Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Perencanaan Sistem Manajemen Keamanan Informasi Bidang Akademik Menggunakan ISO 27001: 2013 Hartati, Tuti
KOPERTIP : Jurnal Ilmiah Manajemen Informatika dan Komputer Vol. 1 No. 2 (2017): KOPERTIP: Jurnal Ilmiah Manajemen Informatika dan Komputer
Publisher : Puslitbang Kopertip Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.325 KB) | DOI: 10.32485/kopertip.v1i02.24

Abstract

Informasi merupakan salah satu aset dari perusahaan/ institusi perguruan tinggi yang dapat mempertahankan kelangsungan hidup bagi organisasi tersebut. Sejalan dengan perkembangan jaringan komputer di dalam sharing informasi ternyata akan menimbulkan kerentanan terhadap keamanan informasi itu sendiri dengan risiko besar, karena informasi dapat di ketahui atau ter-ekspose oleh pihak lain yang tidak mempunyai hak akses sehingga bisa merugikan kesinambungan sistem kerja dalam suatu perguruan tinggi. Dengan memperhatikan permasalahan diatas maka diperlukan suatu perencanaan sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) yang lebih baik untuk menjaga kerahasiaan (confidentiality), keutuhan (integrity) dan ketersediaan (availability) informasi pada suatu perguruan tinggi sehingga dapat memperkecil dampak sebuah risiko atau bahkan dapat menghilangkan risiko tersebut. Dalam pembuatan rancangan perencanaan sistem manajemen keamanan informasi (SMKI) perguruan tinggi ini, di adopsi dari ISO 27001: 2013, yang mempunyai tujuan pengendalian informasi dan teknologi serta sebagai standar untuk pengendalian terhadap teknologi informasi. Sistem manajemen keamanan informasi merupakan hal yang penting dalam perguruan tinggi, hal ini berhubungan erat dengan keamanan informasi untuk menjaga aset baik itu informasi, prosedur, hardware, software dan sumber daya manusia serta menjaga kesinambungan sistem kerja perguruan tinggi agar tetap berjalan dengan baik.
Metode MCDA Untuk Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Informasi Pada Mahasiswa Dafid .; Dorie Pandora Kesuma
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 7 No 1 (2020): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.655 KB) | DOI: 10.35957/jatisi.v7i1.296

Abstract

In a higher education institution, it is certainly common for students to carry out various academic and non-academic activities using information technology. Awareness of information security is one of the substantial factors in the utilization of these technologies. With low level of awareness, information security incidents will be arising. This research measures the level of information security awareness of STMIK XYZ students. The purpose of this research is to determine the level of information security awareness of students so that actions can be determined that need to be taken to improve low awareness and maintain what is already good. This research using Multiple Criteria Decision Analysis (MCDA) method. The results showed that information security awareness's level of STMIK XYZ students is "average" (score:71%). From three dimensions that measured, there is only one dimension that at "poor” level(behavior dimension). From six measurement areas, three measurement areas; policies, mobile equipment, and consequences are at a poor level. These results indicate that some actions required to improve information security awareness's level of STMIK XYZ students.
SISTEM PEMERIKSA KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN NATIONAL INSTITUTE OF STANDARDS AND TECHNOLOGY (NIST) CYBERSECURITY FRAMEWORK Victor Ilyas Sugara; Hadi Syahrial; Muhammad Syafrullah
KOMPUTASI Vol 16, No 1 (2019): Komputasi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer dan Matematika
Publisher : Ilmu Komputer, FMIPA, Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.331 KB) | DOI: 10.33751/komputasi.v16i1.1591

Abstract

Masalah kemanan informasi dapat mempengaruhi operasional di suatu perusahaan/organisasi. Resiko yang timbul dapat berakibat proses bisnis tidak optimal, kerugian finansial, berkurangnya kepercayaan pelanggan, menurunnya reputasi dan yang paling buruk adalah hancurnya bisnis perusahaan. Untuk itu diperlukan suatu cara untuk memonitor keamanan informasi di perusahaan ini secara periodik. Metode yang bisa digunakan sebagai best practise  adalah National Institute of Standards and Technology (NIST) Cybersecurity Framework. Framework ini menyediakan mekanisme penilaian yang memungkinkan organisasi/perusahaan menentukan kemampuan cybersecurity saat ini, menetapkan sasaran individual, dan membuat rencana untuk memperbaiki dan memelihara program cybersecurity. Dari penelitian ini didapatkan hasil pengujian untuk fungsi Mengenali (Identify) sebesar 16.67%, Melindungi (Protect) sebesar 32.86%, Mendeteksi (Detect) sebesar 25%, Menanggapi (Respond) sebesar 23.33% dan Memulihkan (Recover) sebesar 58.33%. Namun untuk keseluruhan nilai NIST Security Framework yang didapat hanya 27.55%.
PENAMBAHAN KEAMANAN DAN RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELECTRONIC (RME) Sinduningrum, Estu
MULTINETICS Vol 5, No 2 (2019): Multinetics Nopember (2019)
Publisher : POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/multinetics.Vol5.No.2.2019.pp.13-20

Abstract

Perkembangan informasi yang terus meningkat, menyebabkan komputerisasi dalam berbagai macam bidang salah satunya adalah bidang kesehatan juga turut bertambah. Hal ini erat kaitannya dengan penggunaan password dalam area komputerisasi. Rawannya manipulasi password dinilai sebagai hal yang perlu dicegah menggunakan data hiding. Salah satu teknik dalam penyembunyian data yaitu kriptografi. Algoritma yang digunakan pada penelitian ini, yaitu algoritma genetika dan fungsi Hash SHA-1. Fungsi Hash SHA-1adalah untuk mengenkrip string password yang diimputkan oleh user sehingga menghasilkan chippertext yang sulit ditebak. Algoritma ini akan ditanamkan pada login sistem informasi rekam medis elektronik untuk melindungi dari akses yang tidak sah dari para peretas. Hasil dari penerapan algoritma ini dapat melindungi sistem login dengan baik sehingga dapat dinyatakan aman dari para peretas website. Telah dibuat sistem informasi Rekam Medis Elektronik yang mudah digunakan (user friendly). Dengan nilai persentase 86%, nilai ini dihasilkan dari pengujian yang dilakukan oleh responden.
PERSEPSI KEGUNAAN, PERSEPSI KEMUDAHAN, KEAMANAN DAN KERAHASIAAN, KESIAPAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP INTENSITAS PERILAKU DALAM PENGGUNAAN E-FILING Hairul Anam; Nurhayati Nurhayati; Raja Vanaldo Boang Manalu
Jurnal GeoEkonomi Vol. 11 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.969 KB) | DOI: 10.36277/geoekonomi.v11i1.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, keamanan dan kerahasiaan, dan kesiapan teknologi informasi terhadap intensitas perilaku dalam penggunaan e-filing pada wajib pajak badan di KPP Pratama Balikpapan Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak badan yang terdaftar di KPP Pratama Balikpapan Timur dengan sampel sebanyak 320 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonprobabilitas Sampling, yaitu Purposive Sampling Dalam penelitian ini, hipotesis diuji dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi Kegunaan berpengaruh signifikan terhadap intensitas perilaku dalam penggunaan e-filing, Persepsi Kemudahan berpengaruh signifikan terhadap intensitas perilaku dalam penggunaan e-filing, Keamanan dan Kerahasiaan berpengaruh signifikan terhadap intensitas perilaku dalam penggunaan e-filing, Kesiapan Teknologi Informasi berpengaruh signifikan terhadap intensitas perilaku dalam penggunaan e-filing.
Evaluasi Kapabilitas Layanan Keamanan Teknologi Informasi Menggunakan COBIT 5 Process Assessment Model (DSS05) Muhammad Fariz Arizali Effendi; Andi Reza Perdanakusuma; Widhy Hayuhardhika Nugraha Putra
JURNAL TECNOSCIENZA Vol. 4 No. 2 (2020): TECNOSCIENZA
Publisher : JURNAL TECNOSCIENZA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DISKOMINFO Kota Malang merupakan instansi penyelenggara keperluan berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi. Aktivitas pengelolaan keamanan TI di DISKOMINFO Kota Malang dilakukan oleh Bidang APTIKA. Pemanfaatan fungsi TI didasari dengan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Seiring kemajuan teknologi, dibutuhkan kewaspadaan dalam pengelolaan keamanan TI agar kegiatan operasional berjalan dengan baik, mencegah ancaman potensial keamanan, dan meningkatkan efisiensi kinerja. Karena alasan tersebut, perlu dilakukan pengukuran kualitas pengelolaan keamanan TI untuk memastikan teknologi informasi yang diterapkan aman dan sesuai strategi instansi. Pengukuran kapabilitas keamanan TI di DISKOMINFO Kota Malang dilakukan dengan membandingkan kondisi pengelolaan keamanan TI yang telah dicapai dengan kondisi yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berdasarkan panduan COBIT 5 berfokus pada proses DSS05 (Manage Security Services). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, penggunaan instrumen lembar penilaian COBIT 5, lembar checklist, dan wawancara langsung. Berdasarkan hasil penelitian, hasil proses DSS05 (Manage Security Services) mencapai level 0 (Incomplete Process). DISKOMINFO Kota Malang mengharapkan proses DSS05 (Manage Security Services) dapat mencapai level 2 (Managed Process). Sehingga didapatkan kesenjangan sebesar dua level. Kemudian, didapati sebanyak 15 rekomendasi dan roadmap perbaikan kepada DISKOMINFO Kota Malang untuk mencapai target level yang diinginkan. Kata Kunci: evaluasi, keamanan, COBIT 5, kapabilitas, DSS05
Aplikasi Manajemen Risiko Keamanan Informasi Berdasarkan ISO/IEC 27001:2013 (Studi Kasus : PT. XYBase Indonesia) Erwin Asriyar; Apridelson Manurung
JI-Tech Jurnal JI-Tech Vol.12 No.1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Informasi NIIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi adalah salah satu aset penting dan sangat berharga bagi suatu organisasi. Salah satu elemen penting dalam tata kelola organisasi yang baik adalah keamanan informasi. Keamanan informasi adalah penjagaan informasi dari seluruh ancaman yang mungkin terjadi dalam upaya untuk memastikan atau menjamin kelangsungan bisnis. Risiko dapat timbul dimana saja dalam organisasi perusahaan, baik proses, aktivitas, unit bisnis dan lokasi geografis yang berada. Banyak yang beranggapan bahwa untuk pengelolaan risiko merupakan tanggung jawab pimpinan tertinggi perusahaan dan ternyata pada kenyataannya bahwa setiap unit dalam perusahaan memiliki tanggung jawab untuk pengedalian risiko. Standar ISO/IEC 27001:2013 telah dipersiapkan untuk menyediakan persyaratan, pemeliharaan, peningkatan yang berlanjut tentang masalah manajemen keamanan informasi. Metode penggunaan standar ISO/IEC 27001:2013 memberikan rekomendasi berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, bagaimana mengambil tindakan untuk menghadapi risiko yang akan datang. Aplikasi manajemen risiko ini dapat digunakan sebagai "tools" untuk membantu mengelola informasi demi keamanan risiko yang dihadapi perusahaan.
Keamanan Informasi secara Aksiologi Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Budi Triandi
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 6, No 5 (2019): Oktober 2019
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.84 KB) | DOI: 10.30865/jurikom.v6i5.1556

Abstract

Information security becomes an interesting issue to discuss related to current technological developments and their usefulness, this paper will discuss the form of information security for information security systems in the industrial revolution era 4.0, as the basis of information security systems in information relations by examining the link between axiology and Internet development trends, examining the relevance of axiology to information security in the industrial revolution 4.0 era, emphasizing information security based on axiological paradigm as a basis for thinking about information security systems in the industrial era 4.0, this paper also contains suggestions on the direction of the development of information security science in the face of the industrial era. 4.0 based on philosophy into information security systems based on trends in the development of information technology and science.
KEAMANAN BASIS DATA PADA VALIDASI DATA SISTEM INFORMASI KEPAKARAN Marwan Noor Fauzy; Reflan Nuari; Yoga Dwi Pambudi; Hery Nurmawan; Muhammad Fajrian Noor; Yulita Fatma Andriani
Jurnal Informa : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2018): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.942 KB) | DOI: 10.46808/informa.v4i3.50

Abstract

Basis data merupakan komponen yang penting dalam berbagai sistem informasi. Dewasa ini penggunaan sistem informasi sudah menjadi sebuah kebutuhan primer bahkan sistem informasi sudah diterapkan pada pemerintahan untuk mempermudah pekerjaan yang efektif dan efisien. Penyajian data pada sebuah sistem informasi sangat bergantung pada perancangan basis data dimana data yang diolah harus valid, dan benar. Dari berbagai penelitian tentang sistem informasi khususnya pada Sistem Informasi Kepakaran (SIKAP) belum ada yang menuliskan tentang keamanan basis datapada validasi data. Fungsi validasi data merupakan salah satu bagian terpenting dalam perencanaan basis data. Pada penulisan ini akan berdiskusi tentang validasi data, trigger dan hak akses dengan tujuan untuk menunjukan keuntungan pada penggunaan validasi data, trigger dan hak akses untuk menjaga penginputan data yg tidak benar kedalam sistem.
EVALUASI TATA KELOLA KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN INDEKS KAMI UNTUK PERSIAPAN STANDAR SNI ISO/IEC 27001 (STUDI KASUS: STMIK MARDIRA INDONESIA) Asep Ririh Riswaya; Ashwin Sasongko; Asep Maulana
Jurnal Computech & Bisnis (e-Journal) Vol 14, No 1 (2020): Jurnal Computech & Bisnis
Publisher : STMIK Mardira Indonesia, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1591.308 KB) | DOI: 10.55281/jcb.v14i1.216

Abstract

Today's technology is an important asset to support the business activities of institutions or institutions, STMIK Mardira Indonesia is a higher education institution that requires technology for educational service facilities. Information technology security governance is useful for protecting assets while maintaining the sustainability of information technology services, several standards for governance have also been used to ensure the security of information technology assets, SNI ISO / IEC 27001 and SNI ISO / IEC 27002 are national standards that adopt from international standards in its activities require evaluation to determine governance readiness and the US index is used as an evaluation tool towards the standardization. The evaluation results in the electronics sector have a value of 21 which means the electronics sector in this institution is high according to the US Index 10 to 15 low, 16 to 34 high and 35 to 50 strategic. However, on the status of preparedness with a value of 117 which means that it is still not feasible for SNI ISO / IEC 27001 certification to be eligible for certification is a range of values 273 to 445. On the basis of some evaluation results obtained, governance is carried out in Annex A.5.1.1 Information security policy document, A.5.1.2 Review of the policies for information security, A.6.1.1 Information security roles and responsibilities, A.15.1.1 Information security policy for supplier relationships, A.16.1 Reporting information security events and weaknesses and Annex 16.1 .3 Reporting information security weaknesses. Keywords:  Governance TI, Information Technology Security, SNI ISO / IEC 27001 and SNI ISO / IEC 27002.DOI : http://doi.org/10.5281/zenodo.3929041

Page 32 of 130 | Total Record : 1293