Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PENGENALAN BUDAYA LOKAL DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI INDONESIA MELALUI MATERI TEKS EKSPLANASI Arief Setyawan; Sarwiji Suwandi; St. Y. Slamet
Proceedings Education and Language International Conference Vol 1, No 1 (2017): Proceedings of Education and Language International Conference
Publisher : Proceedings Education and Language International Conference

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesepakatan pemberlakuan MEA 2015 merupakan salah satu kesempatan untuk mengaktualisasikan jati diri Indonesia di mata dunia. Di samping perekonomian sebagai sektor utamanya, bahasa dan budaya merupakan ranah yang akan turut terimbas oleh adanya Era MEA. Sebagai negara dengan populasi yang cukup besar dan konsumtif, Indonesia merupakan pasar yang besar dan menjanjikan bagi produsen luar. Melihat kesempatan tersebut, negara-negara di ASEAN akan tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia agar mampu bersaing di pasar Indonesia. Sebaliknya, Indonesia sebagai tuan rumah harus memiliki persiapan yang serius untuk menghadapi persaingan tersebut. Salah satu langkah nyata yang dapat dilakukan yaitu upaya pengenalan budaya lokal melalui jalur pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa selaku pengemban tugas pemelihara bahasa Indonesia telah menyusun bahan ajar berbasis teks yang diperuntukkan bagi pelajar BIPA dari tingkat pemula hingga tingkat mahir. Salah satunya mengenai teks eksplanasi yang sangat memungkinkan untuk diintegrasikan materi ajarnya dengan kebudayaan lokal. Penggunaan budaya lokal sebagai materi ajar BIPA adalah langkah konkrit yang dapat berfungsi sebagai: (1) pengenalan budaya lokal Indonesia terhadap penutur asing, (2) pengembangan wawasan keindonesiaan bagi penutur asing, dan (3) aktualisasi jati diri dan peningkatan eksistensi Bahasa dan Bangsa Indonesia di lingkup Internasional. Kata kunci: Era MEA, BIPA, Teks Eksplanasi, Budaya Lokal, Bahasa Indonesia.
PEMBELAJARAN AFIKS BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Linda Wahyu Setyaningrum
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v1i2.5067

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) persepsi pengajar; 2) perencanaan pembelajaran; 3) metode pembelajaran; 4) penilaian pembelajaran; dan 5) problematika pembelajaran afiks. Penelitian ini berjenis naturalistik dengan studi kasus terpancang ganda. Data diambil di enam lembaga penyelenggara program BIPA meliputi Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Ahmad Dahlan, Wisma Bahasa, Alam Bahasa, dan Realia pada Oktober 2014Desember 2015. Data diambil melalui observasi, wawancara, analisis dokumen, dan studi pustaka. Hasil penelitian dianalisis secara interaktif untuk menghasilkan simpulan. Hasil penelitian ini adalah 1) persepsi pengajar di setiap lembaga yakni materi afiks penting untuk diajarkan; 2) dalam perencanaan pembelajaran afiks harus memperhatikan jenis program pembelajaran, bahan ajar, dan media yang disesuaikan dengan kebutuhan pemelajar; 3) metode pembelajaran disarankan dengan pendekatan komunikatif berbasis teks yang mengintegrasikan empat keterampilan berbahasa; 4) penilaian pembelajaran afiks dilaksanakan secara lisan dan tulis, pada tengah dan akhir program pembelajaran; dan 5) pengajar menguasai metode pembelajaran dan mampu menyusun bahan ajar dengan tepat merupakan solusi problematika pembelajaran afiks.
MENGENAL PEMBELAJARAN BIPA BERDASARKAN KEBUTUHAN BELAJAR PELAJAR ASING Pratiwi, Adilah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: SEMINAR NASIONAL LALONGET I
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v0i0.3755

Abstract

BIPA Learning is an Indonesian language learning program specifically designed to provide language learning services for foreign students. In BIPA learning, teaching materials and learning strategies are specifically designed according to the learning needs of foreign students. BIPA students are students as speakers of other languages who have diverse cultural backgrounds and learning goals. Cultural diversity and learning objectives of BIPA students have implications for the difficulty in choosing appropriate materials and strategies for implementing BIPA learning. The suitability of the choice of materials and strategies with the needs of BIPA students can motivate students and improve learning effectiveness. Therefore, an adequate understanding of student characteristics, learning needs, and teaching materials are important aspects that need to be mastered by BIPA teachers.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TULIS BIPA TINGKAT PEMULA Akyun, Qurrota
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: SEMINAR NASIONAL LALONGET I
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v0i0.3770

Abstract

BIPA is Indonesian for foreign speakers, a program about learning Indonesian that specifically provides language learning for foreign students. BIPA learning includes learning strategies and teaching materials that are designed according to the level and needs of foreign students. BIPA students are students who come from outside Indonesia, who study Indonesian as their first language. Foreign students learning Indonesian can learn differently from each other. Different learning abilities will determine students will be at the appropriate level of language skills. BIPA learning aims to master four aspects of language skills, one of which is writing. In BIPA learning, learning materials and strategies are designed according to the levels and needs of foreign students. Therefore, understanding of the characteristics of Indonesian written BIPA students beginner at UM needs to be mastered by the instructor.
RAGAM PERTANYAAN DAN TEKNIK BERTANYA PENGAJAR BIPA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI KELAS Zamahsari, Gamal Kusuma; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Ansori, Redhitya Wempi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v2i2.3912

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam pertanyaan dan teknik bertanya pengajar BIPA dalam pembelajaran di kelas. Pendekatan dan desain penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajar BIPA cenderung menuturkan ragam pertanyaan yang berupa pertanyaan referensial, pertanyaan pancingan, pertanyaan klarifikasi, pertanyaan konfirmasi, dan pertanyaan pemahaman. Aspek-aspek teknik bertanya yang baik dalam pembelajaran yaitu menjaga pemelajar tetap fokus pada proses tanya jawab, menyusun pertanyaan dengan sangat baik, menyediakan waktu tunggu, memberikan umpan balik yang positif, dan memeriksa jawaban untuk diperbaiki telah dilakukan oleh pengajar.
Budaya dalam Pengajaran Bipa: Respons Orang Asing terhadap Budaya Sunda dalam Hubungan Lintas Budaya Muhamad Adji
Metahumaniora Vol 8, No 2 (2018): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i2.20703

Abstract

AbstrakProgram BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) memberikan kesempatanpada orang asing untuk mempelajari bahasa Indonesia sebagai pintu gerbang untukmengenal Indonesia lebih dalam lagi. Dengan semakin banyaknya orang asingmengunakan bahasa Indonesia, semakin terbuka kesempatan bagi bahasa Indonesiauntuk menjadi bahasa internasional. Hal itu dapat dilakukan melalui strategi kebudayaan.Strategi kebudayaan yang dapat dilakukan dalam mengenalkan Indonesia dalampembelajaran BIPA adalah melalui pengenalan budaya lokal yang menjadi ujung tombakdari kebudayaan Indonesia. Kebudayaan lokal yang hidup dalam masyarakat setempatmemberi kesempatan bagi orang asing untuk melihat dan memahami kekayaan budayaIndonesia yang beragam. Tulisan ini bertujuan mengetahui pengetahuan dasar mahasiswaasing terhadap budaya Sunda dan bagaimana respon mereka dengan dijadikannya budayaSunda sebagai bagian dari pembelajaran BIPA. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif dengan pemerolehan data melalui kuesioner dan referensi kepustakaan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pengenalan aspak-aspek budaya lokal, dalam hal inibudaya Sunda, dalam pengajaran BIPA merupakan kebutuhan utama bagi orang asingagar dapat bertahan hidup dan beradaptasi dalam lingkungan sosial budaya tempatmereka hidup serta membangun kesalingpengertian dalam hubungan lintas budaya. Olehkarena itu, hal-hal yang penting bagi orang asing adalah budaya lokal yang dirasakanlangsung dalam kehidupan keseharian mereka di Indonesia.Kata kunci: budaya Sunda, pengajaran BIPA, respon, orang asing, lintas budayaAbstractThe BIPA program (Indonesian for Foreign Speakers) provides an opportunity forforeigners to learn Indonesian as a gateway to know Indonesia more comprehensively. With theincreasing number of foreigners using Indonesian language, the more open the opportunity forIndonesian language to become an international language. This can be done through a culturalstrategy. The cultural strategy that can be done in introducing Indonesia in BIPA learning isthrough the introduction of local culture that is the spearhead of Indonesian culture. Local culture hat lives in local communities provides opportunities for foreigners to see and understand Indonesia’s diverse cultural richness. This paper aims to find out the basic knowledge of foreign students towards Sundanese culture and how they respond to the use of Sundanese culture as part of BIPA learning. This research is a descriptive study by obtaining data through questionnaires and literature references. The results show that the introduction of aspects of local culture, in this case Sundanese culture, in the teaching of BIPA is a major need for foreigners to survive and adapt in the socio-cultural environment in which they live and build understanding in cross-cultural relations. Therefore, the things that are important for foreigners are the local culture that is directly affected in their daily lives in Indonesia.Keywords: Sundanese culture, BIPA teaching, response, foreigners, cross-cultural
PELATIHAN BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING (BIPA) MELALUI PLATFORM DARING Lina Septianasari; Triyanto Triyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.278 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4020

Abstract

Abstrak: Tujuan dari pelaksanaan pelatihan BIPA daring ini adalah untuk memfasilitasi para penutur asing Bahasa Indonesia untuk mempelajari Bahasa Indonesia di tingkat pemula (A1). Kegiatan ini dilakukan secara daring dikarenakan adanya pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi. Kegiatan ini diikuti oleh 5 peserta yang berasal dari 4 negara, yakni Thailand, Singapura, Madagaskar, dan Hong Kong. Peserta tersebut mengikuti setiap sesi pelatihan yang berjumlah 8 pertemuan. Pelaksanaan kegiatan ini sendiri dilakukan dengan menggunakan platform WhatsApp dan Google Meet dengan durasi 90 menit per sesi secara sinkronis. Setiap peserta juga dibekali dengan modul pembelajaran yang digunakan selama pelatihan berlangsung. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia bagi para peserta rata-rata sebesar 25 % selama mengikuti kegiatan ini.  Abstract:  The purpose of this online BIPA training is to facilitate foreign language learners of Bahasa Indonesia in developing their language competencies at the beginner level (A1). This program was conducted through online platforms due to restrictions on community mobility during the pandemic. This activity was attended by 5 participants from 4 different countries, namely Thailand, Singapore, Madagascar, and Hong Kong. The participants attended each training session which amounted to 8 meetings. The implementation of this activity itself is carried out using the WhatsApp and Google Meet platforms with a duration of 90 minutes per session synchronously. Each participant is also provided with a learning module that is used during the training. The results of the implementation of this activity indicate an increase in Indonesian language skills for the participants.
REMOTE LEARNING IMPLEMENTED BY BIPA TEACHERS DURING COVID-19 PANDEMIC Tri Indri Hardini; Sri Setyarini; Sri Harto
Jurnal Kependidikan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v5i1.35050

Abstract

This research aimed to describe how BIPA teachers implemented remote learning process, identify the problems encountered during COVID-19 pandemic, and explore how Indonesian cultural elements were introduced to students of primary and secondary schools. This research applied a case study design involving eight BIPA teachers in Victoria, Australia as participants. The data were collected through survey questionnaire, virtual interviews, and document analysis. The research data were analysed by making data categories regarding the implementation of remote learning, identification of its problems, and the introduction of Indonesian cultures to students. Interpretation of research findings was done by using relevant theoretical framework. The research findings indicated that the BIPA teachers implemented the remote learning through providing a learning model, listening to students’ individual reading practices, doing a discussion with the students, and implementing simple practices on the selected materials. One of the problems encountered was about students’ motivation. The elements of Indonesian cultures were introduced through identifying its types, describing the identified types of cultures, and writing short essays on the selected cultural topics.
Learning to Write Descriptive Texts Based on Batik Culture of BIPA Students at the Indonesian Embassy in London Yulianeta Yulianeta; Dewi Prajnaparamita Amandangi
PAROLE: Journal of Linguistics and Education Vol 11, No 1 (2021): Volume 11 Number 1 April 2021
Publisher : Master Program in Linguistics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/parole.v11i1.29-40

Abstract

Learning Indonesian as a Foreign Fuller (BIPA) is carried out along with the introduction of culture to learners. Apart from language learning, the introduction of culture can also provide a more concrete picture of Indonesian identity. This article focuses on the study of writing skills, in particular, on writing descriptive texts. The learning to write based on Indonesian culture, especially batik culture. Using qualitative methods, this research was conducted for approximately three months in the period of September-December 2019. The data of this study were the ability to write descriptive texts of BIPA students at the Indonesian Embassy in London. The research subjects were 9 BIPA students at the Indonesian Embassy in London. The results of this study are descriptions of the learning to write descriptive texts of BIPA students and descriptions of culture-based learning of BIPA students at the Indonesian Embassy in London. The descriptive text is used as an alternative approach in learning to write for BIPA because it makes it easier for the students to learn vocabulary as well as culture.
KESALAHAN BENTUKAN KATA BERAFIKS DALAM TULISAN MAHASISWA BIPA Muhammad Anwar Syihab Musthafa -; Laili Etika Rahmawati
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA Vol. 6 No. 1 (2021): JP2BS
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2bs.v6i1.625

Abstract

Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) kini menjadi pokok bahasan yang menarik. Berbagai kesalahan dibuat oleh mahasiswa penutur asing yang menjalani program tersebut. Kesalahan tersebut dapat berasal dari pengajar atau pun dari pemelajar itu sendiri. Penelitian ini berfokus pada kesalahan yang dibuat oleh mahasiswa berupa kesalahan afiksasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menjabarkan bagaimana penggunaan afiksasi di kalangan mahasiswa. Berdasarkan peneelitian tersebut, penulis menemukan bahwa kesalahan penggunaan afiks masih banyak ditemukan yang berjumlah 54 kesalahan dan penggunaan afiksasi di kalangan mahasiswa memiliki fungsi untuk melakukan kegiatan, makna menjadi, dan makna memakai sesuatu.

Page 26 of 118 | Total Record : 1176