Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) BERBASIS DIGITAL SECARA DARING MENGGUNAKAN MEDIA WAYANG Simamora, Pesta Junita; Mustika, Samsul; Sinulingga, Samuel; Nasution, Jamaluddin
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/aquinas.v6i1.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media digital dalam pembelajaran keterampilan berbicara bagi pembelajar BIPA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah informan, dokumen, dan catatan hasil observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data dalam penelitian ini diuji dengan triangulasi metode, triangulasi sumber data, dan review informan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah media digital dapat digunakan secara efektif untuk memacu pemelajar BIPA melatih keterampilan berdialog maupun bermonolog dengan cara menceritakan kembali pelajaran yang telah mereka simak secara daring untuk menambah pemahaman.
Penerapan Media Gambar Kartun pada Pembelajaran Keterampilan Berbicara BIPA Tingkat A1 Septi Karina; Arif Budi Wurianto; Arti Prihatini
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v16i1.15512

Abstract

Application of Cartoon Image Media in Learning BIPA Speaking Skills Level A1 ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media gambar kartun untuk pembelajaran keterampilan berbicara BIPA tingkat A1 di UPT BIPA Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian media gambar kartun dapat diterapkan untuk pembelajaran keterampilan berbicara BIPA. Tahapan yang dilakukan perencanaan pembelajaran keterampilan berbicara BIPA mengacu pada lesson plan yang telah disusun. Mengemukakan langkah-langkah pembelajaran keterampilan berbicara BIPA menggunakan media gambar kartun. Aspek keterampilan berbicara yang diperoleh menggunakan media gambar kartun. 1) Aspek ketepatan kosakata yaitu menyebutkan kata dengan lingkup makna yang sama, 2) Aspek ketepatan kalimat yaitu membuat kalimat tunggal yang memenuhi syarat fungsi sintaksis dan 3) Aspek ketepatan pelafalan yaitu mahasiswa BIPA masih salah melafalkan huruf dalam bahasa Indonesia. Manfaat penggunaan media gambar kartun pada pembelajaran keterampilan berbicara BIPA menjadi salah satu alternatif baru dalam pembelajaran BIPA, membuat pembelajaran menarik, mahasiswa BIPA lebih aktif serta memberikan respon positif selama pembelajaran.Kata kunci: BIPA, Media, Keterampilan Berbicara ABSTRACTThis study aims to describe the application of cartoon image media to learn BIPA speaking skills at A1 level at Technical Implementation Unit (UPT) BIPA, University of Muhammadiyah Malang. This research used a qualitative approach with descriptive methods. The results of the cartoon image media research can be applied to learn BIPA speaking skills. The stages carried out by lesson plan of BIPA speaking skills which have been compiled. Explaining steps for learning BIPA speaking skills using cartoon image media. Aspects of speaking skills are obtained by using cartoon images as media. 1) Aspects of accuracy of vocabulary, namely mentioning words with the same scope of meaning, 2) Aspects of accuracy of sentences, namely making single sentences that meet the requirements of the syntactic function and 3) Aspects of accuracy of pronunciation, namely BIPA students still mispronounce letters in Indonesian. The benefits of using cartoon media in learning BIPA speaking skills are a new alternative in BIPA learning, making learning interesting, BIPA students more active and giving positive responses during learning.Keyword: BIPA, Media, Speaking Skill
The Implementation of a Module “Sahabatku Indonesia” in Favorite Song Units on the Speaking Skills of BIPA Students Syahraini Nursyifa Camila; Khaerunnisa Khaerunnisa
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 1 (2023): JANUARI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i1.7537

Abstract

Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) is an Indonesian language teaching program whose teaching subjects are foreign speakers. The BIPA learning process certainly requires an appropriate and interesting curriculum, teaching materials, and learning methods for the success of foreign speakers in achieving learning goals. The research objective was to find out and describe the effect of the Indonesian best friend module in favorite song units on speaking skills at BIPA level 7. The research method used by researchers is descriptive qualitative. Researchers will describe a data analysis with the method used is descriptive. The data collection technique used is the form of collecting data by observing students. The results of observations on the material in the Indonesian best friend module activities are designed according to level, one of which is the advanced level for students who can already speak Indonesian, namely using the best friend Indonesia BIPA level 7 module which includes the favorite song units. In this study, the researcher refers to SKL (Graduation Competency Standards) at BIPA Level 7 through a Module that focuses on aspects of speaking skills in BIPA learners. The results of this research make students interested in the learning provided by the teacher in using the best friend module Indonesia BIPA level 7 favorite song unit and students prefer speaking skills because learning through speaking skills makes students more active, it is very fun to sing together the same as the title of the song "Laskar Pelangi" by Nidji and understand every meaning and vocabulary in the lyrics of the song.
Lintas budaya dalam pembelajaran BIPA mahasiswa Yaman di masa pandemi Covid-19 Goziyah, Goziyah
Eureka: Journal of Educational Research Vol. 1 No. 1 (2022): Technology-based and intercultural contexts-based learning for the students' en
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.239 KB) | DOI: 10.56773/ejer.v1i1.2

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di masa pandemi Covid-19 tetap berjalan walaupun berbeda. BIPA tidak terlepas dari konteks budaya. Pada penelitian ini hal yang menarik adalah ketika budaya suatu negara dalam belajar BIPA dilihat melalui pembelajaran daring dengan menggunakan zoom. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan budaya mahasiswa Yaman pada saat pembelajaran BIPA di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus melalui wawancara dan pengamatan yang mendalam kepada dua mahasiswa asing yang memiliki hubungan keluarga dari Yaman selama belajar BIPA di Lembaga Bahasa-Universitas Muhammadiyah Tangerang (LB-UMT) melalui daring dengan menggunakan aplikasi zoom. Media zoom yang digunakan dalam pembelajaran selama pandemi ini dengan tidak melakukan tatap muka secara langsung ternyata tidak mengubah budaya mahasiswa Yaman ketika berhadapan dengan guru yang berbeda jenis kelaminnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan budaya di mana mahasiswa Yaman tidak berkenan untuk menyalakan video menampilkan wajah mereka ketika belajar. Beberapa media pembelajaran juga seperti lagu kurang diterima oleh mahasiswa karena bertentangan dengan budaya asal negara. Hasil ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang umumnya berhasil menarik pemelajar BIPA ternyata tidak berlaku pada mahasiswa Yaman. Hal ini menjadi referensi untuk pembelajaran BIPA bagi mahasiswa Yaman khususnya, agar dapat memahami lintas budaya yang mungkin terjadi saat pembelajaran BIPA.
Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dan Pengenalan Budaya Lokal Bugis-Makassar Kasma F. Amin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 06 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.807 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i6.195

Abstract

Tulisan ini memaparkan tentang model Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dengan tingkat kesulitan yang dihadapi untuk mentransper bahasa pada pembelajar. Salah satu cara pengajaran yang dapat digunakan adalah melalui pengenalan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pemerolehan bahasa kedua dengan model lahiriah hipotesis Krashen, (1997). Beberapa masalah yang dihadapi oleh para pengajar BIPA-1, salah satunya adalah menghadapi mahasiswa BIPA yang belum ada pemahaman kosa kata. Hal tersebut nenjadi tantangan bagi pengajar BIPA-1 untuk memperkenalkan budaya lokal. Hal ini menjadi menarik karena pada umumnya pembelajar BIPA tertarik untuk mengenal budaya lokal Indonesia. Selain itu merupakan kewajiban bagi pengajar BIPA untuk mempromosikan budaya dan pariwisata lokal. Pengajar BIPA dianjurkan memperkenalkan budaya lokal pada penutur asing dengan model terintegrasi dalam bahan ajar sebagai sumbangsih pengajar terhadap kemajuan budaya dan pariwisata Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran BIPA yang terintegrasi ke dalam budaya lokal menunjukkan adanya motivasi yang tinggi bagi siswa untuk mempelajari Bahasa Indonesia dan budaya lokal dengan tingkat kecemasan yang cenderung lebih rendah. Tulisan ini memaparkan tentang model Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) dengan tingkat kesulitan yang dihadapi untuk mentransper bahasa pada pembelajar. Salah satu cara pengajaran yang dapat digunakan adalah melalui pengenalan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori pemerolehan bahasa kedua dengan model lahiriah hipotesis Krashen, (1997). Beberapa masalah yang dihadapi oleh para pengajar BIPA-1, salah satunya adalah menghadapi mahasiswa BIPA yang belum ada pemahaman kosa kata. Hal tersebut nenjadi tantangan bagi pengajar BIPA-1 untuk memperkenalkan budaya lokal. Hal ini menjadi menarik karena pada umumnya pembelajar BIPA tertarik untuk mengenal budaya lokal Indonesia. Selain itu merupakan kewajiban bagi pengajar BIPA untuk mempromosikan budaya dan pariwisata lokal. Pengajar BIPA dianjurkan memperkenalkan budaya lokal pada penutur asing dengan model terintegrasi dalam bahan ajar sebagai sumbangsih pengajar terhadap kemajuan budaya dan pariwisata Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran BIPA yang terintegrasi ke dalam budaya lokal menunjukkan adanya motivasi yang tinggi bagi siswa untuk mempelajari Bahasa Indonesia dan budaya lokal dengan tingkat kecemasan yang cenderung lebih rendah.
Indonesian Language Learning Assistance for Foreign Speakers (BIPA) at the Indonesian Embassy in Ankara, Turkey Aria Septi Anggaira
International Journal of Community Engagement Payungi Vol. 3 No. 1 (2023): International Journal of Community Engagement Payungi
Publisher : Yayasan Payungi Smart Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (904.083 KB) | DOI: 10.58879/ijcep.v3i1.34

Abstract

Indonesian until now has been taught to foreigners in various institutions both at home and abroad. This learning program is known as the Indonesian for Foreign Speakers (BIPA).  This study aims to give an assistance of Indonesian language learning for foreign speakers of turkey. During the Covid-19 pandemic, BIPA learning was carried out online. Turkey is one of the countries whose citizens have a considerable interest in studying Indonesian. The researchers used Service Learning (SL) approach (Felten, & Clayton, 2011). It as a medium for integrating voluntary community service with active reflection which is expected to enrich and strengthen the material about bringing oral storytelling in developing students and teachers. The method of this study is by giving an assistance of Indonesian language learning. The BIPA program at the Indonesian Embassy in Ankara Turkey has been going on for 2 periods. In the 2nd period, which was implemented from October 9 to December 15, 11 classes and 4 BIPA levels have been carried out well. This is evidenced by the results of the final examination of the program obtained by the learners, namely by increasing the Indonesian language competence of  the learners. The results obtained by   the learners at the  end of the program showed that their Indonesian language  competence was improved. Thus, in the future this program is expected to continue so that more learners can take part in the BIPA  program  implemented at the  Indonesian Embassy in  Ankara, Turkey either  online or in-person learning. Thus, the BIPA learning program can continue to be implemented in the future.
PENYAJIAN UNSUR BUDAYA INDONESIA DALAM BAHAN AJAR BIPA TERBITAN KEMENDIKBUD Moh. Yusril Hermansya; Suyatno; Yuniseffendri
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v4i3.3714

Abstract

Keragaman budaya Indonesia menjadi modal potensial yang dapat digunakan dalam pembelajaran BIPA. Penyusunan bahan ajar BIPA juga seyogyanya memertimbangkan unsur-unsur budaya Indonesia (pengetahuan budaya, sikap budaya, dan produk budaya). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi unsur kebudayaan Indonesia dan cara penyajian unsur budaya Indonesia dalam buku Sahabatku Indonesia level A1 dan A2 terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2016. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis kajian teks. Data penelitian yaitu unsur kebudayaan dan cara penyajian unsur budaya Indonesia dan dianalisis dengan triangulasi. Berdasarkan analisis data, semua unsur-unsur budaya menurut Koentjaraningrat (1990) dapat ditemui pada dua objek penelitian ini. Unsur-unsur budaya tersebut yaitu bahasa, sistem teknologi, sistem ekonomi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, religi, dan kesenin. Persentase unsur budaya bahasa pada buku A1 0%, A2 8%. Sistem teknologi A1 31%, A2 38%. Sistem ekonomi A1 32%, A2 15%. Organisasi sosial A1 22%, A2 11%. Sistem pengetahuan A1 2%, A2 13%. Religi A1 4%, A2 6%. Kesenian A1 8%, A2 9%. Semua unsur budaya tersebut disajikan secara langsung maupun tidak langsung, baik melalui teks, gambar, maupun tabel. Adanya kandungan unsur budaya dalam bahan ajar BIPA ini dapat membantu mengembangkan literasi budaya mahasiswa BIPA dalam mempelajari bahasa Indonesia. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengaji bahan ajar BIPA dari aspek lainnya atau mengembangkan bahan ajar suplemen berbasis literasi budaya.
KETERAMPILAN MEMBACA PADA PENGAJARAN BIPA MENGGUNAKAN MEDIA DIGITALISASI Lasmi Siahaan; Vanny Wiranata; Kamarudin Zai; Jamaluddin Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6, No 1 (2023): February 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v6i1.1186

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan bacaan menggunakan media digital. Kelebihan dari penelitian ini adalah pemanfaatan media digital sebagai sarana pembelajaran dapat dijadikan sebagai acuan dalam memberikan alternatif bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan ini melibatkan analisis dan pengorganisasian berbagai keterampilan yang kompleks seperti pembelajaran, berpikir, penalaran, asimilasi, dan pemecahan masalah. Pertama, media sebagai penunjang pembelajaran, dan yang kedua adalah media sebagai sumber belajar. Ada empat media digital yang BIPA gunakan untuk mendukung pembelajaran membaca, yaitu: wordnet, canva, website dan kahoot. Membaca teks bahasa Indonesia untuk penutur asing menghadirkan tantangan tersendiri dalam mempelajarinya. Membaca memiliki beberapa keterampilan yang harus dikuasai. Kebiasaan berlatih membaca sangat membantu Anda meningkatkan kemampuan membaca. Menggunakan media digital seperti wordnet, canva, website dan kahoot dapat meningkatkan kemampuan membaca kata. Anda juga harus dapat menafsirkan dan memahami kata-kata dalam teks.
MENGHADIRKAN TEKS-TEKS AUTENTIK DALAM KELAS BIPA DARING
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : SATU Press Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.3 KB) | DOI: 10.21274/jpbsi.2021.1.1.25-46

Abstract

Abstract Indonesian that taught as the foreign language in BIPA (Indonesian for Foreigners) classes and its authenticity are inseparable. Authenticity is related to the originality. In the context of BIPA learning, the authenticity can be presented in class activities related to contexts and real experiences, for examples students are asked to shop at the market, practice to bargain, practice to use public transportations, practice how to introduce themselves, interview native speakers, and many other authentic tasks. However, what makes it challenging today is that BIPA students cannot come directly to Indonesia and the learning process should be conducted online. Nonetheless, the authenticity can be still presented in authentic texts, not only in written but also in spoken. In addition, texts have complete thinking structures and understandings. Before presenting them in the class, teachers should understand the texts, situation context, culture context, authenticity, and types of text. The author also analyzes Graduate Competency Standards (SKL) of BIPA to identify types of text based on student’s level. Keywords: texts, situation contex, culture contex, authenticity, types of texts
Analisis Kesalahan Berbahasa (Tulis) Pemelajar BIPA Level 7 dalam Pembuatan Karya Ilmiah
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : SATU Press Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.445 KB) | DOI: 10.21274/jpbsi.2022.2.2.134-142

Abstract

This study aims to describe written language errors of level 7 BIPA students in writing scientific papers, including errors in (1) conjunctions, (2) capital letters, (3) puntuations, and (4) sentences structure. The data used in this study were three BIPA level 7 scientific papers. The method used was descriptive-qualitative. Data analysis was carried out by (1) note things that are aspects of language errors, (2) classify language errors into certain groups, and (3) describe those language errors. The result of the study show that in the scientific papers of BIPA level 7 students there are still many errors, including errors in using conjunctions at the beginning of sentences, inaccuracies in the use of capital letters which are often placed in the middle of sentences, inaccuracies in the use of comma and full stop punctuation, and sentence ineffectiveness triggered by structural interference sentences in foreign languages, redudant words, and incomplete sentence patterns.

Page 53 of 118 | Total Record : 1176