of this study is to describe how the use of multimodality on the BIPA Online is used in BIPA learning process. The technique of collecting data is through direct observation of the BIPA Online manager. In addition, semiotic analysis was used when watching and the technique used was the note-taking technique. The research method applied is qualitative with descriptive analysis. The research findings revealed that the BIPA Online is rich in material with multimodality in its presentation. The teaching materials discussed on this web cionsist of five types of semiotic systems. The study of multimodality texts is one of the studies in semiotics.

Page 2 of 118 | Total Record : 1175