Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

THE IMPORTANCE OF GUIDANCE IN UNDERSTANDING CULTURAL DISCOURSE IN THINKING AND SPEAKING FOR FOREIGN STUDENTS IN BIPA PROGRAM Tiawati, Refa Lina; Rahmat, Wahyudi; Kemal, Edwar; Chen, Wei
Journal of Pragmatics and Discourse Research Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jpdr.v2i1.203

Abstract

The lack of understanding of cultural discourse in speech is the key to international failure success in understanding language concepts, especially for BIPA  learners in Indonesia.  This research aims to reveal the importance of understanding the concepts of speech that must be considered in communicating. The method used is qualitative descriptive. The object of this study is an international student from Taiwan named Xing-Qian, who is participating in the Indonesian program for Foreign Speakers (BIPA) at PGRI University of West Sumatra. This research is naturalistic. The data in this study is in the form of video that is the result of recording in the field directly, then using the technique of seeing the record to transcribe the research results into writing form. The results showed that the international students used a form of guidance on the instructions for begging, asking, welcoming, advising, and inviting.
Bicultural, personality, and pedagogical competences in the perspective of BIPA language assistants Syihabuddin Syihabuddin
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 50, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.125 KB) | DOI: 10.17977/um015v50i12022p63

Abstract

Bicultural, personality, and pedagogical competences in the perspective of BIPA language assistantsIn 2019, there were 63.022 learners of Indonesian as a foreign language in Victorian schools, Australia. They were facilitated by 263 Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) local teachers. Due to a shortage of BIPA local teachers, the Department of Education and Training Victoria had recruited language assistants from Indonesia. This study is aimed to describe the required skillsets of BIPA language assistants to support their duties. The data were collected through interviews, an inventory, observations, and stories of eight Indonesian language assistants with one year of experience. The findings reveal that the language assistants need to develop bicultural, personality and pedagogical competences. These competences should become the reference for developing workshop materials for future BIPA language assistants.Keywords: BIPA teachers, bicultural competences, personality competences,  pedagogical competencesKompetensi bikultural, kepribadian, dan pedagogik dalam perspektif guru bantu BIPAPada tahun 2019 terdapat 63.022 siswa Victoria, Australia, yang mempelajari bahasa Indonesia sebagai bahasa asing. Mereka dibimbing oleh 263 guru BIPA. Karena jumlah guru tidak memadai, maka Department of Education and Training Victoria merekrut guru bantu (language assistant) dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai kompetensi yang perlu dimiliki guru bantu untuk menunjang pelaksanaan tugasnya. Data dikumpulkan dari wawancara, inventori, observasi, dan deskripsi pengalaman dari delapan guru bantu selama satu tahun mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bantu perlu mengembangkan kompetensi bikultural, kompetensi kepribadian, dan kompetensi pedagogik. Ketiga kompetensi ini sebaiknya dijadikan bahan workshop pada pembekalan guru bantu di lembaga pengirim.Kata kunci: guru BIPA, kompetensi bikultural, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik
An Analysis of Culture Shocks of BIPA Students in UPT Bahasa ., Ni Nengah Intan Sariningsih; ., Prof. Dr.I Nyoman Adi Jaya Putra, M.A.; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.13325

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalsis fenomena geger budaya yang dialami oleh siswa asing yang datang ke Bali untuk belajar tentang budaya Bali di UPT Bahasa Undiksha yang merupakan i salah satu tempat untuk belajar bagi para siswa asing. Di sana mereka belajar tentang budaya, bahasa,makanan khas Bali, dan lain-lain. Peneliti membatasi penelitian pada analisis fenomena geger budaya yang berhubungan dengan komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Desain dari penelitian ini adalah desain penelitian deskritif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa asing yang belajar tentang budaya di ULB Undiksha Singaraja. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Selain itu peneliti juga mengumpulkan data dengan cara memberikan kuesioner kepada tiga siswa asing yang belajar di UPT Bahasa. Instrumen utama dari penelitian ini adalah peneliti sendiri. Instrumen-instrumen lain yang digunakan adalah pedoman wawancara, perekam suara, kuesioner dan catatan. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori dari Pedersen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sebelas fenomena geger budaya yang ditemukan dalam komunikasi verbal dan lima fenomena dalam komunikasi nonverbal. Dari semua fenomena geger budaya, siswa mengalami geger budaya pada kebiasaan penduduk lokal,transportasi dan pasar tradisional. Selain itu para siswa asing mempunyai cara untuk mengatasi geger budaya tersebut seperti meminta informasi kepada penduduk lokal, mengikuti dengan hal yang sama, mecari solusi dengan cara mereka sendiri dan saling menghormati antar sesama budaya. Data dari hasil observasi, wawancara dan pemberian kuesioner menyatakan masalah dari siswa asing dalam beradaptasi dengan lingkukan baru selama belajar di UPT Bahasa Undiksha Singaraja dan tinggal di Bali. Kata Kunci : Kata kunci: Geger budaya, komunikasi verbal, dan komunikasi nonverbal Abstract This study aimed at analyzing the culture shock phenomena experienced by foreign students who come to Bali to study about culture especially in UPT Bahasa (Language Service Unite) Undiksha as one of the places for foreign students. In UPT Bahasa they study about culture, Bahasa Indonesia, Balinese food. The researcher limited her study to an analysis of the culture shock that is related to verbal communication and non-verbal communication. The design of this study was a qualitative research design. The subjects of this research were three foreign students who studied about Indonesian culture in UPT Bahasa Undiksha. The researcher collected the data by using semi structured interview and semi unstructured interview. The researcher also gave questionnaire to those three foreign students. The main instrument of this study was the researcher herself. Other instruments were interview guide, voice recorder, questionnaire, and note. The data in this research were analyzed with Pedersen’s theory. The result of this research showed that there were ten culture shock phenomena of verbal communication and five culture shock phenomena in non-verbal communication. From all the culture shock phenomena, the students experienced culture shock in the habit of local people, transportation and the traditional market. , The foreign students had some ways to overcome the culture shock such as by asking information to local people, trying to do something, thinking about the solution by themselves to overcome the culture shock, and respecting the different culture. The data from observation, interview and questionnaire revealed that the foreign students adapted to the new environment during their studies in UPT Undiksha and during their stay in Bali. keyword : Keywords: Culture shock, non-verbal communication, verbal communication.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIPA BERMUATAN BUDAYA JAWA BAGI PENUTUR ASING TINGKAT PEMULA
Lingua Vol 11, No 1 (2015): January 2015
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA, (2) mengembangkan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula, (3) mendeskripsikan penilaian bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RD) yang dilakukan dengan lima tahap. Setelah penelitian dilaksanakan, diperoleh hasil analisis kebutuhan menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA dengan karakteristik bahan ajar BIPA yaitu menggunakan ragam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan keterbacaan penutur asing tingkat pemula, mampu memotivasi, memiliki teknik latihan empat aspek berbahasa, serta latihan tata bahasa pada setiap babnya. Berdasarkan hasil penilaian, bahan ajar BIPA bermuatan budaya Jawa bagi penutur asing tingkat pemula dinilai sudah layak digunakan, meskipun masih perlu dilakukan perbaikan pada beberapa bagian. Sebagai sebuah produk pengembangan, produk bahan ajar BIPA yang dikembangkan berpotensi untuk memenuhi kebutuhan penutur asing tingkat pemula dan pengajar BIPA terhadap bahan ajar BIPA yang bermuatan budaya Jawa.The purpose of this research are (1) to describe the characteristics neededin BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (2) to develop BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level, (3) to describe the assessment of BIPA materials based on Javanese culture for foreign speakers beginner level. This study uses Research and Development (R D) approach performed with five stages. After the research was carried out, the results of analysis needed by foreign speakers and BIPAteachers with the characteristics of BIPA materials, that is a book with language that is easily understood and in accordance with the legibility with foreign speakers beginner level, able to motivate, has exercises in  four aspects of language and exercises of grammar in each chapter. Based on the result of assessment, BIPA materials based on Javanese culture is considered to be fit for use, although it still needs to revize in some parts. As a product development, developed BIPA materials product has the potential to meet the needs of foreign speakers beginner level and teachers toward the BIPA materials based on Javanese culture.
INTERFERENSI FONOLOGIS BAHASA SOMALI KE DALAM BAHASA INDONESIA DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMELAJARAN BIPA Ahmad Fadly
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.5.1.1-8

Abstract

Pemelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing berperan menginternasionalkan bahasa Indonesia. Pemelajar perlu menguasai seluruh keterampilan berbahasa. Keterampilan berbicara tidak hanya menuntut penguasaan kosakata, tetapi juga kemampuan dalam pelafalan atau artikulasi. Sistem fonologi bahasa ibu tidak jarang berpengaruh pada pelafalan bunyi-bunyi bahasa Indonesia. Pemelajar asal Somalia terkendala dalam melafalkan beberapa bunyi. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini diawali dengan observasi terhadap pemelajaran BIPA di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selanjutnya, peneliti mengidentifikasi dan menganalisis realisasi bunyi oleh pemelajar asal Somalia. penelitian ini menghasilkan interferensi fonologis beberapa bunyi konsonan, seperti bunyi hambat alveolar[t] menjadi afrikatif palatal [c], bunyi sengau alveolar [n] menjadi bunyi sengau bilabial [m].
PEMEROLEHAN KLAUSA RELATIF PADA PEMELAJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA): KAJIAN BAHASA-ANTARA Suharsono Suharsono
LITERA Vol 14, No 1: LITERA APRIL 2015
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v14i1.4407

Abstract

AbstractThis study aims to describe the acquisition of relative clauses by BIPA (Bahasa Indonesiafor Foreigners) learners of the intermediate level, in terms of: (a) relative clause forms, (b)the sequence of relative clause acquisition, and (c) effects of language learning strategieson the relative clause acquisition. The data were collected from the use of Indonesian byBIPA learners attending a language program and through a questionnaire. The languagedata were analyzed by the translational equivalence and distributional methods and thequestionnaire data by the calculation of means and percentages presented in tables andgraphs. The results of the study showed that the use of the relative pronoun yang wasthe item with the lowest acquisition level and the relative clause type relativizing thesubject was in the highest rank. Meanwhile, the use of language learning strategies hada positive correlation with the relative clause acquisition. The study concludes that: (1)the sequence of the relative clause acquisition reflects both the sequence of mastery andthe difficulty level of of each clause type, and (2) the use of language learning strategiesenables learners to acquire relative clauses faster.
TEACHERS’ PERCEPTION ON THE INSERTION OF BALINESE CULTURE IN BIPA INSTRUCTION Putu Ayu Prabawati Sudana; I Dewa Gede Budi Utama; I Made Suta Paramarta; IGA Pt. Novita Sari Paragae
Lingua Scientia Vol. 28 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ls.v28i2.33847

Abstract

The aims of this research were analyzing teachers’ perception on the insertion of Balinese culture in BIPA instruction and the ways to present culture in the instruction. This study used descriptive qualitative method. The data were collected by using questionnaire distributed to BIPA teachers in Undiksha Language Center and through interview as well as focused group discussion. The data were analysed  quantitatively by looking at the percentage of response given by teachers and qualitatively by using the method of data analysis consisting of data reduction, data display and conclusion drawing. The result of the study showed that BIPA teachers support the insertion of Balinese culture in the instruction. In addition, there were found several ways to present the culture in the instruction, namely (1) presenting culture boxes in the textbook, (2) using authentic materials, (3) supporting the students to interact with native speakers and (4) presenting cultural elements through reading text and listening activities.Keywords : Balinese Culture, BIPA, Instruction
Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali Ni Putu Apita Widya Sari .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran BIPA, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran BIPA, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran BIPA, dan (4) mendeskripsikan alasan guru memilih prosedur tertentu dalam pembelajaran BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran BIPA serta alasan guru memilih prosedur tertentu dalam pembelajaran BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran BIPA yang disusun oleh pengajar sudah sesuai dengan silabus yang ditetapkan oleh lembaga Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali,(2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah mengarah pada kemampuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia siswa, (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar berupa tes lisan atau tes tulis (4) metode-metode pembelajaran BIPA yang digunakan oleh pengajar di Sekolah Cinta Bahasa bervariasi, seperti metode tata bahasa terjemahan, metode langsung, metode membaca, metode suggestopedia, metode eklitik, dan metode audiolingual. Pemilihan metode tersebut disesuaikan dengan kebutuhan atau tujuan pembelajar BIPA belajar bahasa Indonesia.Kata Kunci : pembelajaran, bahasa Indonesia, penutur asing This research aims to (1) describe the BIPA's lesson plan, (2) describe the BIPA learning implementation, (3) describe the learning evaluation of the BIPA, and (4) describe the reason teachers choose a certain procedure in the BIPA learning at Cinta Bahasa school, Ubud, Bali. This research used descriptive qualitative research design. The subject in this study is BIPA at teachers Cinta Bahasa school, Ubud, Bali and the object of research is the planning, implementation, and evaluation of learning BIPA as well as the reason for selecting a particular procedure in BIPA learning at the Cinta Bahasa school, Ubud, Bali. The methods used to collect data are methods of observation, documentation, and interviews. The results of this study suggest that (1) BIPA learning planning compiled by teachers already in accordance with the syllabus set by the institution of the Cinta Bahasa school, Ubud, Bali, (2) implementation learning BIPA teachers already carried out lead to the ability to develop Indonesian Language or Bahasa ability of students, (3) the evaluation of the learning of teaching be implemented BIPA test of oral or written, (4) learning methods which are used by teachers at the Cinta Bahasa school like the varied language, as the grammar translation method, direct method, reading method, suggestopedia method, eclectic method, and audiolingual method. The selection of these methods are adapted to the needs or purpose BIPA learners learn Indonesian Language or Bahasa.keyword : learning, Indonesian language, foreign student
Pelaksanaan Pembelajaran Berbicara BIPA Siswa Kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali Yuniarti Rahmalia Hapsari .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbicara BIPA siswa kelas IX di Gandhi Memorial Intercontinental School Bali. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran berbicara BIPA yang disusun oleh pengajar yang berhubungan dengan perangkat pembelajaran hanya berupa silabus,(2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah mengarah pada kemampuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia siswa khususnya dalam hal berbicara, (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar berupa tes dan non tes.Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, berbicara, bahasa Indonesia, BIPA This research aimed at (1) describing BIPA speaking lesson plan in the IX grade students of Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, (2) describing the implementation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial Intercontinental School Bali, and (3) describing the evaluation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali. This research used descriptive qualitative research design. Subjects of this study were BIPA teachers in class IX of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali and the objects of this research are the planning, implementation, and evaluation of BIPA speaking lesson in the IX grade students of Gandhi Memorial School Intercontinental Bali. The methods used to collect data were observation, documentation, and interview. The results of this study indicated that (1) the BIPA speaking lesson plan which was compiled by the teacher was just a syllabus, (2) the implementation of BIPA speaking lesson which was conducted by the teacher had led to develop the ability of Indonesian students, especially in terms of speaking, (3) the evaluation of BIPA speaking lesson which was conducted by the teacher was test and non-test.keyword : the implementation of lesson, speaking, Indonesian, BIPA
PELAKSANAAN PEMBBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRAKTIK LANGSUNG UNTUK SISWA BIPA BEGINNER CLASS DI YAYASAN CINTA BAHASA INDONESIAN LANGUAGE SCHOOL I Made Artayasa .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11611

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung BIPA di Cinta Bahasa Indonesian Language School. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA pada jenjang kelas Beginner dan siswa BIPA pada jenjang kelas Beginner di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan metode praktik langsung untuk siswa BIPA Beginner Class di Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran BIPA menggunakan metode praktik langsung perlu dimaksimalkan lagi, karena terdapat komponen-komponen pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang belum sesuai. (2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah berlangsung baik dan sesuai RPP sehingga dapat membantu pebelajar berkomunikasi secara langsung dengan penutur asli bahasa Indonesia. (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar belum sepenuhnya memenuhi sasaran dalam kegiatan evaluasi, karena pengajar hanya menggunakan teknik evaluasi nontes saja.. Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, menggunakan metode praktik langsung, bahasa Indonesia, BIPA ABSTRACT This study aims to (1) describe learning planning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, (2) to describe the implementation of learning learning using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School, and (3) to describe learning evaluation using BIPA's hand’s on learning method at Cinta Bahasa Indonesian Language School. This research uses descriptive qualitative research design. Subjects of this study were BIPA teachers in beginner class and BIPA students at beginner class at Yayasan Cinta Bahasa Indonesia Language School and the object of research is planning, implementation, and evaluation of learning using hand’s on learning method for BIPA Beginner Class students at Yayasan Cinta Bahasa Indonesian Language School. The method used to collect data is the method of observation, documentation, and interview. The results of this study indicate that (1) BIPA learning plan using hand’s on learning method needs to be maximized again, because there are components in the lesson plan of learning implementation (RPP) that is not yet appropriate. (2) the implementation of BIPA learning conducted by the teachers has been going well and according to the RPP so that it can help the learners communicate directly with native speakers of the Indonesian language. (3) BIPA learning evaluation conducted by teachers has not fully met the objectives in the evaluation activities, it is because the lecturer only uses non nontes evaluation techniques. keyword : implementation of learning, using hand’s on learning method, Indonesian language, BIPA

Page 41 of 118 | Total Record : 1176