Filter By Year

1945 2024


Found 395 documents
Search ANALISIS PERENCANAAN LABA , by title

ANALISIS CONTRIBUTION MARGIN SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA USAHA PENJUALAN DAGING SAPI DI KECAMATAN GALANG KABUPATEN DELI SERDANG Fahreza Saefullah Fattah; Media Agus Kurniawan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha penjualan daging sapi juga menghadapi beberapa tantangan. Pertama, biaya produksi yang tinggi, termasuk biaya pemotongan, biaya penyusutan, dan biaya oprasional lainnya, dapat mengurangi margin keuntungan. Kedua, permasalahan logistik dan distribusi, terutama di daerah terpencil, dapat menyebabkan peningkatan biaya dan menurunkan kualitas daging yang sampai ke konsumen. Ketiga, fluktuasi harga sapi potong dan daging sapi di pasaran dapat mempengaruhi pendapatan peternak dan pedagang daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis biaya variabel dalam usaha penjualan daging sapi serta bagaimana penggunaan Contribution margin dapat membantu pedagang daging dalam perencanaan laba. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini akan memisahkan biaya semivariabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel menggunakan metode least squares, yang dipilih karena akurasi dan objektivitasnya yang lebih tinggi dibandingkan metode lainnya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penjualan historis selama tiga bulan terakhir. Selain itu, analisis time series (runtun waktu) akan dilakukan untuk memprediksi penjualan pada bulan selanjutnya. Hasil penelitian ini adalah: BEP: 2.357 kg/bulan, Target Laba Rp10 juta: 3.357 kg/bulan, Strategi: Fokus pada produk high-CM (seperti Tenderloin) dan manfaatkan momentum harga tinggi (Lebaran), Margin of Safety 21.4%: Cukup aman, tetapi perlu peningkatan penjualan untuk stabilitas.
Analisis Implementasi Perencanaan Taktis dalam Meningkatkan Laba pada PT Hadji Kalla Toyota Cabang Otoxpert Hertasning Adila Siska Juliantika; Junaid, Asriani; Zakaria, Junaiddin
Center of Economic Students Journal Vol. 8 No. 3 (2025): July-September (2025)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56750/ev3m5503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan EFAS, IFAS, SFAS, dan SWOT dapat dijadikan sebagai dasar dalam implementasi Tactical Planning pada PT Hadji Kalla Toyota Cabang OtoXpert Hertasning dalam upaya meningkatkan laba. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi strategi prioritas dalam Tactical Planning dengan menggunakan pendekatan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan perusahaan untuk merumuskan strategi jangka pendek yang tepat dan adaptif dalam menghadapi dinamika persaingan bisnis otomotif yang semakin kompetitif, terutama di tingkat layanan purna jual. PT Hadji Kalla Toyota sebagai salah satu jaringan diler resmi Toyota di Indonesia, dituntut untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan merek, tetapi juga mampu memanfaatkan keunggulan internal dan peluang pasar guna meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Dalam konteks ini, perencanaan taktis yang berbasis analisis strategis menjadi instrumen penting untuk mengambil keputusan yang cepat, terukur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan laba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh dari informan atau responden yang memiliki pemahaman mendalam mengenai topik penelitian. Alat analisis yang digunakan mencakup EFAS, IFAS, SFAS, SWOT, serta QSPM sebagai bagian dari kerangka analisis strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis SWOT, posisi OtoXpert Hertasning berada pada kuadran I (agresif), yang mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki kekuatan internal yang dapat dimanfaatkan untuk menangkap peluang eksternal. Oleh karena itu, strategi yang paling sesuai untuk diterapkan adalah strategi SO (Strength–Opportunity), yang mencakup strategi penetrasi pasar, pengembangan produk, dan diversifikasi layanan. Dari ketiga alternatif strategi tersebut, dapat disimpulkan bahwa dalam Tactical Planning, pengambilan keputusan difokuskan pada pemilihan strategi jangka pendek yang paling relevan untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya sebagai upaya untuk memperkuat daya saing dan kinerja keuangan perusahaan secara berkelanjutan.
Analisis Break Even Point untuk Perencanaan Laba Penjualan UMKM Bawang Goreng Kemasan Tahun 2024 Nugraha, Aditya Satria; Komari, Ana
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 2 (2025): July 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i2.8049

Abstract

Dapur Rumah Brambang Rinnings is a micro, small, and medium enterprise (MSME) engaged in the production of packaged fried shallots and faces challenges in profit planning due to fluctuations in the price of raw materials such as shallots. The purpose of this study is to analyze the use of the Break Even Point (BEP) method as a tool for sales profit planning to help determine the break-even point and realistic profit targets. This research employs a descriptive approach with a combination of quantitative and qualitative data. Data collection techniques include interviews, direct observation, and documentation of the MSME's financial reports. The data used consists of fixed costs, variable costs, selling price, monthly sales volume in 2024, and profit targets for 2025. The BEP analysis provides a clear picture of the minimum sales required to avoid losses, as well as the contribution margin necessary to plan profits effectively. The BEP analysis provides a clear picture of the minimum sales required to avoid losses, as well as the contribution margin needed to plan profits effectively. All three variants of the fried shallot products studied have exceeded the break-even point, with a margin of safety above 88%, indicating a high level of sales security. The 100-gram product proved to be the largest contributor to profits, while the 1000-gram product offered a high profit margin per unit despite being sold in smaller quantities. The profit planning strategy for 2025 was formulated realistically based on calculated sales volumes and selling prices for each product. This research not only aids MSME owners in making accurate business decisions but also contributes academically to the literature on BEP application in the ready-to-eat food MSME sector. It is expected that the findings of this study can serve as a reference for setting optimal pricing, production, and sales targets to support sustainable business growth.
Analisis Perencanaan Laba Melalui Perhitungan Break Even Point (BEP) Dari Kekreativan Mahasiswa Universitas Victory Sorong Berupa Taplak Meja Rajutan Benang Bermotif Honai Boari , Sriani; Kewetary , Novelia; Montoh , Zerent Gabriel; Ahmad , Nardin; Lahallo, Fensca F.
EBISMA : Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 01 (2024): EBISMA: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : EBISMA : Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to provide information to the public regarding the definition, use, purpose and calculation method of Break Even Point (BEP) analysis both in Units and Rupiah in the sale of Yarn Knitted Tablecloth in Sorong City. By knowing the break-even point, we can determine the amount of expenses and income according to the target we want to achieve. The location of this research is located at Victory Sorong University, Southwest Papua. The location was chosen because of its role as a trading center. This study uses statistical analysis to process sales data and calculate BEP. This study uses a quantitative descriptive method. The results of this study show that the calculation of BEP in the sales unit of Yarn Knitted Tablecloth at Victory University Sorong. In July 2024, the break-even point was at 2.36 units with a sales level of Rp. 591,216.22 and during January 30 units were sold, the revenue was Rp. 7,500,000, then the profit level was Rp. 4,090,000. then the profit plan in August 2024, showed an increase in sales capacity to 40 units with a gross revenue of Rp. 10,000,000, the profit obtained was Rp. 5,590,000. The break-even point was at 2.36 units with sales of Rp. 589,225.59. The results of this study show that profit planning has increased in August.
Analisis Perencanaan Laba Melalui Perhitungan Break Even Point (BEP) Pada Usaha Kerajinan Tangan Pembuatan Rumah Honai Kelurahan Klasaman Kota Sorong Papua Barat Daya Kbarek, Eugenia; Yable, Welly Salomi; Sipayung, Victor S.; Hamdika, Ghazali; Rewetwa, Elsa Febrianti; Muskita, Susana Magdalena Welly
EBISMA : Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 01 (2024): EBISMA: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : EBISMA : Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to provide information to the public regarding the definition, use, purpose and calculation method of Break Even Point (BEP) analysis both in units and rupiahs in the sale of Handicraft Products for Making Honai Houses, Klasaman Village, Sorong City, Southwest Papua. By knowing the break-even point, we can determine the amount of expenses and income according to the target we want to achieve. The location of this research is located in Klasaman Village, Sorong City, Southwest Papua. The location was chosen because of its role as a trading center. This study uses statistical analysis to process sales data and calculate BEP. This study uses a quantitative descriptive method. The results of this study show that the calculation of BEP in the sales unit of Handicraft Products for Honai House Making, Klasaman Village, Sorong City, Southwest Papua. In July 2024, the break-even point is at 4.82 units with a sales level of Rp. 1,204,238.92 and during July 20 units are sold, the revenue is Rp. 5,000,000, then the profit level is Rp. 2,364,000. Then the profit planning in August 2024, shows an increase in sales capacity to 30 units with gross revenue of Rp. 7,500,000, profit obtained is Rp. 4,046,000. The break-even point was at 4.69 units with sales of Rp. 1,172,791.24. The results of this study show that profit planning has increased in August.
Analisis Perencanaan Laba Melalui Perhitungan Break Even Point (BEP) Dari karya Anak-anak Kel. Malasilen Kota Sorong Berupa Lukisan Dari Beras Anince Tumboki; Sila Desvita Sangkek; Intan Terens Karisago
EBISMA : Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 02 (2025): EBISMA: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : EBISMA : Jurnal Ekonomi, Bisnis, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pengertian, kegunaan, tujuan dan metode perhitungan analisis Break Even Point (BEP) baik dalam Satuan maupun Rupiah dalam penjualan Lukisan Dari Beras di Kota Sorong. Dengan mengetahui titik impas, kita dapat menentukan besaran pengeluaran dan pendapatan sesuai dengan target yang ingin kita capai. Lokasi penelitian ini terletak di Kecamatan Malasilen, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Lokasi tersebut dipilih karena perannya sebagai pusat perdagangan. Penelitian ini menggunakan analisis statistik untuk mengolah data penjualan dan menghitung BEP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan BEP pada unit penjualan Lukisan dari Padi Kel. Kota Malasilen Sorong. Pada Juli 2024, titik impas sebesar 5,5 unit dengan tingkat penjualan Rp 464.788,73 dan selama Januari terjual 30 unit, pendapatan Rp 3.000.000, kemudian level laba Rp 4.200.000. kemudian perencanaan laba pada Agustus 2024, menunjukkan peningkatan kapasitas penjualan menjadi 40 unit dengan pendapatan kotor sebesar Rp 4.000.000, laba yang diperoleh sebesar Rp 5.730.000. Titik impas berada di 5,81 unit dengan penjualan Rp. 461.438,45 Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa perencanaan laba mengalami peningkatan pada bulan Agustus.
PENERAPAN ANALISIS COST VOLUME PROFIT (CVP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA CV. MARTINI PUTRA JAYA Octavialinsi Dian Waradi; Soemaryono Soemaryono
Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus : Jurnal Ilmiah Akuntansi (JILAK)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/2nh3wy05

Abstract

This study aims to determine the application of Cost Volume Profit (CVP) analysis as a profit planning tool at CV. Martini Putra Jaya, a distributor of inkjet printer machines. This study uses a qualitative approach with a case study method, where data and information are collected through interviews and internal company documentation. The primary focus of this study is to evaluate how CVP analysis can be utilized in developing more structured and efficient sales strategies and profit planning, particularly for products experiencing sales fluctuations. By applying CVP calculations, the company can determine product contribution margins, break-even points (BEP), and margin of safety at which sales declines can occur, as well as conducting profit planning that can help the company achieve its profit targets. After obtaining the results of the CVP analysis, the company can develop appropriate sales strategies to increase sales and achieve profit targets. Strategies that can be implemented include slightly lowering prices and combining them with aggressive promotions to reach more segments, adding after-sales services, or offering longer warranties. The company can also offer bundling packages, such as selling a package containing a machine, ink, and initial training at a special price.
Analisis Cost Volume Profit Untuk Perencanaan Laba Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Di Tanjung Redeb Kabupaten Berau Widayati, Cicik
JEMI is managed and published by the Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Kutai Kartanegara University. Institutional legality is reflected in the ISSN number: 1411-9560 published by LIPI in 2003 as a manifestation of the comm Vol 19 No 2 (2019)
Publisher : FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53640/jemi.v19i2.700

Abstract

Abstract :          The purpose of this study was to determine the profit planning at PDAM Tirta Segah in Tanjung Redeb, Berau Regency by using cost volume profit analysis. While the intended use of the authors of the results of this study is to contribute thoughts as an alternative for companies to take wisdom in planning future earnings in relation to costs, sales volume and profits. Based on research conducted by the author that the results of research conducted by researchers using cost volume profit analysis in 2014,2015,2017 and 2018 PDAM Tirta Segah made a profit. Can be seen from the calculation of the contribution margin that is greater than the fixed costs. In the break even point calculation, the amount of sales in that year has exceeded the breakeven point. In the calculation of margin of safety, sales figures have exceeded the calculation of margin of safety (security level). Whereas in 2016 PDAM Tirta Segah is in a dangerous condition (loss) can be seen from the calculation of break even point (break-even point) which shows that the sales results are below the break-even point and for the calculation of margin of safety (security level) where the calculation results show the results negative ones.Keywords: Contribution margin, contribution margin ratio, operating laverage, break even point, margin of safety
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA USAHA BAKERY (STUDI KASUS H5 BAKERY KOTA TENGAH) Nurul Santya, Arfianti Novita Anwar, Seprini
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan analisis Break Even Point (BEP) sebagai alat perencanaan keuntungan di bisnis roti, dengan fokus pada H5 Bakery di Kota Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pemilik bisnis sebagai informan utama. Metode analisis data yang diterapkan adalah analisis BEP. Temuan penelitian menunjukkan bahwa H5 Bakery belum menerapkan perhitungan BEP dalam perencanaan profitnya. Di samping itu, pemisahan antara biaya tetap dan variabel masih belum dilakukan, sehingga mengakibatkan masalah dalam proses perencanaan dan pengendalian biaya. Ketidakjelasan pemisahan biaya ini menghambat perusahaan dalam menetapkan target keuntungan yang ingin dicapai.  
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) DALAM KEPUTUSAN PERENCANAAN LABA PADA CAFE COWBOY ROHUL Elsa Wulan Dari; Makmur Makmur; Hendry Kurniawan
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Break Even Point  (BEP) sebagai dasar dalam pengambilan keputusan perencanaan laba pada Cafe Cowboy Rohul dengan fokus pada dua produk utama, yaitu Chicken Steak Bakar dan Ice Coffe Latte. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis Break Even Point (BEP) dilakukan dalam sauan unit maupun rupiah, serta dilanjutkan dengan perencanaan laba berdasarkan target yang telah ditentukan. Hasil peneitian menunjukkan bahwa nilai BEP untuk Chicken Steak Bakar berkisar antara 588,24 hingga 769,23 porsi atau Rp20.588.083,83 hingga Rp26.973.076 per bulan, Sedangkan, nilai BEP untuk Ice Coffe Latte berkisar antara 980,39 hingga 1.087 porsi atau Rp19.607483,14 hingga Rp23.739.130,43 per bulan. Perencanaan laba yang dihitung menunjukkan bahwa, jumlah penjualan aktual selama tahun 2024 berada di bawah angka yang direncanakan sehingga target laba belum tercapai. Hasil penelitian ini belum mempresentasikan keseluruhan kinerja keuangan Cafe Cowboy Rohul karena hanya menganalisis dua produk utama.

Page 33 of 40 | Total Record : 395